5 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Tentang Sistem Kekebalan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sistem kekebalan tubuh merupakan suatu sistem kompleks yang terdiri dari sel, jaringan, dan organ yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh terhadap penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Meski begitu, ada banyak hal mengejutkan yang mungkin tidak Anda ketahui tentang sistem pertahanan alami tubuh Anda. Simak fakta mengejutkan seputar kekebalan tubuh manusia dalam artikel ini.

Bagaimana cara kerja sistem kekebalan tubuh menjaga kesehatan Anda?

Melalui serangkaian langkah yang disebut respon kekebalan tubuh, sistem kekebalan tubuh akan menyerang berbagai antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Antigen ini bisa berupa mikroba seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Bahkan jaringan tubuh orang lain yang masuk ke dalam tubuh – seperti saat melakukan transplantasi organ tubuh – bisa saja dianggap sebagai benda asing oleh sistem imun Anda sehingga menyebabkan reaksi penolakan tubuh.

Nah, kunci utama sistem kekebalan tubuh yang sehat adalah saat sistem ini mampu membedakan antara diri sendiri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, apabila ada suatu benda asing yang tidak dikenali masuk ke dalam tubuh, maka sistem ini akan melakukan proses pertahanan diri.

Tahukah Anda kalau sistem kekebalan tubuh manusia itu…

Setelah mengetahui cara kerja sistem kekebalan tubuh, berikut ini beberapa fakta mengejutkan kekebalan tubuh manusia yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Jarang salah

Bagi mayoritas orang sehat, sistem kebebalan tubuh atau bisa juga disebut dengan sistem imun beradaptasi dengan terus berubah dan merespon kuman yang baru, baik itu virus, bakteri, atau parasit, setiap harinya. Paparan terus menerus pada kuman ini membuat sistem imun terus mempelajari kuman dan membangun kekuatan untuk melawannya.

Namun, pada kasus yang jarang terjadi, orang yang memang memiliki kondisi kekebalan kronis seperti imunodefisiensi primer, sistem kekebalan tubuh mereka umumnya tidak bisa melawan kuman dengan maksimal. Nah, hal ini menyebabkan mereka rentan terkena infeksi.

2. Usus bekerja sebagai penjaga gerbang pertahanan tubuh

Bagian terbesar dari sistem imun manusia ada di saluran pencernaan atau usus. Menurut Dr.Katharine Woessner, dokter spesialis alergi, asma, dan imunologi, saluran cerna merupakan bagian dari sistem imun yang bekerja paling keras. Bagian ini juga terus menerus membedakan bakteri baik dan buruk untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum.

3. Kelenjar timus berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh

Kelenjar timus yang terletak di belakang tulang dada, yaitu antara paru, bertanggung jawab memproduksi sel darah putih atau limfosit (sel T). Sel T yang belum matang akan dikirim ke timus untuk dimatangkan dan menjadi bagian yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Kelenjar timus ini ternyata memiliki masa emas, yakni saat kita masih anak-anak. Begitu kita memasuki usia pubertas, kelenjar ini akan mengecil dan perlahan menjadi deposit jaringan lemak. Gangguan pada kelenjar ini di usia bayi dan anak-anak dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu.

4. Manusia bisa hidup tanpa limpa

Limpa merupakan organ tubuh berukuran besar dan penting dari sistem limfatik. Fungsinya adalah membersihkan darah dari virus, bakteri, dan benda asing lainnya di dalam tubuh. Terletak di belakang lambung dan di bawah diafragma, limpa memiliki banyak fungsi, termasuk menyaring sel darah merah yang rusak dan menyimpan sel darah putih untuk produksi antibodi.

Saat tubuh melawan infeksi, limpa akan membesar sementara. Menurut teori, manusia bisa hidup tanpa limpa, karena sistem imun kita memiliki banyak cara untuk melindungi tubuh dari patogen.

5. Antibodi berperan sebagai pasukan tentara

Ketika tubuh mendeteksi kuman atau zat asing yang memicu respon sistem imun, tubuh akan membuat antibodi. Begitu antibodi dibentuk, kemudian antibodi akan mengingat jenis zat asingnya dan membuat perlawanan agar zat asing itu tidak menyerang lagi. Pemahaman terkait fungsi antibodi ini melahirkan metode vaksinasi dalam mencegah penyakit tertentu.

Perlu diingat, agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan agar mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, melakukan perubahan gaya hidup yang sehat merupakan cara paling efektif menjaga sistem imun bisa bekerja optimal. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem imun adalah dengan cara cukup tidur, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari stres.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Obat NSAID biasanya digunakan untuk mengatasi gejala seperti nyeri atau demam. Namun, bolehkah digunakan untuk penyakit autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Hati-hati. Cacar air paling mudah menular pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin lewat program imunisasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 24/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos skleroderma adalah

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
tinggi anak, tumbuh kembang anak pandemi

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 4 menit
jenis imunisasi

Jenis Imunisasi yang Perlu Diberikan pada Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 11 menit