Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/01/2019
Bagikan sekarang

Bukan hanya kaki diabetes, yang menjadi “penyakit langganan” para diabetesi. Sudah tahukah Anda mengenai kaki Charcot yang banyak dialami pengidap diabetes? Sama seperti kaki diabetes, kaki atau sendi Charcot juga menjadikan area kaki dan pergelangan kaki sebagai sasaran utamanya. Agar lebih paham, kupas tuntas seputar kaki charcot melalui ulasan di bawah ini, ya!

Apa penyebab kaki Charcot?

Charcot arthropathy, atau yang lebih familiar dikenal sebagai Charcot foot atau kaki Charcot adalah suatu kondisi yang mengakibatkan tulang, sendi, serta jaringan lunak pada satu atau kedua kaki tidak merasakan apa pun alias mati rasa. Lambat laun, tulang kaki akan melemah sehingga sangat rentan mengalami patah tulang dan dislokasi (posisi tulang bergeser).

Kondisi tulang kaki yang kian melemah bisa membuat sendi kaki gampang terkilir, yang kemudian mengubah bentuk kaki. Alhasil, kaki jadi terlihat melengkung ke bawah atau disebut rocker-bottom foot (lihat gambar).

Sumber: Foot Health Facts

Penyebab utama hilangnya sensasi pada kaki yakni karena adanya kerusakan saraf, yang disebut neuropati perifer. Meski sebagian besar kondisi Charcot foot lebih banyak dialami oleh pengidap diabetes, beberapa hal ini turut mengakibatkan kerusakan saraf pada kaki:

  • Penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol serta obat-obatan terlarang
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Penyakit Parkinson
  • HIV
  • Sipilis
  • Polio
  • Kerusakan pada saraf perifer (saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang)
  • Patah tulang atau terkilir yang tidak segera diobati
  • Luka di kaki yang tidak kunjung sembuh
  • Infeksi dan peradangan pada kaki

Tak jarang, Charcot foot dapat menimbulkan luka yang cukup sulit untuk disembuhkan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan perubahan bentuk, cacat kaki, hingga harus diamputasi.

Apa saja gejala dari kaki Charcot?

Umumnya, Charcot foot akan menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kaki, kemerahan, hingga kaki terasa hangat saat disentuh. Namun, kesemua gejala tersebut biasanya tidak muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap.

Tahap 1:

Pada tahap awal ini, gejala ditandai dengan munculnya kemerahan dan pembengkakan yang signifikan pada kaki serta pergelangannya. Setelah itu, area kaki pun mulai terasa panas ketika disentuh. Ini karena adanya pembengkakan jaringan lunak dan patah tulang di bagian dalam kaki.

Selanjutnya, timbul tonjolan tulang di bagian bawah kaki sehingga membuatnya tampak datar. Jika tidak segera diobati, proses ini bisa terus bertahan dalam waktu yang lama.

Tahap 2:

Setelah melewati perubahan yang terjadi di tahap 1, kemudian tubuh melanjutkannya dengan memulihkan sendiri kerusakan pada kaki. Kerusakan sendi dan tulang mulai membaik, yang akhirnya pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat tidak lagi berkembang.

Tahap 3:

Di tahap ini sebenarnya sudah tidak terjadi lagi perkembangan yang cukup signifikan pada kaki. Namun sayangnya, kondisi kaki tetap tidak bisa kembali ke bentuk semula. Akhirnya, bentuk kaki tampak tidak normal.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini?

Tujuan dari pengobatan untuk kondisi kaki Charcot adalah untuk meredakan pembengkakan dan sensasi panas, sekaligus menjaga agar bentuk kaki tidak semakin berubah. Sebisa mungkin, sebaiknya hindari memberikan tekanan berlebihan pada kaki guna menghindari kerusakan yang lebih parah.

Anda bisa melakukan beberapa perawatan berikut ini untuk membantu menghentikan perkembangan Charcot foot:

  • Memakai sepatu boot khusus maupun pelindung lainnya pada kaki
  • Mengurangi tekanan yang terlalu berat pada kaki, seperti dengan menggunakan kursi roda, tongkat kruk, atau skuter
  • Menggunakan ortotik kaki
  • Menggunakan gips yang dipasang pada kaki

Meskipun sudah melakukan perawatan sedemikian rupa untuk menjaga kaki, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Pada kasus yang sudah tergolong parah, pembedahan mungkin menjadi jalan tempuh terbaik yang disarankan dokter. Terutama ketika pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang positif.

Setelah dinyatakan sembuh, Anda biasanya masih harus menggunakan sepatu terapeutik atau sepatu diabetes untuk mencegah kemungkinan kambuhnya kaki Charcot di kemudian hari. Sepatu ini memang dikhususkan bagi Anda yang mengalami cedera ataupun kerusakan saraf pada kaki.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

What Is Charcot Foot? https://www.webmd.com/diabetes/what-is-charcot-foot#1 Diakses pada 18 Januari 2019.

Charcot Arthropathy, Charcot Joint, or Charcot Foot. https://www.healthline.com/health/charcot-foot Diakses pada 18 Januari 2019.

The Charcot Foot in Diabetes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3161273/ Diakses pada 18 Januari 2019.

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020