Kondom Juga Ternyata Bisa Kedaluwarsa. Seperti Ini Ciri-cirinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/08/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Seperti halnya makanan, ternyata kondom juga ada tanggal kedaluwarsanya. Biasanya tanggal kedaluwarsa (expiration date) kondom tercantum pada kemasannya. Akan tetapi, mungkin saja tanggal yang dicantumkan sudah pudar sehingga sulit dibaca. Bisa juga terjadi kesalahan pada proses produksi sehingga informasi kedaluwarsanya tidak sesuai. Untuk menghindari risiko berhubungan seks menggunakan alat kontrasepsi yang sudah tidak layak lagi, langsung simak berbagai ciri kondom kedaluwarsa berikut ini.

Berapa lama umur simpan kondom yang aman?

Setiap jenis kondom memiliki daya simpan yang berbeda-beda, tergantung pada bahan dasar dan kemasannya. Namun, secara umum kondom bisa disimpan selama dua hingga lima tahun setelah kondom diproduksi. Ingat, daya simpan ini berlaku sejak kondom dibuat di pabrik, bukan sejak Anda membeli kondom dari toko. Maka, cara paling tepat dan efektif untuk mengetahui umur simpannya adalah memeriksa tanggal kedaluwarsa pada setiap kemasan kondom.

Anda dianjurkan untuk memerhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli kondom. Jangan membeli kondom yang tidak ada informasi tanggal produksi maupun kedaluwarsanya. Jika kondom yang Anda miliki sudah melampaui batas kedaluwarsa, segera buang dan jangan dipakai.

Ciri-ciri kondom kedaluwarsa

Bila kondom yang sudah terlanjur Anda beli tidak ada tanggal expired-nya, buka kemasan dan perhatikan kondom Anda. Kalau tekstur kondom tersebut terasa kering dan kaku, itu berarti kondom sudah tidak layak pakai.

Namun, jika Anda membeli kondom yang mengandung spermisida atau lubrikan, biasanya teksturnya justru terasa lengket. Seolah-olah permukaannya saling menempel dan sulit diurai. Ini artinya kondom tersebut telah kedaluwarsa.

Dalam beberapa kasus, kemasan kondom juga bisa mengindikasikan apakah kondom Anda masih layak digunakan. Setiap kemasan kondom baru yang masih bagus seharusnya terasa sedikit menggembung karena udara yang melindungi kondom dalam plastik atau kertas timah. Kalau kemasan kondom terasa kempes, berarti udara di dalam kemasan sudah bocor. Besar kemungkinan kondom di dalamnya sudah rusak dan tak layak pakai. Buang dan ganti dengan kondom baru yang kemasannya masih bagus.

Mengapa tidak boleh pakai kondom kedaluwarsa?

Kondom dibuat dari bahan yang rentan kerusakan seiring berjalannya waktu. Ada kondom yang terbuat dari lateks (getah karet) dan ada juga yang bahan dasarnya poliuretan (plastik sintetis). Bahan-bahan tersebut bisa mengalami degradasi atau kehancuran secara alami.

Bayangkan kantong plastik belanja yang didiamkan selama bertahun-tahun. Lama-lama plastik tersebut akan hancur dan berlubang, meskipun Anda tidak menggunakannya. Hal ini jugalah yang akan terjadi pada kondom kedaluwarsa.

Meskipun belum hancur dan berlubang, ketahanan kondom yang sudah expired sudah sangat jauh berkurang. Akibatnya kondom jadi mudah robek dan bocor ketika digunakan untuk berhubungan seks.

Bahaya pakai kondom kedaluwarsa

Bila Anda nekat menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa, ada berbagai risiko yang mungkin muncul. Kondom yang robek berisiko menyebabkan penularan penyakit kelamin seperti gonore, klamidia, hepatitis, hingga HIV/ AIDS. Di samping penularan penyakit, pasangan juga mungkin jadi hamil. Ingat, masih jauh lebih murah beli kondom baru daripada nantinya harus mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakit.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

ISK diakibatkan oleh bakteri yang biasanya lebih sering menyerang perempuan. Cari tahu obat dan cara alami sembuhkan infeksi saluran kencing.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
ukuran penis

Apakah Ukuran Penis Berpengaruh Terhadap Kepuasan Seksual?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit
seks infeksi saluran kencing pasangan

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit