Kenali Ludwig Angina, Benjolan Berisi Nanah di Dalam Leher. Apa Bahayanya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Nyeri leher bisa terjadi pada siapa saja, mungkin karena salah bantal atau otot leher yang kaku karena terlalu lama bekerja depan komputer. Jenis nyeri leher seperti ini mudah untuk diobati. Lain cerita dengan nyeri yang diakibatkan oleh Ludwig angina, karena adanya benjolan berisi nanah di leher dalam. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Ludwig angina, benjolan berisi nanah di leher dalam

Ludwig angina adalah infeksi bakteri langka yang terjadi di dasar mulut, di bawah lidah. Ludwig angina sering terjadi setelah infeksi pada akar gigi, seperti abses gigi (nanah di dalam gigi), atau cedera di daerah mulut. Bisa juga diakibatkan oleh jenis infeksi mulut lainnya. Biasanya, orang dewasa lebih rentan mengalami Ludwig angina dibanding anak-anak.

Apa gejalanya?

Kondisi ini menyebabkan terbentuknya abses atau benjolan berisi nanah di dalam leher hingga sekitarnya. Selain itu, Ludwig angina juga menyebabkan lidah bengkak, nyeri leher, dan masalah pernapasan.

Saat kondisi ini diikuti oleh infeksi lain di mulut, gejala yang meliputi adalah:

  • Rasa nyeri pada bagian bawah mulut atau bawah lidah.
  • Terasa ada benjolan yang menyebabkan kesulitan menelan dan bicara, serta terus mengeluarkan air liur.
  • Leher bengkak dan terasa nyeri.
  • Leher menjadi kemerahan.
  • Tubuh lemah dan mudah lelah.
  • Telinga terasa sakit.
  • Lidah membengkak.
  • Demam.
  • Tubuh panas dingin.

Saat infeksi berlangsung, Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas disertai nyeri dada. Ini bisa jadi pertanda serius dan bisa berkembang menjadi komplikasi yang bisa menyebabkan kematian.

Komplikasi Ludwig angina dapat berupa sepsis (infeksi bakteri di darah) atau penyumbatan saluran pernapasan akibat respons tubuh terhadap bakteri yang menyebabkan peradangan parah.

Jadi, segera periksa ke dokter jika Anda memiliki gejala Ludwig angina.

Apa penyebabnya?

Benjolan berisi nanah di leher dalam akibat Ludwig angina disebabkan oleh infeksi bakteri, umumnya bakteri Streptococcus dan Staphylococcus.

Penyakit ini biasanya sering terjadi pada orang dengan kondisi berikut:

  • Kebersihan mulut dan gigi yang buruk.
  • Pernah mengalami trauma atau sobekan pada mulut.
  • Baru saja mencabut gigi.
  • Memiliki infeksi mulut atau gigi.

Bagaimana Ludwig angina didiagnosis?

membuka mulut saat periksa dokter

Pemeriksaan fisik dasar bisa bantu dokter menentukan apakah bengkak di leher tersebut benar disebabkan oleh Ludwig angina. Misalnya, kemerahan dan bengkak pada leher atau lidah yang sangat terlihat jelas.

Dokter juga bisa mengambil sampel cairan ludah untuk cari tahu adanya infeksi bakteri, dan tes pencitraan leher serta mulut.

Berbagai cara untuk mengobati dan meringankan gejala Ludwig angina

Dilansir dari Health Line, pengobatan Ludwig angina bsa berbeda berdasarkan penyebab aslinya.

Penanganan yang tertunda meningkatkan risiko komplikasi dan membahayakan jiwa, seperti:

  • Saluran udara yang tersumbat
  • Sepsis, yang merupakan reaksi berat terhadap bakteri atau kuman lainnya
  • Syok septik, yang merupakan infeksi yang menyebabkan tekanan darah sangat rendah

Pembengkakan yang terjadi akibat Ludwig angina bisa mengganggu pernapasan Anda. Dokter akan memasukkan tabung pernapasan melalui hidung atau mulut dan ke paru-paru untuk membersihkan saluran udara. Dalam kasus yang parah dan darurat, tabung pernapasan akan dimasukkan melalui leher dan tenggorokan melalui prosedur trakeostomi.

Selain itu, kondisi ini sering menyebabkan edema, yaitu pembengkakan akibat kelebihan cairan. Jadi, prosedur pembedahan diperlukan untuk menguras kelebihan cairan pada rongga mulut yang membengkak.

Kemungkinan Anda juga memerlukan antibiotik yang disuntikkan pada pembuluh darah sampai gejala hilang. Setelah itu, Anda akan direkomendasikan untuk minum obat minum sampai tes berikutnya menunjukkan bahwa bakteri telah hilang.

Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, kunci mencegah Ludwig angina

jangan lupa untuk rutin menggosok gigi setiah hari dua kali sehari, pada pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur.

Kurangi makanan yang bisa melukai gigi, gusi, lidah, atau mulut, misalnya makanan terlalu panas atau terlalu keras dan kasar.

Penuhi kebutuhan vitamin C yang melindungi Anda dari sariawan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri dan virus. Kemudian, cek gigi ke dokter gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca