Kenapa Tenggorokan Sering Terasa Sakit Setelah Menangis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/02/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Setelah menangis, tak jarang Anda akan merasa capek, pusing, hingga nyeri tenggorokan. Anda pun jadi bertanya-tanya, apa, sih, penyebab tenggorokan sakit setelah menangis? Wajar atau tidak, ya? Simak ulasannya berikut ini.

Tenggorokan sakit setelah menangis, wajarkah?

mudah menangis

Anda pasti pernah mengalami sakit tenggorokan, terlebih ketika sedang flu atau pilek. Namun, Anda mungkin juga pernah menyadari saat tenggorokan tiba-tiba terasa bengkak dan nyeri setelah menangis, lalu kembali normal beberapa saat kemudian. Apakah ini hal yang wajar?

Ternyata, air mata yang keluar tidak hanya sekadar membilas zat-zat iritan yang masuk, tapi juga merangsang kontraksi otot-otot tenggorokan. Melansir dari Reader’s Digest, hal ini merupakan respon alamiah yang terjadi saat tubuh sedang stres.

Sederhananya, kontraksi otot-otot tenggorokan yang berlebihan inilah yang menyebabkan tenggorokan sakit setelah menangis. Hal ini wajar dialami oleh orang-orang yang sedang menangis atau merasakan kesedihan mendalam. Jadi, tenggorokan yang bengkak dan nyeri setelah menangis bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Apa penyebab tenggorokan sakit setelah menangis?

obat untuk sakit tenggorokan

Jangan buru-buru cemas dulu saat ada benjolan kecil di tenggorokan yang muncul tiba-tiba setelah Anda menangis. Ini bukan pertanda penyakit, kok. Benjolan ini sebetulnya adalah otot-otot dan jaringan tenggorokan yang mengalami kontraksi. Termasuk juga glotis atau tempat pita suara berada.

Kontraksi otot dan jaringan tersebut memberikan tekanan yang besar pada tenggorokan. Kondisi ini disebut dengan sensasi globus. Sensasi globus adalah sensasi yang membuat Anda merasakan sakit atau ada sesuatu yang menyangkut di kerongkongan, padahal sebetulnya tidak ada apa-apa.

Bukan karena faktor emosional, tenggorokan sakit saat menangis lebih berhubungan dengan masalah di sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom adalah sistem dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap insting “kabur atau lawan” saat sedang terancam.

Ketika Anda berada dalam situasi yang penuh tekanan dan emosional, otot-otot tubuh Anda akan berkontraksi dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Akibatnya, glotis akan terbuka lebar supaya oksigen yang masuk ke dalam tubuh jadi lebih banyak.

Namun pada saat yang bersamaan, Anda mungkin tidak sadar jadi lebih sering menelan dan menahan napas untuk mengendalikan emosi saat menangis. Kondisi ini mengakibatkan glotis dan otot-otot tenggorokan yang semula melebar berubah jadi menyempit.

Ini artinya, otot-otot tenggorokan akan membuka dan menutup glotis secara bersamaan pada saat menangis. Akibatnya, tenggorokan Anda terasa tercekat atau merasakan ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan. Nah, inilah yang menyebabkan tenggorokan sakit setelah menangis.

Cara mengatasi tenggorokan sakit setelah menangis

obat sakit tenggorokan

Mulai sekarang, Anda tak perlu cemas lagi ketika merasakan tenggorokan sakit setelah menangis. Begitu juga ketika Anda menyadari ada benjolan yang muncul di tenggorokan, tenang saja. Benjolan ini akan kembali mengecil setelah emosi Anda kembali stabil.

Namun bagaimanapun, mengalami tenggorokan sakit setelah menangis tentu bikin Anda jadi tidak nyaman, ‘kan? Untuk mengatasinya, cobalah segera minum air putih yang banyak untuk membantu melegakan tenggorokan Anda.

Bukan cuma membantu menenangkan diri, menelan beberapa teguk air putih juga bisa membantu melunakkan otot-otot tenggorokan yang tegang setelah menangis. Setelah itu, segeralah tidur atau istirahat. Hal ini dapat membantu merilekskan otot-otot tubuh secara keseluruhan, sehingga nantinya Anda akan merasa lebih segar dan sehat setelah bangun tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca