Sarsaparilla merupakan jenis tumbuhan tropis yang berasal dari genus Smilax. Tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah hutan hujan Amerika Selatan, Jamaica, kepulauan Karibia, Mexico, dan Honduras. Akar tubuhan ini banyak dibut menjadi minuman seperti teh yang memiliki rasa pedas manis dengan aroma yang segar. Selama ratusan tahun, akar tumbuhan ini juga digunakan sering digunakan untuk sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati masalah berbagai masalah pencernaan, demam, radang sendi, dan kulit.

Manfaat sarsaparilla bagi kesehatan

Sarsaparilla diketahui mengandung banyak bahan yang diperkirakan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satu zat yang terkandung di dalamnya yaitu saponin, merupakan sebuah senyawa steroid yang dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan steroid sendiri. Sarsaparilla juga mengandung quercetin, sebuah antioksidan yang bermanfaat melindungi tubuh dari radikal bebas yang bersifat merusak. Selain itu, sarsaparilla juga dikenal dapat memberi manfaat sebagai berikut dalam kesehatan.

1. Mengatasi psoriasis

Kemampuan akar sarsaparilla dalam mengobati psoriasis sudah dikenal sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa sarsaparilla dapat memberikan perubahan yang signifikan pada kelainan kulit penderita psoriasis. Para peneliti menduga bahwa kandungan sarsaponin yang terdapat dalam sarsaparilla dapat mengikat racun yang menyebabkan psoriasis dan mengeluarkannya dari tubuh.

2. Mengurangi nyeri sendi

Sarsaparilla dikenal sebagai anti-inflamasi yang cukup poten. Hal ini membuat sarsaparilla sangat berguna sebagai terapi penyakit inflamasi seperti rematik dan bengkak karena asam urat.

3. Membantu mengobati sifilis dan lepra

Sarsaparilla diketahui mampu melawan berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme lain yang merugikan tubuh. Walau tidak berfungsi sebaik antibiotik dan antijamur modern, sarsaparilla sudah dipakai selama berabad-abad untuk mengobati penyakit-penyakit seperti lepra dan sifilis.

Para ilmuwan meneliti lebih dari 60 senyawa yang terkandung dalam sarsaparilla dan mengujicobakannya pada enam jenis bakteri dan satu jenis jamur. Hasilnya, terdapat 18 senyawa yang berhasil berfungsi sebagai antimikroba dan 1 senyawa yang dapat mengeliminasi jamur.

4. Sebagai anti-kanker

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa sarsaparilla memiliki kandungan anti-kanker pada sel kanker yang diambil dari tikus. Penelitian lain yang dilakukan di luar manusia memperlihatkan bahwa sarsaparilla memiliki komponen anti-tumor terhadap kanker payudara dan kanker hati. Tentu saja masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah sarsaparilla dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker.

5. Melindungi hati

Sarsaparilla juga diketahui memiliki kandungan yang dapat melindungi hati. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus memperlihatkan bahwa senyawa yang mengandung banyak flavonoid pada sarsaparilla dapat memperbaiki kerusakan hati dan mengembalikan fungsinya.

6. Meningkatkan kerja dari suplemen lain

Sarsaparilla sering digunakan sebagai campuran dalam obat herbal karena efek ‘sinergi’ yang dimilikinya. Kandungan saponin di dalamnya diperkirakan dapat meningkatkan kerja dan penyerapan obat herbal lainnya.

7. Meningkatkan daya ingat

Sebuah penelitian di Cina memperlihatkan bahwa sebuah zat yang terkandungan dalam sarsaparilla dapat membantu meningkatkan daya ingat. Kandungan ini dikenal dengan nama sarsasapogenin. Ketika zat ini diminumkan kepada tukus percobaan, hasilnya memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan belajar dan daya ingat pada otak tikus. Walaupun belum dilakukan penelitian terhadap manusia, namun teh herbal ini dipercaya dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Efek samping sarsaparilla

Belum diketahui secara pasti bahwa sarsaparilla memiliki efek samping. Namun, mengonsumsi saponin dalam jumlah besar dapat menyebabkan iritasi lambung. Sarsaparilla juga mungkin memiliki interaksi terhadap obat-obatan tertentu, seperti yang disebutkan sebelumnya, sarsaparilla dapat meningkatkan penyerapan obat lain dalam tubuh.

Belum ada penelitian mengenai efek sarsaparilla terhadap ibu hamil dan menyusui. Jika Anda sedang hamil atau menyusui, ada baiknya Anda menghindari mengonsumsi tumbuhan herbal ini.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca