3 Penyebab Pusar Bau, dari Masalah Kebersihan Hingga Tanda Suatu Penyakit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernah mencium bau yang tak sedap dari pusar? Meski rajin mandi, terkadang bisa saja pusar jadi bau. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Lantas, mengapa pusar bisa mengeluarkan bau? Berikut berbagai penyebab pusar bau yang perlu Anda ketahui.

Apa yang menyebabkan pusar bau?

1. Kebersihan yang buruk

Tahukah Anda jika pusarĀ  adalah tempat favorit kuman untuk bersarang karena bentuknya yang cekung dan kecil? Bahkan semakin dalam cekungan pusar biasanya akan semakin banyak kotoran yang menumpuk di dalamnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Pittsburgh Medical Center (UPMC), pusar menjadi ‘rumah penampungan’ bagi 67 jenis bakteri. Tak hanya bakteri, jamur dan kuman lainnya juga bisa tumbuh di bagian perut tersebut.

Bersama dengan minyak, kulit mati, keringat, dan kotoran lainnya, kuman dan bakteri yang bersarang semakin betah untuk tinggal dan berkembang biak dengan subur. Akhirnya tumpukan bakteri, kotoran, dan juga keringat yang tidak pernah dibersihkan ini akan menciptakan bau busuk, sama seperti bau ketiak saat Anda sedang berkeringat.

Jadi, jika tak ingin pusar bau dan menjadi sarang bakteri, sebaiknya perhatikan kebersihan tubuh terutama di bagian pusar tersebut. Jangan sampai menunggu hingga muncul bau yang tak sedap baru Anda mulai membersihkannya.

2. Infeksi

Kandida adalah jamur yang hidup di kulit yang terasa hangat, gelap, dan lembap seperti selangkangan, pusar, serta ketiak. Bila kandida ini terus tumbuh, lama-kelamaan jamur ini bisa menyebabkan infeksi.

Infeksi yang terjadi di bagian gelap dan lipatan kulit ini disebut intertrigo kandidal. Selain berbau, kulit yang terinfeksi jamur kandida juga biasanya akan terlihat merah dan bersisik.

Biasanya orang dengan diabetes lebih berisiko terserang infeksi ini. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang melemah sehingga tidak cukup kuat untuk melawan infeksi.

Selain itu, orang yang melakukan tindik pusar juga berisiko tinggi mengalami infeksi di bagian pusar. Gejala infeksi lainnya selain pusar bau yakni rasa sakit dan nyeri, gatal, kemerahan, bengkak, hingga keluarnya nanah atauĀ cairan berwarna putih dan hijau.

pusar berdarah

3. Kista

Memiliki kista di sekitar pusar bisa menimbulkan bau yang kurang sedap. Kista sendiri sebenarnya hanyalah benjolan kecil yang biasanya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan rasa sakit jika tidak terinfeksi.

Kista epidermoid, pilar, dan sebasea adalah jenis kista yang bisa tumbuh di pusar dan mengalami infeksi. Kista epidermoid dan kista pilar mengandung sel-sel yang memproduksi endapan protein keratin yang cukup tebal. Jika kista membesar dan pecah, biasanya akan terlihat cairan tebal, kuning, serta berbau busuk yang mengalir. Bila ini terjadi tandanya kista sudah terinfeksi.

Begitupun dengan kista sebasea yang biasanya berasal dari kelenjar minyak yang tersumbat dan menghasilkan produksi minyak yang cukup banyak. Jika ketiga kista ini sudah mengalami infeksi maka wujudnya akan berubah menjadi kemerahan, gatal, dan terasa perih serta nyeri saat disentuh. Peradangan yang terjadi di dalam kista juga bisa menyebabkan produksi nanah dengan bau yang cukup menyengat.

Lalu bagaimana mencegah agar pusar tidak bau?

Pada dasarnya cara termudah untuk mencegah pusar bau adalah dengan membersihkannya setiap hari saat mandi.

Gosok bagian dalam pusar secara perlahan baik dengan jari atau bantuan kapas dan kain yang lembut agar kotoran yang terperangkap bisa dikeluarkan. Setelah itu, keringkan dengan handuk atau tisu hingga tidak lagi terasa lembap atau menyisakan air di dalamnya.

Cara lainnya degan membersihkan pusar menggunakan campuran air hangat dan garam. Kemudian gunakan ujung jari telunjuk untuk memijat lembut bagian dalam pusar. Anda juga bisa menggunakan bantuan kain lap yang lembut untuk membersihkannya.

Sebaiknya hindari penggunaan krim atau lotion tertentu di daerah pusar karena kelembaban yang berlebihan justru membuat bakteri dan jamur berkembang dengan subur.

Namun jika penyebab pusar bau yang Anda alami dikarenakan oleh infeksi maka Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Usahakan untuk tidak memecahkan kista dengan benda tajam agar infeksi tidak bertambah parah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 10, 2018 | Terakhir Diedit: April 4, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca