6 Fakta Penting Tentang Sel Telur Wanita yang Perlu Anda Tahu

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti sudah sering mendengar tentang bagaimana menariknya sperma pria untuk dibahas. Namun, berapa banyak yang Anda ketahui tentang sel telur? Anda pasti hanya tahu bahwa sel telur wanita sangat diperlukan dalam proses pembuahan. Apakah Anda tahu bahwa sel telur wanita sudah diproduksi sejak dalam kandungan? Berikut fakta mengenai sel telur yang menarik untuk Anda.

Apa saja fakta mengenai sel telur yang perlu Anda tahu?

1. Sel telur sudah diproduksi sejak janin

Sembilan minggu setelah proses pembuahan terjadi, ternyata janin sudah mulai memproduksi sel telur. Pada saat usia kehamilan enam bulan, janin perempuan telah membuat lebih dari tujuh oosit atau sel telur. Pada saat dilahirkan, sebagian besar sel telur yang belum matang tersebut sudah mati, dan hal ini merupakan hal yang normal terjadi.

2. Sel telur sangat besar

Apakah Anda tahu bahwa sel telur memiliki bentuk yang sangat besar? Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa sel telur adalah salah satu sel terbesar di dalam tubuh wanita. Sel telur memiliki diameter sekitar 100 mikron (sepersejuta meter), atau kira-kira setebal satu helai rambut dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Perbandingannya adalah sel telur empat kali lebih besar dari sel kulit, 26 kali lebih besar dari sel darah merah, dan 16 kali lebih besar dari sperma.

3. Jumlahnya terbatas

Fakta mengenai sel telur berikutnya adalah rata-rata wanita hanya berovulasi sebanyak 400 sampai 500 sel telur dalam hidupnya. Hal ini membuat sel telur jauh lebih jarang dibandingkan sperma. Jadi, mungkin hal ini yang menjadi salah satu alasan bahwa sel telur jauh lebih bernilai dibandingkan sperma. Pendonor sel telur biasanya akan mendapat imbalan yang jauh lebih besar dibandingkan donor sperma.

4. Sulit untuk mendonorkan sel telur

Ketika seorang pria mendonorkan spermanya, pria bisa melakukan proses ini hanya dengan masturbasi dan tidak lebih dari itu. Namun, untuk mendonorkan sel telur, wanita harus menjalani prosedur medis yang rumit.

Pertama, pendonor akan mendapat suntikan hormon yang akan ‘menghiperstimulasi’ indung telur, sehingga tubuhnya tidak hanya membuat satu sel telur, tapi puluhan. Ketika waktunya tepat, dokter akan memasukkan kateter ke dalam jalan lahir untuk menyedot cairan dari folikel, dan menangkap beberapa butir telur dalam tubuh wanita

5. Siklus hidupnya panjang

Tidak seperti sel-sel lain di dalam tubuh, sel telur butuh waktu bertahun-tahun untuk ‘tumbuh’. Artinya, sel telur banyak menghabiskan masa hidupnya dalam keadaan yang belum matang di dalam indung telur atau membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai tahap kematangan. Begitu matang, salah satu dari mereka dilepaskan selama proses ovulasi. Setiap satu siklus produksi, hanya ada satu sel telur yang diepaskan, bergantian dari ovarium kiri dan kanan.

6. Sel telur akan memilih sperma mana yang boleh mencapainya

Pada proses pembuahan, sel telur sering digambarkan sebagai ‘pemain’ pasif yang hanya menunggu sperma pertama datang dan masuk ke dalamnya. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sel telur memiliki peran yang jauh lebih besar dari perkiraan tersebut karena sel telur ternyata cukup pemilih.

Sel telur sebenarnya akan memilih sperma mana yang boleh memasukinya. Studi ini juga menunjukkan sel telur bahkan secara aktif akan menjerat sperma yang sudah dipilihnya di permukaan mereka, sehingga sperma tersebut tidak memiliki pilihan lain.

Saat sperma yang sudah terpilih masuk ke dalamnya, lapisan luar sel telur akan mengeras untuk mencegah sperma lain memasukinya.

Fakta mengenai sel telur terakhir yang perlu Anda tahu adalah kesehatan Anda secara keseluruhan sangat menentukan kualitas sel telur karena sel penting tersebut sebenarnya sudah ada di dalam tubuh, bukan baru dibuat setiap bulan pada masa subur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit