Apakah Cinta Bisa Memudar Seiring Berjalannya Waktu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika mencintai seseorang, mungkin Anda akan berharap cinta itu akan terus terjalin selamanya. Namun, nyatanya banyak orang yang memutuskan berpisah dengan pasangannya setelah beberapa waktu, bahkan setelah menikah. Alasan rasa cinta di antara pasangan yang sudah memudar, banyak diutarakan hingga akhirnya memutuskan berpisah. Benarkah cinta bisa memudar setelah terjalin sekian lama?

Benarkah cinta bisa memudar setelah beberapa waktu?

Ketika jatuh cinta, hormin endorfin dan hormon oksitosin aktif sehingga menghasilkan sensasi, perasaan, dan dorongan yang membahagiakan. Perasaan tersebut hanya akan bertahan sementara, mungkin dalam beberapa menit atau beberapa tahun. Dengan demikian, lambat laun, perasaan yang menggebu-gebu itu bisa memudar.

Saat perasaan tersebut tidak lagi muncul, beberapa orang bisa menjadi bosan dan berpikir bahwa cinta kepada pasangannya sudah memudar. Kelompok orang ini tidak berusaha untuk membangkitkan kembali hubungan mereka.

Hal tersebut justru bisa menimbulkan konflik yang tidak sehat, jarak antar pasangan menjadi jauh, atau bahkan timbul saling tidak suka. Alasan-alasan itulah yang pada akhirnya bisa membuat Anda merasa tidak lagi cinta dengan pasangan, sehingga hubungan Anda bisa kandas dan tak bertahan selamanya.

Di sisi lain, ada pula yang memahami bahwa perasaan menggebu-gebu seperti saat sedang jatuh cinta itu memang hanya sementara dan harus dipupuk agar hubungannya bertahan lebih lama. Hal inilah yang kemudian harus dibangun untuk kembali membangkitkan cinta di antara mereka.

Dapat disimpulkan bahwa perasaan cinta memang bisa memudar seiring berjalannya waktu. Namun, tidak hanya soal waktu, banyak faktor atau alasan yang menyurutkan rasa cinta diantara pasangan.

Bagaimana membangkitkan kembali cinta yang memudar?

Seorang terapis psikologi Barton Goldsmith Ph. D dalam Psychology Today mengatakan untuk membangkitkan kembali cinta yang sudah memudar tidak bisa terjadi secara cepat. Perlu ada upaya dari kedua orang dalam pasangan agar cintanya kembali bangkit secara optimal. Dia pun mengatakan kunci menuju kebahagiaan adalah mempertahankan dan membangun keintiman antara pasangan.

Untuk menjaga keintiman, bagi pasangan yang sudah menikah, tidak hanya melulu melalui hubungan seksual. Sentuhan-sentuhan yang penuh kasih sayang, seperti berpegangan tangan, berpelukan, dan mencium pun sama pentingnya untuk menjaga keintiman.

Penting pula untuk mengetahui apa yang tidak disukai pasangan Anda, seperti sentuhan yang tidak diinginkan. Bangun komunikasi dengan pasangan mengenai apa yang Anda dan pasangan inginkan dan butuhkan.

Menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan pasangan pun bisa dilakukan untuk menjaga keintiman. Anda mungkin memiliki kenangan indah bersama pasangan saat pertama kali bertemu atau saat kencan pertama. Lakukankan kencan malam sesekali dengan pasangan atau hanya duduk berdua sambil mengobrol dan berpegangan tangan.

Selain menjaga keintiman, ada beberapa hal lainnya pula yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan pasangan dan terhindari dari cinta yang bisa memudar, yaitu:

  • Menjaga komunikasi secara baik dengan pasangan.
  • Belajarlah untuk memberi dan menerima dengan pasangan.
  • Bersiap pada kondisi jatuh bangun dalam hubungan.

Cinta antara pasangan bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu, tetapi Anda dan pasangan tetap dapat  membangkitkan lagi rasa cinta dengan upaya dari kedua belah pihak. Namun, cinta bukanlah satu-satunya hal yang diperlukan, Anda dan pasangan juga perlu kasih sayang, komitmen, keberanian, kebijaksanaan, dan kesabaran.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perbedaan Unik Antara Wanita dan Pria Saat Sedang Jatuh Cinta

Cinta dan logika tak akan pernah bersatu. Nah, tapi menurut sains saat jatuh cinta, pria dan wanita akan merespon berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 4 April 2019 . Waktu baca 3 menit

3 Trik Menata Emosi yang Memuncak Saat Bertengkar Dengan Pasangan

Tidak ada hubungan asmara yang bebas dari pertengkaran antar kedua pasangan. Agar kondisi tidak semakin runyam, yuk, pahami cara mengendalikan emosi diri!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit

Prinsip “Terima Apa Adanya”, Apakah Menjamin Hubungan Langgeng?

Prinsip menerima apa adanya pasagan, alias cinta tanpa syarat, sering dianggap sebagai salah satu syarat hubungan langgeng. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Cinta Sudah Ditolak, Kenapa Masih Terus Kepikiran Si Dia?

Cinta kadang sulit dipikir dengan akal sehat. Anda bisa saja susah melupakan seseorang yang jelas-jelas telah menolak dan mengacuhkan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 2 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
membuat pasangan merasa spesial

4 Tips Membuat Pasangan Anda Merasa Spesial

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
cinta atau obsesi

Jangan Sampai Salah Mengartikan, Pahami Dulu Beda Cinta dengan Obsesi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2019 . Waktu baca 5 menit