Benarkah Semakin Lama Menjalin Hubungan, Cinta Akan Memudar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Buat Anda yang sudah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangan, pasti sudah sering dengar komentar, “Nggak bosan, tuh?”. Setelah menjalin hubungan asmara dalam waktu yang lama, sensasi cinta yang menggebu-gebu memang akan terasa menurun, tak seperti di awal ketika Anda pertama kali berkenalan. Namun, apa benar cinta memudar seiring berjalannya waktu?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ternyata kualitas dari suatu hubunganlah yang dapat mempengaruhi kadar cinta itu sendiri, bukan singkat atau lamanya hubungan asmara. Hubungan asmara yang tidak disertai obsesi justru membawa kepuasan dan rasa mencintai, bahkan untuk hubungan dalam jangka panjang. Bahkan berdasarkan riset yang dilakukan terhadap pasangan yang hidup bahagia, semakin lama hubungan mereka, ternyata semakin tinggi rasa kasih sayang dan komitmen antara pasangan.

Riset juga dilakukan pada pasangan yang berpisah dan ternyata didapatkan fakta yang sangat mengejutkan, bahwa memang terdapat penurunan dalam hal kepuasan dan komitmen, tapi tidak dalam hal kadar cinta (walaupun memutuskan untuk berpisah, ternyata kadar cinta mereka tetap sama).

Lamanya hubungan tidak bisa jadi satu-satunya tolak ukur

Suatu hubungan harus didasari oleh kasih sayang antara kedua belah pihak. Bila hanya salah satu pihak saja yang mendominasi atau hanya salah satu pihak yang mengusahakan hubungan tersebut, maka tentu hubungan tersebut tidak dapat berkembang. Jadi sebenarnya seberapa lama Anda sudah menjalin hubungan tidak begitu berpengaruh, asalkan dari kedua pihak sama-sama berkomitmen untuk saling mendukung.

Selain itu, kurangnya rasa saling menghargai dan rendahnya rasa percaya terhadap pasangan bisa membuat rasa cinta memudar.

Adanya masalah-masalah dalam hubungan yang tidak diselesaikan dengan baik tentu juga memengaruhi kadar cinta. Misalnya jika setiap ada masalah Anda justru ngambek dan tidak mau membicarakannya, hanya berharap pasangan mengerti maksud dan isi pikiran Anda. Hal ini tentu tidak akan menghasilkan jalan keluar, hanya bikin frustrasi sehingga lama-lama cinta memudar.

Pada intinya, banyak sekali faktor yang memengaruhi kadar cinta seseorang terhadap pasangannya. Maka, sudah lama menjalin hubungan tidak serta-merta membuat cinta memudar begitu saja. Pasti ada faktor lainnya yang perlu Anda pikirkan dan bicarakan dengan pasangan.

Bagaimana cara mempertahankan cinta kalau sudah lama menjalin hubungan?

Kunci untuk mempertahankan cinta, terutama jika Anda sudah menjalin hubungan asmara cukup lama, adalah dengan menjaga rasa percaya kepada pasangan dan juga rasa percaya diri. Kedua hal ini dapat menghasilkan perasaan tenang dan tidak membuat Anda diliputi kecemburuan dan kekhawatiran akan terjadinya selingkuh atau hal-hal lain yang mungkin dilakukan oleh pasangan Anda.

Pasalnya, banyak orang yang semakin lama menjalin hubungan justru menjadi semakin posesif dan cenderung mengendalikan pasangannya. Padahal, hasrat untuk selalu mengendalikan dan menguasai pasangan inilah yang bisa menyebabkan cinta memudar.

Berusahalah untuk selalu ada, saat pasangan Anda mengalami kesulitan. Dengarkan keluh-kesahnya, atau kalau pasangan sedang tidak ingin bercerita panjang lebar, tunjukkan bahwa Anda ada bersamanya dan mau menemaninya. Jika Anda berdua dapat menerapkan hal ini, maka perasaan nyaman dan kepercayaan dalam hubungan Anda juga dapat meningkat, meski tanpa Anda sadari.

Selain menerapkan kunci-kunci yang sudah dijelaskan di atas, Anda dan pasangan juga dapat melakukan beberapa hal yang dapat membangun romantisme dengan pasangan, antara lain:

  • Cobalah untuk bersikap hangat dan menghargai pasangan, meskipun Anda sedang bad mood atau saat bertengkar.
  • Terbukalah kepada pasangan dan jadilah pendengar yang baik.
  • Berikan kejutan-kejutan kecil yang dapat menunjukkan kalau pasangan adalah orang yang spesial dalam hidup Anda.
  • Luangkan waktu berkualitas bersama pasangan Anda, meskipun hanya sebentar.
  • Berilah dukungan kepada pasangan Anda saat dirinya mengalami kesulitan.
  • Melakukan hal-hal baru agar hubungan tidak terasa membosankan. Misalnya sama-sama mencoba jenis olahraga baru atau bergabung jadi relawan dalam sebuah komunitas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

Hampir semua orang pernah merasa kesepian. Namun, buat sebagian orang kesepian bisa jadi tanda depresi. Lalu apa perbedaan dua jenis kesepian ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Air mani encer bisa berarti tubuh Anda tidak memproduksi cukup sperma namun bukan berarti Anda tidak subur. Ini beberapa cara memperbaikinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah kondisi serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang bisa menyerang siapa saja. Cari tahu selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
erotomania syndrome adalah

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit