home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Semakin Lama Menjalin Hubungan, Cinta Akan Memudar?

Benarkah Semakin Lama Menjalin Hubungan, Cinta Akan Memudar?

Buat Anda yang sudah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangan, pasti sudah sering dengar komentar, “Nggak bosan, tuh?”. Setelah menjalin hubungan asmara dalam waktu yang lama, sensasi cinta yang menggebu-gebu memang akan terasa menurun, tak seperti di awal ketika Anda pertama kali berkenalan. Namun, apa benar cinta memudar seiring berjalannya waktu?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ternyata kualitas dari suatu hubunganlah yang dapat mempengaruhi kadar cinta itu sendiri, bukan singkat atau lamanya hubungan asmara. Hubungan asmara yang tidak disertai obsesi justru membawa kepuasan dan rasa mencintai, bahkan untuk hubungan dalam jangka panjang. Bahkan berdasarkan riset yang dilakukan terhadap pasangan yang hidup bahagia, semakin lama hubungan mereka, ternyata semakin tinggi rasa kasih sayang dan komitmen antara pasangan.

Riset juga dilakukan pada pasangan yang berpisah dan ternyata didapatkan fakta yang sangat mengejutkan, bahwa memang terdapat penurunan dalam hal kepuasan dan komitmen, tapi tidak dalam hal kadar cinta (walaupun memutuskan untuk berpisah, ternyata kadar cinta mereka tetap sama).

Lamanya hubungan tidak bisa jadi satu-satunya tolak ukur

Suatu hubungan harus didasari oleh kasih sayang antara kedua belah pihak. Bila hanya salah satu pihak saja yang mendominasi atau hanya salah satu pihak yang mengusahakan hubungan tersebut, maka tentu hubungan tersebut tidak dapat berkembang. Jadi sebenarnya seberapa lama Anda sudah menjalin hubungan tidak begitu berpengaruh, asalkan dari kedua pihak sama-sama berkomitmen untuk saling mendukung.

Selain itu, kurangnya rasa saling menghargai dan rendahnya rasa percaya terhadap pasangan bisa membuat rasa cinta memudar.

Adanya masalah-masalah dalam hubungan yang tidak diselesaikan dengan baik tentu juga memengaruhi kadar cinta. Misalnya jika setiap ada masalah Anda justru ngambek dan tidak mau membicarakannya, hanya berharap pasangan mengerti maksud dan isi pikiran Anda. Hal ini tentu tidak akan menghasilkan jalan keluar, hanya bikin frustrasi sehingga lama-lama cinta memudar.

Pada intinya, banyak sekali faktor yang memengaruhi kadar cinta seseorang terhadap pasangannya. Maka, sudah lama menjalin hubungan tidak serta-merta membuat cinta memudar begitu saja. Pasti ada faktor lainnya yang perlu Anda pikirkan dan bicarakan dengan pasangan.

Bagaimana cara mempertahankan cinta kalau sudah lama menjalin hubungan?

Kunci untuk mempertahankan cinta, terutama jika Anda sudah menjalin hubungan asmara cukup lama, adalah dengan menjaga rasa percaya kepada pasangan dan juga rasa percaya diri. Kedua hal ini dapat menghasilkan perasaan tenang dan tidak membuat Anda diliputi kecemburuan dan kekhawatiran akan terjadinya selingkuh atau hal-hal lain yang mungkin dilakukan oleh pasangan Anda.

Pasalnya, banyak orang yang semakin lama menjalin hubungan justru menjadi semakin posesif dan cenderung mengendalikan pasangannya. Padahal, hasrat untuk selalu mengendalikan dan menguasai pasangan inilah yang bisa menyebabkan cinta memudar.

Berusahalah untuk selalu ada, saat pasangan Anda mengalami kesulitan. Dengarkan keluh-kesahnya, atau kalau pasangan sedang tidak ingin bercerita panjang lebar, tunjukkan bahwa Anda ada bersamanya dan mau menemaninya. Jika Anda berdua dapat menerapkan hal ini, maka perasaan nyaman dan kepercayaan dalam hubungan Anda juga dapat meningkat, meski tanpa Anda sadari.

Selain menerapkan kunci-kunci yang sudah dijelaskan di atas, Anda dan pasangan juga dapat melakukan beberapa hal yang dapat membangun romantisme dengan pasangan, antara lain:

  • Cobalah untuk bersikap hangat dan menghargai pasangan, meskipun Anda sedang bad mood atau saat bertengkar.
  • Terbukalah kepada pasangan dan jadilah pendengar yang baik.
  • Berikan kejutan-kejutan kecil yang dapat menunjukkan kalau pasangan adalah orang yang spesial dalam hidup Anda.
  • Luangkan waktu berkualitas bersama pasangan Anda, meskipun hanya sebentar.
  • Berilah dukungan kepada pasangan Anda saat dirinya mengalami kesulitan.
  • Melakukan hal-hal baru agar hubungan tidak terasa membosankan. Misalnya sama-sama mencoba jenis olahraga baru atau bergabung jadi relawan dalam sebuah komunitas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acevedo B, Aron A. Does a Long-Term Relationship Kill Romantic Love ?. American Psychological Association. 2009 (13): 59-65

Tadinac M, Hrotmako I. Strangers in the night or Love Forever: Characteristics and Preference of Short vs Long-Term Relationship Seekers. Psychological Topics. 2006 (15): 261-276

Meyers L. The eternal questions: Does love last?. American Psychological Association. Tersedia pada http://www.apa.org/monitor/feb07/eternal.aspx. Diakses pada 1 Maret 2018

Showing Affection and Respect to Strengthen Relationships. Healthy Relationship and Marriage Education Training. 2013: 1-4

Glass S. H. Infidelity: How Did It Happen ?. Lakefront Wellness Center. 2016: 1-3

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Ivena Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x