Aseksual Tak Sama Dengan Sekadar Gairah Seks Yang Rendah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika mendengar kata “aseksual”, banyak orang yang tidak paham tentang apa arti sebenarnya. Mereka berpikir tentang seorang biarawan yang hidup selibat. Mereka berasumsi bahwa aseksual adalah sebuah kata lain untuk mendefinisikan orang yang memiliki dorongan seks rendah atau belum pernah mengalami pengalaman yang berhubungan dengan seksualitas. Namun, semua ini tidak mencerminkan apa itu aseksual yang sesungguhnya.

Jika berbicara tentang bagaimana kita mengartikan orientasi seksual, ketertarikan seksual adalah benang merah untuk menarik perbedaan antara satu sama lain. Dan, hingga pada titik tertentu, orientasi seksual adalah mengenai apa yang seseorang rasakan, bukan apa yang mereka lakukan.

Aseksualitas adalah orientasi seksual, seperti heteroseksualitas atau homoseksualitas, yang ditandai dengan kurangnya atau tidak adanya  hasrat seksual maupun ketertarikan seksual terhadap orang lain.

Aseksualitas bukan gangguan seksual

Seksualitas bisa dilihat di semua aspek dari budaya kita, mulai dari iklan, film, hingga tradisi agama. Mungkin rasanya sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana seksualitas bisa tidak memainkan peran apapun, sekecil apapun, dalam kehidupan seseorang. Namun, hanya karena aseksualitas bukan hal yang umum, bukan berarti ini adalah gangguan seksual maupun penyakit mental.

Melabeli aseksualitas sebagai penyakit kurang tepat karena seolah-olah kondisi ini menyulitkan mereka yang memilikinya. Padahal, mereka yang mengidentifikasi diri sebagai aseksual sama sekali tidak merasa terganggu dengan aseksualitas diri mereka. Menurut definisi, sebuah gangguan atau penyakit mental harus menjadi sesuatu yang menyebabkan penderitaan, kecacatan, atau menimbulkan risiko kesehatan terhadap orang yang memilikinya.

Aseksualitas bukan berarti ada yang salah dengan tubuh mereka

Dilansir dari NY Magazine, Para pakar seks pernah berteori bahwa kurangnya hasrat seksual yang dialami oleh orang-orang aseksual berarti ada sesuatu yang salah dengan tubuh mereka. Tetapi, penelitian oleh Lori Brotto dari University of British Columbia telah menemukan bahwa, pada kenyataannya, orang aseksual secara fisik tetap mampu ereksi atau menjalani pelumasan vagina seperti orang lain.

Aseksual tidak sama dengan disfungsi seksual maupun hidup selibat. Beberapa aseksual merasa jijik dengan gagasan ‘seks’ dan memilih untuk tidak terlibat dalam hubungan seks dalam bentuk apapun seumur hidup, tetapi tidak berlaku untuk keseluruhan.

Seseorang yang aseksual masih bisa berpacaran, terlibat dalam hubungan seks, masturbasi, jatuh cinta, menikah, ataupun memiliki anak. Ada banyak alasan mengapa seorang aseksual mungkin melakukan hal-hal di atas tanpa memerlukan kehadiran daya tarik seksual. Mengalami gairah seks atau orgasme juga masih memungkinkan bagi orang-orang aseksual.

Beberapa aseksual tidak memiliki pengalaman masturbasi, dan mungkin sedikit pengalaman gairah seksual. Di sisi lain, beberapa aseksual tetap memiliki pengalaman masturbasi dan gairah seks. Orang-orang aseksual masih memiliki dorongan seksual, tetapi mereka tidak menghubungkan koneksi itu kepada siapapun. Sehingga, mereka tidak memiliki ketertarikan seksual pada orang lain.

Dikutip dari The Telegraph, Michael Doré, seorang peneliti matematika di University of Birmingham sekaligus pelaksana London Asexuality Conference, menjelaskan aseksualitas dengan analogi “pulau terpencil”. Bayangkan Anda, seorang heteroseksual, terdampar di pulau terpencil hanya bersama orang-orang yang jenis kelaminnya sama dengan Anda. Sebagai seorang heteroseks, Anda tidak merasakan ketertarikan seksual terhadap mereka karena jenis kelaminnya sama dengan Anda. Namun, Anda masih memiliki hasrat seksual dan masih bisa mengalami orgasme.

Aseksual bisa memiliki hubungan asmara tanpa seks

Hanya karena seorang aseksual meniadakan seks dalam hidupnya, bukan berarti mereka tidak mengalami atau menginginkan romantisme. Hasrat terhadap seks dan terhadap cinta atau kasih sayang adalah dua hal yang berbeda. Beberapa aseksual bisa memiliki hubungan asmara dengan orang lain. Namun, pasangannya mungkin tidak bisa menyalurkan hasratnya dalam hubungan tersebut, atau individu aseksual tersebut mungkin merelakan diri berhubungan seks hanya demi pasangannya.

Aseksualitas tidak didefinisikan oleh apakah seseorang pernah atau belum pernah berhubungan seks, tetapi apakah orang tersebut ingin berhubungan seks atau tidak. Jika seorang aseksual memutuskan untuk berhubungan seks, ia masih akan aseksual sesudahnya  — karena aseksualitas adalah bagian dari jati dirinya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

    Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apakah Masturbasi Bisa Memengaruhi Nafsu Seks?

    Benar tidak, bahwa masturbasi memengaruhi nafsu seks seseorang? Apa benar masturbasi lebih baik dilakukan sebelum berhubungan seks?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 27 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

    Afterplay adalah salah satu tahapan yang paling sering diabaikan dari seks. Apakah Anda tahu bahwa afterplay setelah seks penting untuk dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pasangan malu berhubungan intim

    6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Alergi Sperma

    Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

    Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    senam kegel pria

    Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit