5 Terapi Alternatif yang Bisa Meringankan Efek Samping Pengobatan Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Tetapi, karena kemajuan di bidang medis, saat ini tingkat kesembuhan kanker semakin meningkat. Hal ini juga didukung dengan berbagai terapi alternatif yang diberikan untuk membantu mengobati kanker. Lalu, apa saja pengobatan alternatif kanker yang dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakitnya? Lalu, apakah pengobatan alternatif kanker ini aman dilakukan berbarengan dengan kemoterapi atau radioterapi?

Macam-macam pengobatan alternatif kanker untuk meringankan efek samping kemoterapi

Sebenarnya, pengobatan alternatif kanker saja tidak dapat membuat sel kanker mati atau menghambat pertumbuhannya. Namun, terapi dampingan ini lebih ditujukan untuk membuat pasien menjadi lebih nyaman, kuat, dan aman ketika mengalami pengobatan.

Selain itu, pengobatan alternatif kanker ini juga dianggap dapat mengurangi gejala dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan medis sehingga terapi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan lebih cepat. Apa saja terapi alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati kanker?

1. Yoga

Yoga adalah jenis olahraga yang dianggap aman untuk dilakukan oleh pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan kanker. Olahraga ini melatih pernapasan dan membantu melenturkan tubuh sehingga tak membuat pasien kanker kelelahan, justru membuat rileks serta nyaman.

Beberapa penelitian sudah membuktikan kalau pasien kanker yang melakukan yoga dengan rutin selama menjalani pengobatan utamanya lebih merasa rileks dan tidak terlalu banyak mengalami efek samping pengobatan.

2. Akupunktur

Pengobatan alternatif yang berasal dari negeri bambu ini sekarang telah menjadi terapi tambahan yang dianjurkan bagi penderita kanker. Dalam berbagai penelitian telah dibuktikan bila memang akupunktur dapat meringankan gejala yang timbul akibat pengobatan kanker, seperti mual, muntah, mulut kering, kelelahan, dan depresi.

Selain itu, akupunktur juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan dan mencegah seseorang kehilangan berat badan yang berlebihan yang sering terjadi ketika seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi. Jika Anda ingin melakukan terapi ini, maka cari lah ahli terapi akupunktur yang telah memiliki lisensi atau bersertifikat.

3. Akupresur

Hampir mirip dengan akupunktur, namun tak menggunakan jarum, akupresur dianggap sebagai pengobatan alternatif kanker yang dapat membantu mengurangi efek samping kemoterapi atau radioterapi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 orang pasien kanker yang diberikan terapi akupresur selama kemoterapi berlangsung menyatakan bahwa terapi ini cukup efektif untuk mencegah maupun meringankan rasa mual.

4. Pijat

Pijat juga dapat menjadi pilihan Anda untuk membuat diri rileks, nyaman, dan tentunya mampu mengurangi efek samping pengobatan kanker. Bahkan metode ini cukup aman dilakukan bagi orang yang memiliki kanker stadium lanjut.

Tetapi, hati-hati dengan beberapa bagian tertentu. Bagi Anda yang memiliki jenis kanker padat, hindari pijatan pada bagian tubuh yang terkena kanker tersebut. Pijatan dapat memicu kanker padat tumbuh menjadi lebih besar. Jika Anda sedang menjalani radiasi, maka Anda juga harus menghindari pijatan bagian-bagian yang terkena sinar radiasi, sebab biasanya bagian kulit di sekitar tubuh tersebut lebih sensitif.

5. Aromaterapi

Minyak aromaterapi dapat Anda gunakan untuk membuat diri Anda nyaman dan rileks selama pengobatan kanker berlangsung. Pilihlah minyak esensial seperti peppermint atau eucalyptus, yang memiliki aroma kuat, namun menenangkan. Anda dapat mengusapkannya pada beberapa bagian permukaan kulit Anda atau juga bisa Anda gunakan sebagai campuran air rendaman Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit