Daun pecut kuda sering kali hanya dianggap sebagai tanaman liar. Padahal, tanaman ini diduga memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja? Ketahui selengkapnya di bawah ini.
Daun pecut kuda sering kali hanya dianggap sebagai tanaman liar. Padahal, tanaman ini diduga memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Daun pecut kuda, dengan nama latin Achyranthes Aspera, adalah jenis tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai kondisi.
Daun pecut kuda atau Achyranthes Aspera diketahui memiliki kandungan sebagai berikut.
Semua bagian dari tanaman ini, mulai dari akar, biji, dauh, batang, dan bunga, diketahui berpotensi digunakan sebagai pengobatan alternatif.
Daunnya sendiri umumnya bisa tumbuh hingga mencapai panjang 8—10 cm dan lebar 7—8 cm. Bentuk daun menyerupai telur dengan bagian bawah melebar dan bagian ujung yang menyempit.
Saat ini, tanaman pecut kuda juga mulai digunakan dalam pengobatan medis.
Ada sejumlah potensi manfaat yang diketahui bisa diperoleh dari daun pecut kuda. Berikut di antaranya.

Dilansir dari Jurnal Pangan dan Agroindustri, kandungan antibakteri dalam tanaman pecut kuda telah diteliti dan terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
Fungsi ini juga diketahui bisa secara aktif menghambat bakteri Streptococcus pyogenes lebih baik dibandingkan dengan penggunaan obat penisilin.
Achyranthens Aspera diketahui memiliki potensi manfaat sebagai obat keputihan pada wanita.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman pecut kuda yang telah dijadikan serbuk bisa membantu pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan salah satu penyebab keputihan.
Berdasarkan Future Journal of Pharmaceutical Sciences, tanaman pecut kuda sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Afrika untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk demam.
Ini karena tanaman pecut kuda memiliki fungsi sebagai antioksidan dan anti-peradangan, meski memiliki zat antivirus yang lemah.
Tanaman ini punya kandungan asam asorbik yang punya sifat antioksidan dan bisa meningkatkan kinerja sistem imun. Fungsi tersebut berpotensi bantu melawan penyebab infeksi yang juga bisa menimbulkan demam, seperti virus COVID-19.
Ekstrak dari tanaman pecut kuda diketahui bisa membantu mempercepat penyembuhan luka.
Melalui sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, luka yang terbuka dapat tertutup kembali dengan sempurna pada hari ke-12 setelah penggunaan salep dari ekstrak tanaman pecut kuda 5%.
Dalam jurnal MIPA, oleh masyarakat wilayah Tomohon di Sulawesi Utara, tanaman pecut kuda juga bisa disebut dengan tanaman ekor tikus.
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak Achyranthens Aspera memiliki beberapa zat antioksidan.
Zat ini meliputi senyawa melabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin.
Zat antioksidan ini bisa membantu melindungi tubuh dari efek radikal bebas.
Suplemen yang terbuat dari tanaman pecut kuda diketahui punya potensi mengurangi lemak berlebih di dalam tubuh.
Cara kerjanya yaitu dengan mencegah penumpukan lemak di bagian perut yang mengatur berat badan.
Air perasan dan bubur tanaman pecut kuda dinilai berpeluang meredakan sejumlah gejala pada kulit, seperti ringworm, bisul, dan kulit mengelupas.
Cara pakainya pun tidak sulit. Anda cukup tempelkan air perasan atau bubur secara langsung pada kulit.
Meski terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, daun pecut kuda tetap perlu digunakan dengan hati-hati.
Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan daun pecut kuda, di antaranya sebagai berikut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Yadav, R., Rai, R., Yadav, A., Pahuja, M., Solanki, S., & Yadav, H. (2016). Evaluation of antibacterial activity of Achyranthes aspera extract against Streptococcus mutans: An in vitro study. Journal Of Advanced Pharmaceutical Technology &Amp; Research, 7(4), 149. https://doi.org/10.4103/2231-4040.191426
Almoshari, Y. (2022). Medicinal plants used for dermatological disorders among the people of the kingdom of Saudi Arabia: A narrative review. Saudi Journal Of Biological Sciences, 29(6), 103303. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2022.103303
Ndhlala, A., Ghebrehiwot, H., Ncube, B., Aremu, A., Gruz, J., & Šubrtová, M. et al. (2015). Antimicrobial, Anthelmintic Activities and Characterisation of Functional Phenolic Acids of Achyranthes aspera Linn.: A Medicinal Plant Used for the Treatment of Wounds and Ringworm in East Africa. Frontiers In Pharmacology, 6. https://doi.org/10.3389/fphar.2015.00274
Rani, N., Sharma, S., & Vasudeva, N. (2012). Assessment of Antiobesity Potential ofAchyranthes asperaLinn. Seed. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2012, 1-7. https://doi.org/10.1155/2012/715912
Jackson, G. (2023). Devil’s horse whip (512). Retrieved 28 February 2023, from https://apps.lucidcentral.org/pppw_v11/text/web_full/entities/devils_horse_whip_512.htm
Campus, G., & Campus, G. (2018). Devil’s horsewhip — The Plant Encyclopedia — THE GREEN INSTITUTE. Retrieved 28 February 2023, from https://greeninstitute.ng/plants/tag/Devil%27s+horsewhip
Utami, K., & Sari, I. (2019). Pengaruh Pemberian Topikal Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis (l.) Vahl) terhadap Penyembuhan Luka Terbuka pada Punggung Mencit (mus musculus). KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia Dan Pendidikan Kimia, 2(1), 21-27. Retrieved from https://ejurnalunsam.id/index.php/katalis/article/view/1829
Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) pada Merpati dengan Parasetamol sebagai Pembanding(2023). Retrieved 28 February 2023, from http://repo.poltekkes-medan.ac.id/jspui/bitstream/123456789/920/1/KARYA%20TULIS%20ILMIAH%20GRACE.pdf
Dewi, S., Yuliawati, K., & Sadiyah, E. (2017). Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Bertingkat dan Fraksi Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) terhadap Candida albicans. Prosiding Farmasi, 0(0), 337-343. Retrieved from http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/farmasi/article/view/7940
Rante, T. R., Simbala, H. E., & Mansauda, K. L. (2020). Skrining fitokimia Dan potensi Antioksidan Dari Ekstrak Daun Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta Jamaicensis L) dengan metode 1.1 diphenyl-2-picrylhydracyl (DPPH). Jurnal MIPA, 9(2), 91. https://doi.org/10.35799/jmuo.9.2.2020.29000
Wahyudi, V. A., Seqip, P., & Sahirah, N. (2020). Formulasi permen pereda radang tenggorokan dari Daun pecut Kuda (stacytarpheta jamaicensis) Sebagai Pangan fungsional. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 7(4), 31-41. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2019.007.04.4
Adeleye, O., Femi-Oyewo, M., Bamiro, O., Bakre, L., Alabi, A., & Ashidi, J. et al. (2021). Ethnomedicinal herbs in African traditional medicine with potential activity for the prevention, treatment, and management of coronavirus disease 2019. Future Journal Of Pharmaceutical Sciences, 7(1). https://doi.org/10.1186/s43094-021-00223-5
Versi Terbaru
14/03/2023
Ditulis oleh Reikha Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita