Begini Caranya Kuat Berdesak-desakan Saat Beribadah Haji di Tanah SuciIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Hal yang perlu Anda persiapkan untuk beribadah haji adalah kondisi fisik. Berdasarkan artikel yang dilansir laman resmi Kementerian Agama RI, haji dikategorikan dalam ibadah yang membutuhkan kesehatan fisik maksimal. Kegiatan haji seperti Tawaf, Sa’i, dan selama berada di Mina memerlukan kondisi fisik yang prima karena jemaah pasti akan mengalami berdesakan dengan jemaah dari negara lain. Berikut tips untuk tetap kuat dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kebugaran merupakan modal utama ibadah haji yang mabrur

Saat menjalankan ibadah haji, Anda akan sering berdesakan dengan ribuan jemaah lain pada waktu yang sama, dalam ruang terbatas, dan cuaca yang panas. Oleh karena itu, jika kondisi fisik tidak mendukung, jemaah akan dengan mudah mengalami masalah kesehatan hingga yang paling parah yaitu dapat mengancam nyawa.

Kemampuan fisik jemaah haji harus dilatih sejak persiapan awal. Jauh sebelum hari keberangkatan, Anda sudah harus mulai rutin berolahraga agar tubuh menjadi terbiasa. Kemenag menjelaskan, kesehatan Anda dipengaruhi oleh empat faktor, di antaranya:

  • Perilaku personal: 40%
    Poin pertama ini mencakup kebiasaan sehari-hari atau PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan pola makan.
  • Keadaan lingkungan: 30%
    Perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi ikut memengaruhi kondisi fisik jemaah haji.
  • Keturunan/Genetik: 10%
    Kondisi kesehatan yang diturunkan orang tua, misalnya Anda mungkin mengidap penyakit turunan hipertensi atau diabetes.
  • Pelayanan kesehatan: 20%
    Calon jemaah haji harus ikut aktif dalam pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan pada lembaga yang telah ditetapkan pemerintah agar kondisi tetap terjaga.

Perilaku personal atau pribadi menjadi faktor terbesar yang memengaruhi kesehatan jemaah haji. Hal ini senada dengan yang disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka ketika ditemui di kantor Kemenkes. Beliau menyampaikan bahwa sebagian jemaah belum bisa mengontol diri sendiri selama menjalani ibadah haji.

Selain lalai dalam menjalankan hidup sehat, kondisi dari setiap jemaah berbeda-beda sehingga masing-masing harus tahu batasan dalam melakukan kegiatan. Terkadang jemaah haji mudah untuk tergiur ajakan untuk melakukan ibadah sunnah padahal kondisi fisik sudah tidak memadai.

Tips ibadah haji dari dr. Eka adalah selalu menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebaik mungkin karena kesehatan merupakan modal utama dalam kelancaran menunaikan ibadah haji.

Tips menjaga kondisi fisik saat ibadah haji

Berikut beberapa cara agar jemaah tetap lancar menjalankan segala kegiatan ibadah haji, termasuk saat berdesakan dengan sesama jemaah.

1. Mencegah gangguan kesehatan karena cuaca panas

Kegiatan ibadah saat di Mekkah maupun Madinah sebagian besar dilakukan di luar ruangan. Jemaah rentan mengalami heat stroke atau kepanasan sehingga menyebabkan kelelahan hingga jatuh sakit. Lindungi diri dari teriknya matahari dari luar dan dalam dengan:

  • Memperbanyak minum air (air putih, zamzam, jus, dan sebagainya).
  • Berusaha menghindari paparan matahari secara langsung, gunakan payung atau topi jika diperbolehkan.
  • Hindari melakukan ibadah yang berlebihan dan istirahat yang cukup setelah melakukan kewajiban haji untuk mengembalikan energi.
  • Konsumsi suplemen vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

2. Memperhatikan dan menjaga asupan makanan

Para jemaah haji juga perlu selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Meski sudah disediakan oleh para petugas, makanan dari luar seperti jajanan atau camilan dapat menyebabkan keracunan. Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan hal sebagai berikut:

  • Selalu mencuci buah atau sayur.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa ketika membeli makanan.
  • Hindari mengonsumsi makanan tanpa penutup karena rentan dihinggapi serangga dan terkena polusi.
  • Cuci tangan yang bersih sebelum dan sesudah mempersiapkan makan dan saat makan.
  • Hindari menyimpan makanan di bus terlalu lama ketika berpindah dari satu tempat ke tempat ibadah lain.

Menyimpan makanan pada suhu dalam bus lebih dari dua jam memicu tumbuhnya bakteri. Hal ini menyebabkan para jemaah keracunan makanan saat ibadah haji.

3. Menggunakan alas kaki yang nyaman dan mendukung selama ibadah haji

Ibadah haji memaksa Anda untuk banyak melakukan kegiatan berjalan kaki sehingga penting untuk menggunakan sepatu atau sandal yang dapat mengurangi risiko cedera pada kaki. Apalagi, penuhnya tempat ibadah menyebabkan durasi menjadi lama dan Anda kemungkinan besar akan berdesakan juga.

Pilih alas kaki yang memiliki bantalan empuk, terutama di bagian tumit dan mata kaki. Ukuran alas kaki harus pas, karena jika longgar akan menyebabkan lecet. Sementara jika terlalu kecil, dapat memicu kram di jari kaki dan luka. Anda dapat menggunakan pelembap yang dioleskan tiga kali dalam sehari untuk mengurangi gesekan selama berjalan.

Setiap jemaah haji pasti tidak mau melewatkan kesempatan untuk beribadah semaksimal mungkin selama di Tanah Suci. Namun di sisi lain, Anda sangat bergantung pada kondisi tubuh agar dapat menjalani ibadah haji.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 26, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca