5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi (tekanan darah tinggi), Anda jadi lebih mudah merasa pusing dan ingin muntah. Terlebih saat puasa, tubuh mulai mengurangi produksi hormon-hormon tertentu dalam tubuh yang menyebabkan tekanan darah cenderung naik. Alhasil, hari-hari puasa Anda mungkin terganggu. Lantas, adakah cara untuk mengatasi tekanan darah tinggi saat puasa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Puasa bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah seseorang mencapai 140/90 mmHg. Normalnya, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg.

Saat puasa pun Anda akan sangat mungkin mengalami lonjakan tekanan darah. Pasalnya, proses metabolisme dalam tubuh berjalan lebih lambat sehingga penumpukan lemak terjadi lebih cepat.

Hal ini membuat aliran darah menjadi tidak lancar sehingga tubuh membutuhkan tekanan yang lebih agar darah yang mengangkut oksigen bisa segera sampai ke organ-organ tubuh. Akibatnya, tekanan darah menjadi meningkat.

Meski begitu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Hypertension tahun 2016, puasa nyatanya dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi ringan hingga sedang. Pada saat puasa, ada perubahan pola makan dan tidur. Kondisi ini memengaruhi sistem saraf simpatik, sistem renin, dan hormon antidiuretik yang membuat tekanan darah menurun.

Selain itu, puasa juga memberikan kesempatan pada tubuh Anda untuk beristirahat dari makanan pemicu tekanan darah tinggi dan masalah emosi. Alhasil, tekanan darah cenderung stabil selama berpuasa.

Panduan mengatasi tekanan darah tinggi saat puasa

1. Periksa ke dokter secara rutin

hipertensi maligna

Menjelang puasa, Anda dianjurkan untuk melakukan medical check up atau pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda. Di sini dokter akan menentukan apakah Anda diperbolehkan untuk berpuasa atau tidak dengan melihat seberapa besar tingkat keparahan hipertensi Anda.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat antihipertensi untuk membantu mengendalikan tekanan darah tinggi saat puasa. Pastikan Anda sudah menanyakan pada dokter waktu terbaik untuk minum obat tersebut dan efek samping yang mungkin terjadi.

Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Jadi, begitu tekanan darah mulai melonjak, Anda sudah dapat mengantisipasinya.

2. Perbanyak minum air putih

jenis air minum, air putih, air suling, purified water, distilled water

Tanpa disadari, kekurangan cairan dalam tubuh dapat memengaruhi tekanan darah Anda. Maka itu, kunci terbaik untuk mengendalikan tekanan darah tinggi saat puasa adalah dengan memperbanyak minum air putih saat sahur dan buka puasa.

Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda setidaknya delapan gelas sehari. Ini bermanfaat untuk mencegah dehidrasi saat puasa yang dapat mengembangkan risiko komplikasi hipertensi di kemudian hari.

Ingat, Anda tidak dianjurkan untuk minum minuman berkafein seperti kopi, teh, atau minuman bersoda. Sebab, minuman berkafein dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah hingga 10 mmHg.

3. Hindari makanan tinggi garam

membatasi makan garam bikin kekurangan yodium?

Makanan tinggi garam adalah penyumbang terbesar pada kenaikan tekanan darah. Itulah mengapa Anda dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka. Contohnya kacang asin, acar, makanan kaleng, sosis, keju olahan, keripik, dan sebagainya.

Mengurangi kadar garam pada menu makanan membantu menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mmHg. Ini tentu bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung. Maka itu, batasi jumlah garam setidaknya 5 gram per hari (2000 mg natrium) atau setara dengan satu sendok teh per hari untuk orang dewasa. Agar lebih sehat, tukar dengan bawang putih atau rempah-rempah lainnya yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan Anda.

4. Perbanyak makan sayur dan buah

Jadikan buah dan sayuran sebagai bagian penting pada menu makanan Anda saat sahur maupun berbuka puasa. Pasalnya, sayur dan buah-buahan mengandung kalium tinggi yang dapat mengurangi efek natrium pada darah. Tentu saja, ini bermanfaat untuk mengatasi tekanan darah tinggi saat puasa.

Kebiasaan makan sayur dan buah setiap hari, termasuk saat sahur dan berbuka puasa, diyakini dapat menurukan tekanan darah hingga 11 mmHg. Sumber kalium yang baik terdapat pada pisang, alpukat, apel, melon, jeruk, dan mangga. Pilih sayuran hijau yang tinggi serat dan kalium seperti bayam, sawi, dan brokoli yang dapat menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.

5. Seimbangkan olahraga dan istirahat yang cukup

setelah operasi kanker serviks

Olahraga teratur adalah cara terbaik untuk mengendalikan tekanan darah. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan oleh orang yang berpuasa dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Anda tidak perlu melakukan olahraga intensitas tinggi yang bikin cepat lelah. Pilih olahraga intensitas ringan seperti jogging atau bersepeda di pagi atau sore hari. Yang terpenting adalah usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah.

Selain itu, imbangi djuga dengan istirahat yang cukup, setidaknya 7 jam saat tidur malam untuk menjaga stamina saat berpuasa. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis olahraga yang cocok untuk kondisi tubuh Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

3 Olahraga yang Bisa Dilakukan Bersama Anak di Rumah Saat Puasa

Ajak keluarga Anda lebih sehat lagi selama bulan Ramadan. Saatnya manfaatkan waktu olahraga bersama anak saat puasa dan tetap penuhi kebutuhan air minum.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020