Perlukah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Minuman isotonik sering dikenal sebagai minumannya para atlet. Hanya saja, memasuki bulan Ramadan, iklan minuman isotonik mulai bermunculan dan mengaitkan fungsi minuman ini yang dapat membantu seseorang saat menjalani puasa setiap hari.

Siapa yang sebenarnya membutuhkan minuman isotonik? Apakah aman mengonsumsi minuman ini setiap hari saat puasa?

Apakah minuman isotonik penting saat puasa?

Minuman isotonik puasa

Isotonik adalah salah satu jenis sports drink dengan kandungan karbohidrat, mineral, dan elektrolit tinggi.

Mineral dan elektrolit berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena berkeringat. Sedangkan karbohidrat berfungsi untuk memastikan asupan energi agar tubuh bisa terus melakukan aktivitas fisik berat. Misalnya, untuk menjaga ketahanan atlet saat sedang bertanding.

Olahraga yang membutuhkan ketahanan (endurance) seperti triathlon memiliki risiko dehidrasi karena produksi keringat yang berlebih.

Atlet yang melakukan pertandingan durasi panjang ini, bisa kehilangan sekitar setengah liter sampai 3 liter keringat dalam satu jam. Studi yang dipublikasi di jurnal PubMed mengatakan atlet bisa kehilangan 6% berat tubuh karena berkeringat dalam sebuah pertandingan menantang.

Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi. Dalam kondisi ini, minuman isotonik jadi solusi.

Kondisi ini tentunya berbeda pada orang puasa dengan aktivitas normal (tidak melakukan olahraga berat). Anda mungkin hanya kekurangan air sehingga tidak perlu mengonsumsi minuman isotonik setiap hari saat sahur atau berbuka puasa.

Francis Wang, dokter di Harvard Medical School, mengatakan saat haus atau dehidrasi biasa, air putih adalah pilihan utama.

Untuk menghindari dehidrasi selama puasa, Anda bisa menyiasatinya dengan asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka. Seperti penuhi kebutuhan air putih, kurangi makanan asin, serta konsumsi buah dan sayur. 

Minuman isotonik berdampak buruk jika dikonsumsi setiap hari

Minuman isotonik puasa

Kandungan isotonik secara umum baik bagi tubuh. Hal tersebut dengan catatan bahwa kandungan gula di dalamnya masih dalam batas normal dan tidak mengandung bahan pengawet.

Minuman isotonik kemasan mayoritas mengandung tinggi gula, pemanis buatan, dan bahan pengawet. Ini membuat konsumsi minuman isotonik setiap hari (saat sahur dan berbuka) bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebagai contoh, satu botol minuman isotonik merek ternama di Indonesia berukuran 600 ml mengandung 150 kalori yang setara dengan 10 sendok teh gula pasir. Anda bisa mengalami peningkatan gula darah yang tentunya berbahaya terutama bagi penderita diabetes. 

Selain itu, kandungan bahan pengawet dalam minuman isotonik bisa membuat beberapa gangguan saat puasa seperti tenggorokan sakit dan gatal. Jika dikonsumsi terus menerus, bahan pengawet bisa menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh.

Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi minuman isotonik saat puasa, usahakan tidak meminumnya terlalu sering dan perhatikan komposisi yang tertera dalam kemasan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Nikmat memang minum jus buah untuk meredakan dahaga saat berbuka puasa. Namun, amankah jika langsung minum jus buah saat berbuka?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit
menu takjil untuk anak

Agar Tak Bosan di Rumah, Ini Menu Takjil yang Bisa Dimasak Bersama Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Minum air mineral selama puasa dapat membantu kebutuhan cairan tubuh

Meski di Rumah Saja, Ini Pentingnya Minum yang Cukup Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit