5 Kunci Menjaga Kesehatan Gigi Bagi Perokok dan Mantan Perokok

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merokok bisa menyebabkan gigi menguning (bahkan menghitam), bau mulut, serta meningkatkan risiko berbagai infeksi gigi dan gusi hingga kanker mulut. Semakin banyak dan semakin lama Anda merokok, semakin terlihat kerusakannya. Meski demikian, memperbaiki kondisi gigi dan mulut perokok yang terlanjur rusak bukanlah hal yang mustahil — bahkan jika Anda sudah berhenti merokok. Simak caranya berikut ini.

Cara menjaga kebersihan gigi dan mulut perokok dan mantan perokok

1. Rutin sikat gigi

penyebab gusi berdarah saat puasa

Semua orang wajib hukumnya rajin gosok gigi. Tak terkecuali perokok dan mantan perokok yang notabene gigi serta mulutnya punya banyak masalah karena efek kandungan tar dan nikotin dalam tembakau.

Perokok dan mantan perokok harus menyikat gigi secara teratur setidaknya dua sampai tiga kali sehari, yaitu pada pagi hari, siang/sore, dan malam hari sebelum tidur.

Pastikan juga cara menyikat gigi Anda benar. Letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dengan posisi membentuk sudut 45 derajat. Mulai dari bagian gigi yang biasa dipakai untuk mengunyah, yaitu gigi yang dekat dengan pipi dan lidah. Sikatlah dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama sekitar 20 detik untuk setiap bagian.

2. Pakai sikat gigi dengan kualitas baik

bentuk dan fungsi sikat gigi

Selain dengan rajin menggosok gigi, kebersihan gigi dan mulut perokok juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kualitas sikat gigi yang dipakai.

Ada banyak jenis sikat gigi yang dijual di pasaran. Bagi para perokok dan mantan perokok, pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu sikat halus dan fleksibel dengan pola sikat selang-seling yang dapat mengangkat plak gigi secara efektif. Alternatifnya, pilih sikat gigi yang memiliki pola bulu sikat bertingkat untuk menjangkau daerah gigi yang sulit untuk dibersihkan.

3. Pakai benang gigi (dental floss)

Mulut perokok dan mantan perokok rentan dihantui berbagai masalah seperti gigi bernoda, gusi menghitam, bau mulut, hingga risiko infeksi. Maka di samping rutin menyikat gigi, Anda juga perlu menjaga kesehatan gusi dengan pakai benang gigi (dental floss) setidaknya satu kali sehari, yakni pada malam hari.

Flossing bisa bantu membersihkan sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi dan sulit dijangkau oleh sikat gigi. Jika terus dibiarkan dalam waktu lama, plak di sela gigi bisa meningkatkan risiko infeksi pada gusi. Plak di sela gigi juga bisa berubah menjadi karang gigi yang sulit diberantas.

4. Berkumur pakai obat kumur

kumur setelah seks mencegah gonore

Bau mulut perokok serta keluhan mulut asam yang sering dilaporkan oleh mantan perokok bisa diusir dengan berkumur pakai obat kumur setidaknya satu kali sehari.

Ada banyak jenis obat kumur yang tersedia di pasaran, tapi pastikan produk yang Anda pilih mengandung agen antibakteri yang mampu membasmi bakteri penyebab bau mulut dan masalah lainnya yang sering terjadi di mulut.

5. Periksa kesehatan gigi secara berkala

periksa gigi rutin

Meski Anda sudah rutin melakukan semua hal di atas, bukan berarti Anda bisa membolos kontrol gigi rutin di dokter gigi. Kerusakan yang sudah terlanjur terjadi tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Yang ada, kerusakan tersebut malah bisa semakin parah dan menyakitkan jika tidak segera ditangani. Maka, Anda perlu bantuan dokter gigi untuk mengatasinya.

Ingatkan diri sendiri untuk rutin periksa gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali, atau mungkin lebih sering lagi jika Anda punya masalah gigi dan gusi tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Orang tua lebih rentan mengalami gigi ompong. Lantas, pada usia berapa gigi lansia akan mulai ompong dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Macam-Macam Jenis Vape (Rokok Elektrik) Plus Risiko Bahayanya yang Perlu Anda Tahu

Bahaya vape alias rokok elektrik diklaim tidak sebesar rokok tembakau. Namun, bukan berarti tak ada efek samping sama sekali, lho.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 19 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Cari tahu hubungan dan betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, demi mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kesehatan mulut dan gigi
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Bagaimana bentuk wajah Anda saat berkaca? Apakah posisi mata, telinga, dan bagian muka lainnya sudah tepat atau tidak simetris?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara berhenti merokok

12 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit