Kapan Sebaiknya Memasang Behel agar Tetap Aman dan Efektif?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak mau memiliki gigi yang rapi dan terlihat simetris. Hanya saja, tidak semua orang dapat memiliki gigi yang rapi secara alami. Pertumbuhan gigi sulit diprediksi sehingga sebagian orang perlu memasang behel agar gigi berada pada posisi yang seharusnya.

Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, behel atau kawat gigi yang dipasang oleh dokter gigi berguna untuk mengatasi gigi yang tidak pada posisinya. Fungsi behel ini juga berlaku pada rahang Anda. Pertanyaannya, kapan atau usia berapa sebaiknya seseorang menggunakan behel? Lalu apakah orang dewasa masih bisa memakai behel?

Waktu terbaik untuk memasang behel

cara merawat gigi dikawat

Menurut Dr. Thomas J. Salinas, D.D.S yang juga dikutip dari Mayo Clinic, biasanya kawat gigi dapat mulai dipasang pada anak ketika semua gigi susunya sudah tanggal. Anda dapat mulai berkonsultasi ketika anak berusia tujuh tahun pada dokter gigi untuk mendapat evaluasi mengenai penggunaan behel.

Namun berkonsultasi dengan dokter mengenai gigi sejak dini bukan berarti anak akan langsung dipasangkan behel. Hal ini dilakukan untuk mengetahui masalah yang menyebabkan gigi berantakan sehingga dokter dapat menentukan jenis perawatan apa yang paling sesuai dan efektif.

Pada umumnya, gigi permanen akan tumbuh sempurna pada usia 8 hingga 14 tahun. Saat inilah pemasangan behel dapat dilakukan.

Dr. Thomas menambahkan, jika waktu terbaik untuk memasang behel dapat bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab gigi berantakan.

Beberapa alasan untuk memasang behel atau kawat gigi di antaranya seperti gigi yang tumbuh ke samping, saling tindih, atau bad bite (ukuran rahang atas dan bawah tidak sama).

Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada waktu atau usia pasti mengenai memasang behel. Sebagian anak bahkan sudah mulai menggunakan behel di usia enam tahun.

Berarti, orang dewasa juga bisa memasang behel?

gusi bengkak karena behel

Ya, tentu saja. Orang dewasa dapat memasang dan melakukan perawatan menggunakan kawat gigi dengan berbagai alasan. Mulai dari kondisi medis hingga sebagai kosmetik.

Bahkan menurut American Association of Orthodontists yang dikutip dari Health.harvard.edu, satu dari lima orang yang memasag behel berusia di atas 18 tahun.

Namun, jika Anda berniat untuk memasang behel, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Gigi orang dewasa sudah tidak akan tumbuh lagi, sehingga sebagian perubahan struktur gigi tidak bisa dicapai tanpa operasi.
  • Proses pembenahan atau perawatan menggunakan kawat gigi dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Meski proses pembenahan berbeda-beda bagi setiap orang, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu selama dua tahun.
  • Jika penggunaan behel disertai perawatan dental lainnya, Anda perlu menemui dokter gigi lebih sering agar tidak terjadi efek samping, contohnya seperti penyakit gusi.

Jenis behel atau kawat gigi yang perlu Anda tahu

proses memasang behel

Jenis behel sekarang ini lebih nyaman digunakan apabila dibanding dengan jenis terdahulu. Kawat yang digunakan juga tidak setebal jenis yang lama tetapi justru berfungsi lebih efektif.

Behel yang terbuat dari stainless steel masih termasuk yang paling sering digunakan mengingat harganya yang lebih terjangkau. Anak muda biasanya cenderung memilih kawat dan karet berwarna dengan alasan kosmetik.

Di sisi lain, terdapat juga behel yang terbuat dari keramik dan plastik yang memiliki warna sama seperti gigi agar tidak terlalu mencolok serta ukurannya yang lebih kecil. Namun, keduanya cenderung lebih mahal. Behel keramik juga berisiko untuk patah dan lebih keras sehingga mengganggu kenyamanan.

Kebutuhan untuk memasang behel bergantung pada setiap individu. Anda perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk memasang behel. Meski penggunaan behel atau kawat gigi sebaiknya dimulai sejak dini, orang dewasa tetap bisa memulai metode merapikan gigi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Anda mungkin tertarik untuk pasang behel alias kawat gigi untuk memperbaiki gigi yang berantakan. Seperti apa proses pemasangannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Behel Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Benar Atau Salah?

Walau dikenal ampuh untuk merapikan struktur gigi, behel juga bisa bikin gigi jadi kuning. Benar atau tidak, ya? Yuk, simak penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 19 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Mau Merapikan Gigi, tapi Tak Pede Pakai Behel? Ini Solusinya!

Pakai behel (kawat gigi) adalah perawatan utama untuk merapikan gigi. Namun, ada yang tidak pede menggunakan alat ini. Tenang, ada solusinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Konten Bersponsor
merapikan gigi pakai behel
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Risiko Meratakan Gigi dengan Behel Transparan Berkualitas Rendah

Harga miring, bikin Anda ingin membuat behel sendiri? Hati-hati, ternyata ada risiko dibalik meratakan gigi di rumah yang bisa membuat senyum Anda hilang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Konten Bersponsor
risiko meratakan gigi rumah
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 18 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merapikan gigi

7 Cara Merapikan Gigi yang Bisa Anda Coba di Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
gigi kelinci gigi tonggos

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
retainer gigi

Setelah Lepas Behel, Apakah Perlu Pakai Retainer Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
kelebihan kekurangan pakai kawat gigi alias behel

Manfaat dan Risiko Memakai Kawat Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit