4 Tips Ampuh Menghentikan Gusi Berdarah Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gusi berdarah setelah cabut gigi adalah hal yang wajar. Darah juga mungkin keluar bersama air liur. Efek samping cabut gigi ini umumnya aman dan tidak menyebabkan komplikasi. Tapi, adakah cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi?

Beragam cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi

Biasanya, pendarahan setelah cabut gigi mulai terjadi dalam 3-20 menit setelah proses pencabutan. Panduan berikut bisa Anda ikuti untuk menghentikan pendarahan setelah cabut gigi.

1. Gigit kapas

Gigit pelan kapas atau gulungan kain kasa pada lokasi gigi yang dicabut. Hal ini membantu menghentikan pendarahan dan mencegah darah tertelan bersamaan dengan air liur. Jangan mengunyah atau menekan kapas terlalu keras agar darah yang keluar tidak semakin deras.

2. “Kompres” pakai kantong teh

Selain menggunakan kapas, Anda bisa menghentikan pendarahan setelah cabut gigi dengan kantong teh (disarankan teh hijau atau teh hitam). Selipkan kantong teh bekas seduhan (dinginkan terlebih dulu) di antara lokasi gigi yang dicabut dan gigit pelan selama 30 menit. Teh mengandung zat tannic acid yang mampu menghambat pendarahan.

3. Jaga posisi kepala lebih tinggi dari jantung

Jaga posisi kepala tetap lebih tinggi dari jantung saat duduk atau tidur. Hal ini berguna untuk menghentikan pendarahan.

4. Hindari beraktivitas terlalu berat

Perbanyak istirahat dan makan makanan lunak, seperti sup hangat, pudding lembut, atau yogurt dingin. Sebisa mungkin hindari melakukan hal-hal di bawah ini setelah cabut gigi:

  • Jangan merokok atau meludah selama 48 jam setelah prosedur karena merokok akan memperlambat penyembuhan jaringan gusi
  • Jangan minum atau makan makanan panas selama 24 jam karena bisa panas menghambat pembekuan darah.
  • Jangan menggunakan sedotan atau mengunyah selama 24 jam

Masa penyembuhan setelah cabut gigi biasanya memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Jaringan gusi itu sendiri butuh waktu sekitar 3-4 minggu untuk menutup lukanya. Sedangkan untuk penyembuhan tulang gigi yang habis dicabut bisa menghabiskan waktu sekitar 6-8 bulan, tergantung dari ketelatenan Anda merawat kebersihan gigi.   

Bagaimana cara mengurangi rasa sakit sehabis cabut gigi?

Gusi berdarah setelah cabut gigi kadang disertai dengan rasa sakit atau nyeri. Kondisi ini biasa disebut dry socket. Socket atau soket merupakan lubang pada tempat gigi yang dicabut. Nah, setelah gigi dicabut, nantinya akan ada darah yang menggumpal di bagian soket gigi. Penggumpalan darah ini berfungsi untuk melindungi tulang dan saraf gigi dari bahan-bahan asing, seperti makanan dan minuman yang Anda makan. Soket ini, lama kelamaan akan membentuk jaringan pada gusi sampai merapat sempurna.

Jadi tidak jarang kalau soket yang belum mengering lalu terpapar udara bisa menyebabkan saraf dan tulang di bagian tersebut terasa nyeri dan ngilu. Untuk mengurangi rasa sakit selama masa pemulihan tersebut. Anda bisa ini bisa menggunakan beberapa obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Tapi jangan pakai aspirin untuk meredakan nyeri saat mengalami pendarahan setelah cabut gigi. Aspirin bekerja mengencerkan darah, sehingga akan bertolak belakang dengan langkah-langkah menghentikan pendarahan yang Anda lakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Osteopenia

    Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

    Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

    Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

    Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Bau Mulut (Halitosis)

    Bau mulut atau halitosis dapat mengganggu keseharian Anda. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegah bau mulut di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 27 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    veneer gigi

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

    Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    sakit maag

    Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit