home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Sering Minum Dingin Bisa Membuat Gigi Makin Sensitif?

Benarkah Sering Minum Dingin Bisa Membuat Gigi Makin Sensitif?

Beberapa orang meyakini bahwa mengonsumsi minuman dingin bisa menjadi penyebab gigi makin sensitif. Hal ini dikarenakan, setelah minum, rasa ngilu sering kali muncul dan menyebabkan ketidaknyamanan di daerah gigi.

Namun, benarkah hal tersebut? Mari ketahui lebih dalam mengenai penyebab gigi sensitif dan tips mengatasinya dengan cara yang tepat.

Mengetahui faktor penyebab gigi sensitif

Gigi sensitif merupakan rasa ngilu atau nyeri yang muncul sementara saat Anda melakukan aktivitas tertentu, seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin, maupun saat menyikat gigi. Kondisi gigi sensitif ini tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda apabila rasa ngilu sering muncul.

Penyebab gigi sensitif

Gigi dapat menjadi sensitif apabila ada bagian dari dentin yang terekspos, sehingga tubulus-tubulus (rongga-rongga kecil) pada dentin yang terhubung ke ruang pulpa akan memengaruhi pembuluh saraf di dalamnya.

Bagian dentin yang terekspos dapat disebabkan oleh penipisan lapisan enamel (lapisan terluar dan pelindung gigi). Penipisan ini dapat dipicu konsumsi makanan atau minuman manis, asam, dan minuman bersoda. Sering menggigit es batu dan menyikat gigi dengan terlalu keras juga dapat menimbulkan penipisan enamel.

Selain penipisan email atau enamel gigi, hal-hal berikut juga bisa menjadi penyebab gigi sensitif:

  • Kondisi gigi

Gigi yang berlubang atau patah dapat membuat lapisan dentin (lapisan di bawah email atau enamel gigi) menjadi terbuka, dan memicu timbulnya gigi sensitif.

  • Gusi yang turun/Gum Recession

Gusi yang turun atau resesi gingiva juga dapat membuat lapisan dentin menjadi terbuka. Kondisi seperti ini dapat membuat bagian akar gigi terlihat dan tidak terlindungi oleh enamel, sehingga menyebabkan gigi sensitif.

  • Prosedur dental

Beberapa tindakan dental seperti tambal gigi dan bleaching atau pemutihan gigi dapat menyebabkan gigi sensitif. Namun, gigi sensitif yang timbul akibat prosedur medis hanya bersifat sementara, dan akan hilang dalam beberapa hari.

Benarkah sering mengonsumsi minuman dingin menyebabkan gigi makin sensitif?

Perlu Anda ketahui bahwa kebiasaan minum dingin bukanlah penyebab gigi makin sensitif. Namun, kondisi dentin yang tereskspos yang membuat gigi menjadi terasa ngilu saat Anda sering minum dingin.

Selain minuman dingin, ada beberapa minuman yang sering memicu gigi menjadi terasa ngilu atau sensitif. Misalnya, minuman yang terlalu panas, minuman yang terlalu asam, dan minuman bersoda.

Oleh sebab itu, bila Anda mengalami gigi sensitif, segera cari tahu penyebabnya, cara menghadapi, dan mengatasi gigi sensitif agar Anda tetap merasa nyaman dalam menjalani aktivitas harian.

Menghadapi dan mengatasi gigi sensitif

pasta gigi sensitif

Penderita gigi sensitif biasanya sering merasa takut untuk menikmati makanan atau minuman dingin akibat rasa ngilu yang akan muncul setelahnya. Tak perlu khawatir, beberapa cara berikut dianggap mampu mengurangi sensitivitas pada gigi Anda.

  • Memeriksakan kondisi gigi sensitif ke dokter gigi

Dokter gigi akan memeriksa penyebab gigi sensitif yang Anda alami. Misalnya, dengan mengidentifikasi gigi yang berlubang, gusi yang turun, atau penyebab lainnya. Tindakan lanjutan yang dilakukan pun akan menyesuaikan dari masalah atau penyebab yang ada.

Apabila penyebab gigi sensitif disebabkan oleh adanya bagian dentin yang terbuka, biasanya dokter gigi akan melakukan tindakan penutupan atau penambalan pada bagian dentin yang terekspos. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi secara berkala.

  • Menggunakan pasta gigi sensitif

Penderita gigi sensitif sebaiknya menggunakan pasta gigi sensitif saat menyikat gigi. Pasta gigi sensitif memiliki kandungan khusus yang mampu menutup bagian tubulus dentin (lubang mikroskopis pada lapisan dentin) sehingga mampu melindungi dan mengurangi sensasi rasa ngilu yang muncul.

Salah satu pasta gigi sensitif yang bisa Anda gunakan adalah pasta gigi dengan kandungan sodium calcium phosphosilicate yang mampu membentuk lapisan mineral gigi hingga 1,5 kali lebih kuat dari lapisan alami dentin.

Kandungan ini juga dapat mengurangi hipersensitivitas (rasa ngilu berlebih) pada gigi dan menghilangkan kuman serta membantu membersihkan plak yang menempel pada gigi.

  • Memperhatikan cara menyikat gigi

Anda juga perlu memperhatikan kembali cara Anda menyikat gigi. Pastikan Anda menyikat gigi secara lembut dan perlahan dari arah gusi ke gigi. Jangan sikat gigi Anda terlalu keras, karena hal tersebut berisiko merusak gusi.

Selain itu, gunakan sikat gigi dengan bulu lembut atau ekstra lembut. Pastikan juga Anda telah memegang sikat gigi dengan tiga jari guna mengurangi tekanan menyikat gigi yang dapat mempengaruhi gusi Anda.

Mungkinkah gigi sensitif dapat disembuhkan?

cara mengobati gigi sensitif

Umumnya, gigi sensitif dapat disembuhkan atau dikurangi gejalanya. Bila pasta gigi sensitif atau gel khusus untuk gigi sensitif dianggap kurang ampuh untuk mengurangi rasa ngilu/sensitif pada gigi Anda, dokter gigi mungkin akan melakukan tindakan lebih lanjut.

American Dental Association merekomendasikan beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan oleh dokter gigi untuk mengobati gigi sensitif, seperti:

  1. Filling, bonding atau inlay untuk memperbaiki kerusakan pada area gigi yang menimbulkan sensitivitas.
  2. Jika jaringan gusi telah hilang dari akarnya (resesi gusi), dokter gigi mungkin akan merekomendasikan tindakan operasi pencangkokan gusi untuk menutupi akar dan melindungi gigi sehingga dapat mengurangi gigi sensitif.
  3. Di kasus gigi sensitif yang sudah sangat parah dan tidak bisa diobati dengan cara-cara di atas, dokter gigi mungkin akan merekomendasikan endodontic (perawatan saluran akar gigi) untuk mengurangi sensitivitas pada gigi Anda.

Sebelum melakukan tindakan-tindakan di atas, dokter gigi tentunya akan mengidentifikasi penyebab gigi sensitif Anda terlebih dahulu. Oleh karena itu, untuk tindakan yang lebih tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi Anda terlebih dulu terkait tindakan lanjutan yang bisa dilakukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sensitive teeth: Causes and treatment. (2020). Retrieved 7 December 2020, from https://jada.ada.org/article/S0002-8177(14)65480-5/fulltext

Szalay, J. (2020). Tooth Sensitivity: Causes, Remedies & Treatment. Retrieved 7 December 2020, from https://www.livescience.com/44377-sensitive-teeth.html

Sensitive Teeth – Heat and Cold Sensitivity – American Dental Association. (2020). Retrieved 7 December 2020, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/sensitive-teeth

Treatments for sensitive teeth. (2020). Retrieved 7 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sensitive-teeth/faq-20057854#:~:text=Sensitive%20teeth%20are%20typically%20the,worn%20filling%2C%20or%20gum%20disease.

Foto Penulis
Ditinjau oleh drg. Laila Novpriati
Ditulis oleh drg. Laila Novpriati
Tanggal diperbarui 12/03/2021
x