home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Obat Alami untuk Mengatasi Gigi Sensitif

4 Obat Alami untuk Mengatasi Gigi Sensitif

Pertolongan pertama untuk mengatasi gigi sensitif bisa juga Anda lakukan sendiri di rumah. Namun, Anda perlu mengetahui terlebih dulu bahan-bahan atau obat yang bisa digunakan dan secara alami bisa mengurangi gejala gigi sensitif yang muncul setiap Anda makan atau minum. Berikut adalah berbagai obat dan bahan alami yang ternyata bisa bantu mengatasi keluhan gigi sensitif

Penyebab gigi sensitif atau sakit gigi

Seperti yang dilansir dari The Journal of The American Dental Association, gejala gigi sensitif yang timbul dapat berupa rasa tidak nyaman, ngilu ketika mengunyah, ngilu saat gigi terpapar makanan atau minuman dingin, panas, bahkan ketika bernapas melalui mulut.

Kebiasaan yang merugikan gigi seperti menggosok gigi terlalu keras juga bisa menyebabkan gigi sensitif. Di samping itu, gangguan kesehatan oral seperti penyakit gusi juga merupakan salah satu penyebab munculnya rasa ngilu setiap kali makan atau minum.

Gigi sensitif bisa disebabkan oleh beberapa seperti di bawah ini.

  • Kerusakan gigi (gigi berlubang)
  • Gigi retak
  • Tambalan gigi mulai hilang
  • Penyakit gusi
  • Enamel gigi yang terkikis
  • Akar gigi tereskpos

Jika merasakan gejala dan mengalami hal di atas, besar kemungkinan Anda mengalami gigi sensitif. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada gigi serta mendapatkan perawatan yang sesuai dan efektif.

Obat atau bahan alami sebagai pertolongan pertama atasi gigi sensitif

Sebelum melakukan kunjungan dokter, Anda bisa mencoba beberapa bahan-bahan alami ini di rumah untuk meredakan gejala gigi sensitif yang dirasakan. Bahan-bahan alami ini diketahui memiliki manfaat dalam mengurangi rasa ngilu.

Air garam

air garam untuk jerawat

Berkumur dengan air garam merupakan cara pertama yang tak hanya mudah, tetapi juga bisa membantu meredakan ngilu akibat gigi sensitif.

Berdasarkan penelitian tahun 2017, peran air garam ternyata sama efektifnya dengan peran chlorhexidine dalam mengurangi plak pada gigi. Hal ini tentunya berhubungan karena plak bisa menyebabkan kerusakan gigi yang kemudian memicu gigi sensitif.

Air garam juga bisa melawan bakteri dalam mulut dan menjaga kesehatan oral Anda. Untuk membuat air garam, campurkan tiga perempat sendok teh garam dalam 100 ml air hangat. Lalu, kumur air garam di dalam mulut.

Minyak kelapa atau wijen

minyak wijen sesame oil
Sumber: Firstcry.com

Minyak kelapa atau wijen ternyata bermanfaat dalam mengurangi ngilu akibat gigi sensitif. Metode yang digunakan disebut dengan “oil pulling” atau menahan minyak di area gigi yang sensitif dalam beberapa saat agar mendapat manfaatnya.

Penelitian tahun 2009 menuturkan bahwa oil pulling menggunakan minyak wijen dapat menurunkan gejala penyakit gusi atau gingivitis. Penelitian tahun 2015 juga mendukung manfaat dari minyak kelapa, yaitu menghambat pembentukan plak dan penyakit gusi.

Gingivitis sendiri merupakan salah satu pemicu gigi sensitif sehingga jika penyakit ini dirawat, rasa ngilu juga akan ikut berkurang.

Bawang putih

Bawang putih sebagai obat batuk alami untuk anak

Mengunyah bawang putih mentah akan menghasilkan senyawa bernama allicin. Studi tahun 2011 menyimpulkan bahwa allicin memiliki sifat sebagai antimikroba dan bisa membantu membunuh bakteri pemicu penyakit oral.

Salah satu penyakit oral yang dimaksud adalah kerusakan gigi yang dapat memperburuk gigi sensitif. Dengan demikian, melawan bakteri penyebab gigi rusak dapat mengurangi sensitivitas yang dirasakan.

Kapsaisin

Pecinta makanan pedas mungkin sudah tidak asing dengan senyawa satu ini. Ya, kapsaisin adalah senyawa yang alami ditemukan dalam cabai, zat yang menimbulkan rasa pedas.

Ulasan ilmiah tahun 2011 menuturkan bahwa mengoleskan kapsaisin dalam bentuk gel dapat meredakan beberapa jenis ngilu. Para peneliti belum tahu pasti cara kerjanya, tapi mereka percaya bahwa kapsaisin bisa membuat kebas jaringan saraf sehingga mengurangi nyeri.

Oleh karena itu, mengoleskan gel kapsaisin pada area gigi sensitif bisa meringankan rasa ngilu.

Semua obat atau bahan alami yang telah dijelaskan di atas bisa membantu mengatasi gigi sensitif. Di sisi lain, terdapat cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.

Pasta gigi jenis ini memiliki kandungan seperti fluorida dan potasium yang bisa memberikan perlindungan pada gigi yang sensitif sehingga ngilu tidak sering muncul.

Gigi sensitif perlu diatasi sesegera mungkin agar tidak mengganggu rutinitas dan aktivitas harian Anda. Jaga kebersihan gigi dan mulut agar Anda tidak berisiko mengalami gigi sensitif.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Dental Association. (n.d.). Sensitive Teeth – Heat and Cold Sensitivity. Retrieved December 1, 2020, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/sensitive-teeth

Oral Health Foundation. (2017, January 12). Sensitive teeth. Retrieved December 1, 2020, from https://www.dentalhealth.org/sensitive-teeth

The Journal of the American Dental Association. (2003). Sensitive teeth: Causes and treatment. The Journal of the American Dental Association134(12), 1691. https://doi.org/10.14219/jada.archive.2003.0115

Aravinth, V., Aswath Narayanan, M. B., Ramesh Kumar, S. G., Selvamary, A. L., & Sujatha, A. (2017). Comparative evaluation of salt water rinse with chlorhexidine against oral microbes: A school-based randomized controlled trial. Journal of the Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry35(4), 319–326. https://doi.org/10.4103/JISPPD.JISPPD_299_16

Asokan, S., Emmadi, P., & Chamundeswari, R. (2009). Effect of oil pulling on plaque induced gingivitis: A randomized, controlled, triple-blind study. Indian Journal of Dental Research20(1), 47. https://doi.org/10.4103/0970-9290.49067

Peedikayil, F. C., Sreenivasan, P., & Narayanan, A. (2015). Effect of coconut oil in plaque related gingivitis — A preliminary report. Nigerian Medical Journal : Journal of the Nigeria Medical Association56(2), 143–147. https://doi.org/10.4103/0300-1652.153406

Kuptniratsaikul, V., Dajpratham, P., Taechaarpornkul, W., Buntragulpoontawee, M., Lukkanapichonchut, P., Chootip, C., … Laongpech, S. (2014). Efficacy and safety of Curcuma domestica extracts compared with ibuprofen in patients with knee osteoarthritis: a multicenter study. Clinical Interventions in Aging, 451. https://doi.org/10.2147/cia.s58535

Bachrach, G., Jamil, A., Naor, R., Tal, G., Ludmer, Z., & Steinberg, D. (2011). Garlic allicin as a potential agent for controlling oral pathogens. Journal of Medicinal Food14(11), 1338–1343. https://doi.org/10.1089/jmf.2010.0165

Anand, P., & Bley, K. (2011). Topical capsaicin for pain management: therapeutic potential and mechanisms of action of the new high-concentration capsaicin 8% patch. British Journal of Anaesthesia107(4), 490–502. https://doi.org/10.1093/bja/aer260

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 14/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x