Alasan Kenapa Anda Sariawan Setelah Cabut Gigi Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sariawan umumnya terjadi saat mulut Anda terluka karena tergigit atau kekurangan nutrisi tertentu. Beberapa di antaranya juga pernah merasakan sariawan setelah cabut gigi ke dokter. Namun, apakah kondisi ini normal terjadi? Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu semua jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kenapa muncul sariawan setelah cabut gigi?

Bila Anda merasakan sariawan pada pipi bagian dalam setelah mencabut gigi, Anda tidak perlu cemas. Kondisi ini umum terjadi dan bukan menandakan adanya infeksi dari proses pencabutan gigi.

Meski penyebab sariawan beragam, bila terjadi setelah gigi dicabut kemungkinan besar disebabkan oleh iritasi. Iritasi pada gusi ini terjadi akibat adanya tekanan dan gesekan saat dokter gigi berusaha menggoyangkan dan menarik gigi yang ingin dicabut.

Semakin besar goyangan untuk menggoyahkan gigi, semakin besar juga tekanan dan gesekan pada gusi. Itu artinya, orang yang butuh bantuan ekstra untuk mencabut giginya akan lebih berisiko mengalami sariawan.

Tips mengobati sariawan setelah cabut gigi

Sariawan yang muncul memang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini mungkin membuat Anda sulit bicara dan makan, terutama saat mengonsumsi makanan asam, asin, dan pedas.

Untungnya, sariawan dapat pulih dengan sendirinya dalam 7 atau 10 hari.

Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, Anda bisa mempercepat proses pemulihannya. Beberapa cara berikut ini dapat membantu meredakan gejala sekaligus mengatasi sariawan setelah cabut gigi berikut ini.

1. Minum obat sariawan

obat antasida

Ada banyak obat tanpa resep yang bisa Anda minum untuk mengobati sariawan. Beberapa obat sariawan yang bisa Anda coba, antara lain:

  • Obat oles bentuk gel atau krim yang membantu meredakan nyeri sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Kandungan bahan aktif pada obat tersebut meliputi benzocaine, fluocinonide, atau hidrogen peroksida.
  • Obat minum bila obat oles tidak bekerja dengan efektif, contohnya obat sucralfate.

2. Kumur dengan larutan garam atau baking soda

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Selain minum obat, laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa sariawan setelah cabut gigi bisa diredakan gejalanya dengan berkumur larutan garam atau baking soda.

Larutan garam memang menimbulkan rasa perih di mulut, tapi bisa mengurangi peradangan sariawan. Sementara baking soda dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH mulut yang membantu menyembuhkan sariawan.

3. Mengemut es batu

Cara ini memang tidak menyembuhkan sariawan, namun bisa membantu meredakan gejalanya. Masukkan sebongkah kecil es batu ke dalam mulut. Kemudian diamkan es tersebut dalam mulut hingga larut. Sensasi dingin dari es bisa mengurangi rasa nyeri sariawan.

4. Hindari makanan tertentu

makan pedas saat sahur

Agar sariawan setelah cabut gigi lebih cepat sembuh, untuk sementara batasi makanan yang sifatnya mengiritasi. Contohnya, makanan yang terlalu asam, pedas, atau keras. Makanan ini bisa memicu rasa perih bahkan memperluas luka sariawan.

Haruskah pergi ke dokter?

Umumnya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan dokter. Namun, bukan berarti Anda menyepelekan gejala sariawan yang tidak kunjung membaik.

Bila sariawan menjadi lebih besar, menimbulkan sariawan baru, berlangsung lebih dari 2 minggu, dan menimbulkan rasa sakit parah serta demam, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Oral Thrush, Infeksi Jamur pada Mulut Bayi dan Cara Aman Mengobatinya

Infeksi jamur di mulut bisa dialami siapa pun, termasuk bayi. Lalu apa saja gejala dan penyebab mulut bayi berjamur? Apakah kondisi ini berbahaya bagi bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Gigi Anak, Gigi dan Mulut 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mulut Terasa Asam Padahal Anda Bukan Perokok? Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

Terkadang, Anda mungkin pernah merasa mulut asam atau seperti logam. Ternyata ini bisa menjadi tanda dari kondisi kesehatan Anda. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Stomatitis

Stomatitis adalah peradangan yang muncul di mulut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan stomatitis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Sariawan

Sariawan adalah luka yang muncul di jaringan mulut akibat cedera atau penyakit. Cari tahu lebih lengkap mengenai penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 1 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak mulai menyikat gigi

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
gigi perokok

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
masalah oral perokok aktif

Masalah Kesehatan Oral yang Mengintai Perokok Aktif dan Trik Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit