3 Tips Agar Gigi Sensitif Tidak Kambuh Lagi

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jenis gangguan kesehatan pada gigi apapun dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Biasanya keluhan yang dirasakan adalah rasa ngilu. Salah satu penyebab yang cukup umum ditemukan adalah gigi sensitif. Gigi sensitif cukup mengganggu Anda ketika makan atau minum. Apabila kondisi ini Anda alami, Anda perlu tahu bagaimana cara merawat gigi sensitif agar tidak sering kambuh.

Cara merawat dan mencegah gigi sensitif kambuh

gigi sensitif

Rasa sakit yang disebabkan gigi sensitif seringkali datang secara tiba-tiba. Ngilu akan muncul ketika gigi terkena suatu zat atau temperatur tertentu. Contohnya rasa ngilu muncul ketika Anda mengonsumsi makanan panas atau minuman dingin.

Dengan alasan tersebut, gigi sensitif perlu dirawat untuk mengurangi dan menekan ngilu agar tidak sering kambuh. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat gigi sensitif.

Menjaga kesehatan enamel untuk merawat gigi sensitif

Gigi sensitif dapat disebabkan akibat terkikisnya enamel gigi. Enamel gigi merupakan pelindung keras yang membantu gigi menghadapi berbagai jenis makanan atau minuman. Ketika terkikis, saraf tepi menjadi terekspos sehingga menyebabkan ngilu. Untuk mencegah sekaligus merawat gigi sensitif karena enamel gigi terkikis, hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Jangan menggosok gigi terlalu keras
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung asam, seperti soda dan permen
  • Hindari melakukan perawatan pemutihan gigi

Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif

Pasta gigi khusus untuk gigi sensitif pada umumnya mengandung bahan-bahan yang aman bagi kesehatan gigi dan gusi. Selain itu, komposisi dari kandungan yang ada di dalam pasta gigi tersebut dapat membantu mengurangi rasa ngilu pada gigi sensitif.

Anda juga dapat memilih pasta gigi dengan kandungan herbal seperti eucalyptus dan fennel yang aman digunakan. Selain mengurangi rasa ngilu, pasta gigi herbal dapat membantu menyegarkan napas juga.

Lalu, pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut dan bersihkan gigi secara perlahan. Dengan memilih produk perawatan secara tepat, Anda dapat membantu mengurangi rasa ngilu akibat gigi sensitif.

Mengatasi kondisi kesehatan penyebab gigi sensitif

penyebab gigi sensitif

Terkadang gigi sensitif merupakan gejala dari kondisi kesehatan dalam mulut dan gigi sehingga Anda perlu merawat kondisi yang menyebabkan gugi menjadi sensitif. Di antaranya seperti:

Penyusutan gusi secara alami

Penyusutan gusi biasanya terjadi ketika menginjak usia 40 tahun yang mengakibatkan akar gigi tidak terlindungi. Akar gigi tidak memiliki enamel sehingga lebih sensitif dan akan menyebabkan ngilu jika terpapar suatu zat. Anda perlu segera menemui dokter jika mengalami kondisi ini.

Penyakit gusi

Penyakit gusi dapat muncul akibat penumpukan plak dan karang gigi. Gusi yang tertarik atau menyusut bisa menjadi penyebabnya. Untuk mengatasinya, dokter mungkin perlu merawat gigi sensitif dan mencegah penyakit gusi dengan cara scaling atau bahkan mungkin perlu pengobatan.

Retak pada gigi

Retakan dapat memanjang hingga akar gigi sehingga Anda dapat merasakan ngilu ketika berada pada suhu rendah atau dingin. Anda perlu berkonsultasi pada dokter untuk mengatasi gigi retak.

Gigi masih dapat ditambal apabila retakan tidak terlalu parah, tapi jika sudah melewati batas garis gusi, dokter mungkin akan mencabut gigi Anda.

Gigi sensitif cukup umum ditemukan dan dapat terjadi pada siapa saja. Rasa ngilu yang ditimbulkan mungkin akan sangat mengganggu, misalnya seperti saat Anda mengonsumsi makanan.

Lakukan beberapa cara merawat gigi sensitif yang sudah dijelaskan di atas dengan tujuan untuk mencegah dan mengurangi ngilu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gigi Goyang

Gigi goyang adalah masalah gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah gigi goyang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Erosi Gigi

Erosi gigi terjadi saat lapisan enamel gigi terkikis oleh asam di rongga mulut. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan dan cara pencegahan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Impaksi Gigi Bungsu

Impaksi gigi bungsu adalah masalah akibat pertumbuhan gigi bungsu yang tidak semestinya. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Sakit Gigi

Sakit gigi adalah penyakit sejuta umat. Cari tahu inof lengkap dari gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengobati gigi ngilu di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang harus dihindari saat sakit gigi

Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Sakit Gigi yang Harus Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
obat gigi ngilu

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
dry socket

Dry Socket

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit