3 Cara Terbaik untuk Mengobati Gusi Turun yang Mengganggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah akrab dengan masalah gigi berlubang yang umum ditemukan pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun, bagaimana dengan gusi turun?

Meski kurang populer, gusi turun tak boleh dianggap remeh. Menurut California Dental Association (CDA), masalah ini lebih banyak dialami orang dewasa dengan usia di atas 40 tahun. Walaupun begitu bukan berarti anak-anak atau remaja terhindar sepenuhnya.

Bila dibiarkan terus-menerus, masalah gusi dan mulut ini akan membuat gigi jadi lebih mudah goyang dan pada akhirnya berisiko tinggi untuk tanggal atau lepas. Sebelum terlambat, sebaiknya ketahui beragam cara mengobati gusi turun berikut ini.

Apakah gusi turun bisa sembuh dan kembali normal?

Gusi turun atau resesi gingiva adalah suatu kondisi di mana gusi tampak merosot atau menyusut ke bawah dari permukaan gigi, hingga struktur gigi akan terlihat hingga bagian akarnya. 

Kondisi gusi dan gigi yang tidak sedap dipandang ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang enggan memamerkan senyum manisnya.

Bukan hanya itu saja, masalah kesehatan ini juga membuat gusi dan gigi jadi lebih sensitif. Alhasil, seseorang akan lebih mungkin untuk mengalami sensasi nyut-nyutan di gusi maupun di gigi yang bermasalah, terutama saat mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.

Lantas apakah ada cara menaikkan gusi yang turun? Faktanya, gusi yang terlanjur menyusut tidak dapat kembali kebentuk semula. Meski begitu, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gusi turun supaya tidak semakin parah.

Berbagai cara mengobati gusi turun

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati gusi turun melihat dan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa cara mengobati gusi turun yang paling umum, di antaranya:

1. Membersihkan gigi dengan baik

Metode pengobatan gusi turun tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Salah satu penyebab gusi turun yang paling sering terjadi adalah perawatan mulut dan gigi yang buruk.

Kalau sudah begini, memastikan bahwa Anda melakukan perawatan mulut dan gigi dengan tepat dan rutin merupakan solusi yang tepat.

Biasakan menyikat gigi rutin sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Lakukan teknik menyikat gigi dengan benar dan sesuai anjuran. Hal ini dilakukan untuk mencegah luka baru pada gusi dan menjaga gigi bebas dari kotoran dan kuman.

Penggunaan benang gigi (dental floss) juga tidak kalah pentingnya. Benang gigi dapat membantu menjaga area yang sulit dijangkau sikat gigi, seperti sela-sela gigi dan batas gusi agar tetap bersih serta terhindar dari sisa makanan.

Selain itu, jangan lupa berkumur secara rutin dengan obat kumur. Obat kumur dapat membantu melawan plak penyebab beragam masalah mulut.

2. Scaling gigi

Plak yang mengeras akan berkembang menjadi karang gigi yang membandel, sulit dihilangkan, dan dapat memperburuk gusi turun. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut biasanya dokter akan merekomendasikan prosedur scaling gigi.

Dokter akan menghilangkan plak dan karang gigi yang menempel di garis gusi maupun sela-sela gigi menggunakan sebuah alat yang disebut dengan ultrasonic scaler. 

Alat ultrasonic scaler ini menghasilkan getaran yang mampu menghancurkan dan merontokkan karang gigi yang paling keras dan sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi pada umumnya.

3. Cangkok jaringan lunak

Cangkok jaringan lunak merupakan cara lain mengobati gusi turun yang sudah terlanjur parah. Dalam prosedur bedah ini, dokter gigi spesialis gusi dan tulang gigi (periodontis) akan menyayat bagian langit-langit untuk diambil jaringan ikat subepitel yang ada di dalamnya.

Kemudian dokter akan menempelkan jaringan tersebut di sekitar akar gigi yang terbuka. Setelah jaringan ikat subepitel berhasil diambil dan ditempel di akar gigi, dokter akan menjahit bagian langit-langit untuk menutupnya.

Kadang-kadang, dokter juga dapat langsung mengambil jaringan gusi di sekitar gigi yang sakit, sehingga tidak perlu menyayat bagian langit-langit mulut.

Bagaimana cara merawat gusi turun yang sudah diobati?

Jika Anda menjalani pengobatan gusi turun dengan metode scaling gigi atau cangkok jaringan lunak, perawatan lanjutan perlu dilakukan untuk mempercepat proses pemulihannya.

Terlebih untuk cangkok jaringan lunak yang juga menggunakan prosedur bedah, mungkin akan timbul rasa tidak nyaman di mulut. Untuk mempercepat proses kesembuhan gusi setelah operasi, berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan.

  • Hindari merokok dan mengkonsumsi alkohol
  • Atur pola makan dengan makanan bertekstur lembut
  • Jangan menggigit keras atau menggeretakkan gigi
  • Ikuti anjuran lebih lanjut dari dokter

Bagaimana cara mencegah gusi turun?

Secara umum langkah pencegahan gigi turun dapat dilakukan dengan melakukan perawatan gigi dengan baik dan rutin, yakni dengan menyikat gigi, flossing, dan menggunakan obat kumur.

Anda juga dapat melakukan pemeriksaan dokter gigi rutin enam bulan sekali. Selain itu hindari faktor risiko penyebab gigi turun, seperti kebiasaan merokok dan asupan makanan yang merusak gigi dan gusi.

Gusi turun umumnya terjadi secara perlahan dan bertahap. Anda mungkin melihat gusi Anda tampak baik dan sehat. Namun, cobalah untuk perhatikan baik-baik keadaan gusi dan gigi Anda setiap hari.

Jika kondisi gusi menyusut, gusi membengkak, berwarna kemerahan, dan mulut terasa tidak enak, sebaiknya segera berobat ke dokter gigi. Dokter dapat menentukan prosedur terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda. 

Memang mencegah lebih baik daripada mengobati. Namun apabila sudah terjadi, semakin cepat diobati maka akan semakin baik dan cepat pemulihannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

Merawat kulit wajah dan tubuh perlu dilakukan sejak dini. Selain mencegah penuaan dini, merawat kulit juga turut menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Masker dari Air Mani Pria Bisa Membuat Kulit Wajah Mulus dan Awet Muda?

Tren masker wajah yang mengandung air mani pria sempat booming karena katanya dapat menghaluskan keriput. Namun, hati-hati. Tidak semua klaim itu benar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Beberapa orang merasa tenang mencium bau tanah yang menguar setelah hujan turun. Ternyata, ada alasan ilmiah di balik itu. Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan, Informasi Kesehatan 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi keringat dingin

Memahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
scrub matcha dari bahan alami

Ragam Scrub dari Bahan Alami yang Bagus dan Bikin Glowing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat alpha arbutin

Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Produk Perawatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
produk skincare

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit