Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Akantosis nigrikans (acanthosis nigricans) adalah gangguan kulit yang menyebabkan satu atau beberapa bagian kulit menjadi lebih gelap, tebal, dan betekstur seperti beludru. Kondisi ini sering ditemukan pada orang yang mengalami resistensi insulin terkait obesitas, yang sekaligus merupakan penyebab utama dari diabetes tipe 2.

Apa itu akantosis nigrikans?

Seperti yang telah disebutkan, akantosis nigrikans membuat kulit penderitanya mengalami penebalan, khususnya pada bagian lipatan tubuh. Kondisi ini bukanlah gangguan kulit yang berbahaya, juga tidak menular. Namun, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang membutuhkan pengobatan medis.

Akantosis nigrikans merupakan ciri dari prediabetes, yaitu kondisi saat kadar gula darah tinggi melebihi batas normal tapi belum sampai digolongkan sebagai diabetes melitus.

Kebalnya sel-sel tubuh terhadap hormon insulin (resistensi insulin) akibat penumpukan lemak inilah yang menyebabkan munculnya prediabetes. Namun, prediabetes menyebabkan seseorang berisiko tinggi mengalami diabetes.

Studi dalam jurnal Diabetelogy & Metabolic Syndrom juga menyebutkan bahwa akantosis nigrikans bahkan sering ditemukan pada penderita diabetes tipe 2 dari setiap kalangan usia, jenis kelamin, dan ras.

Selain bisa menjadi penanda kadar gula darah tinggi, gangguan kulit ini juga bisa dialami oleh orang yang mengalami obesitas atau kegemukan. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini juga bisa menjadi tanda peringatan dari munculnya tumor atau sel kanker pada organ-organ internal, seperti perut atau hati.

Apa saja tanda dan gejala yang muncul?

Perubahan kulit adalah satu-satunya tanda-tanda akantosis nigrikans, khususnya di lipatan tubuh seperti ketiak, pangkal paha, buku-buku jari, siku, lutut, dan leher. Anda akan melihat kulit menjadi:

  • Menggelap dan berubah warna menjadi kecokelatan atau kehitaman.
  • Permukaan kulit menebal.
  • Tekstur kulit menjadi kasar atau seperti kain beludru.
  • Kulit terasa gatal atau terkadang berbau tak sedap.

Meskipun jarang ditemukan, gejala ini juga bisa muncul pada payudara, mulut, lipatan mata, telapak tangan, dan bagian bawah kaki. Perubahan kulit biasanya akan muncul perlahan-lahan, bisa berkembang selama berbulan-bulan hingga tahunan.

Cukup sulit untuk membedakan kondisi ini dengan gangguan kulit lain yang sama-sama menyebabkan lipatan kulit menggelap dan menebal.

Untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter kulit atau melakukan cek gula darah. Jika ternyata tinggi, segeralah melakukan pemeriksaan untuk diabetes.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda melihat perubahan pada kulit dan menunjukan gejala seperti di atas, apalagi jika perubahan muncul secara tiba-tiba.

Penyebab akantosis nigrikans

Akantosis nigrikans paling sering ditemukan pada orang yang memiliki obesitas. Namun, orang yang sehat juga bisa mengalami masalah kulit ini lantaran keluarganya memiliki masalah kulit yang serupa.

Menurut American Academy of Dermatology Association, beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami akantosis nigrikans, antara lain:

  • Resistensi insulin
  • Gangguan hormon, akibat masalah pada kista ovarium, kelenjar tiroid, atau kelenjar adrenal
  • Obat-obatan atau suplemen tertentu
  • Kanker

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dokter memerlukan pemeriksaan kulit tertentu untuk mendiagnosis akantosis nigrikans. Anda mungkin harus menjalani biopsi kulit, di mana sampel kecil kulit diambil untuk pemeriksaan di laboratorium.

Dokter Anda juga dapat merekomendasikan tes darah, sinar-X, atau jenis pemeriksaan medis lainnya untuk mencari kemungkinan penyebab yang mendasari terjadinya gangguan kulit ini.

Pengobatan akantosis nigrikans

Pengobatan akantosis nigrikans

Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia untuk mengatasi masalah kulit ini. Pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk mengobati penyakit atau kondisi yang menjadi penyebab munculnya akantosis nigrikans.

Beberapa perawatan tertentu mungkin bisa mengembalikan warna dan tekstur area kulit yang terdampak. Hal ini wajar saja dilakukan mengingat akantosis nigrikans bisa membuat seseorang merasa tidak percaya diri.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan kondisi kulit yang menghitam dan menebal akibat akantosis nigrikans, yaitu:

1. Menurunkan berat badan

Jika akantosis nigrikans disebabkan oleh obesitas, menurunkan berat badan dan menjalankan diet sehat dan seimbang dapat membantu pemulihan kulit sekaligus mencegah diabetes melitus.

2. Menghentikan konsumsi obat atau suplemen

Jika gangguan kulit ini terkait dengan konsumsi obat atau suplemen yang Anda gunakan, dokter akan menyarankan agar Anda berhenti menggunakan obat dan suplemen tersebut.

3. Menjalani operasi

Jika gangguan kulit ini dipicu oleh tumor atau kanker, pengangkatan jaringan tumor atau kanker dapat dilakukan sekaligus prosedur pengembalian warna kulit seperti semula.

4. Terapi laser

Penebalan kulit bisa sedikit demi sedikit dihilangkan melalui terapi laser. Terapi laser merupakan prosedur perawatan kulit secara medis yang harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit secara langsung.

5. Obat oles retinoid

Dokter bisa meresepkan obat topikal seperti salep retinoid untuk memulihkan kondisi kulit yang rusak akibat akantosis nigrikans. Obat-obatan lain yang mungkin diberikan dokter adalah antibiotik jika memang disertai peradangan akibat infeksi bakteri dan asam salisilat.

6. Pengobatan diabetes

Apabila kondisi ini disebabkan oleh diabetes, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani pengobatan diabetes, baik melalui perubahan gaya hidup sehat untuk menyeimbangkan kadar gula darah maupun mengonsumsi obat.

Kedua terapi ini bisa sekaligus dilakukan saat gangguan kulit sudah lebih parah hingga menyebabkan komplikasi diabetes.

Akantosis nigrikans bukalah masalah kulit berbahaya yang bisa menular. Namun, ini bisa menjadi “sinyal” akan kondisi lain yang lebih serius yang Anda alami. Itu sebabnya, penting untuk mengenali tanda dan gejala dari gangguan kulit ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit