Memahami Cara Cek Gula Darah Sendiri di Rumah dan Kapan Waktu Terbaiknya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda memiliki gejala atau mengidap diabetes, Anda perlu melakukan cek gula darah secara rutin. Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan glukometer. Begitupun dengan Anda yang memiliki kondisi pradiabetes atau mengalami gula darah rendah (hipoglikemia). Namun, kapan saja sebaiknya Anda cek gula darah setiap harinya? Ketahui semua hal tentang cara cek gula darah sendiri dalam ulasan ini!

Kapan harus cek gula darah?

Cek gula darah berfungsi untuk memonitor apakah kadar glukosa dalam darah sudah terkendali dalam batas gula darah normal.

Untuk penderita diabetes melitus, pemeriksaan gula darah secara rutin bertujuan mengevaluasi apakah penanganan atau pengobatan diabetes yang dilakukan telah berhasil mengontrol kadar gula darah.

Dengan rutin mengecek gula darah, Anda juga bisa mengetahui hal-hal yang menyebabkan kadar gula darah naik atau turun dari batas normalnya. Kapan tepatnya Anda perlu cek gula darah sebenarnya tergantung pada kondisi kesehatan Anda, jenis diabetes yang dialami, dan pengobatan diabetes yang dilakukan.

Secara umum waktu yang tepat untuk cek gula darah adalah sebelum dan setelah makan, guna melihat efek perubahan kadar gula darah dari makanan yang dikonsumsi.

Namun, penderita diabetes tipe 1 yang bergantung dengan terapi insulin perlu melakukan cek gula darah lebih sering (4-10 kali). Selain sebelum makan, cek gula darah juga perlu dilakukan sebelum mengonsumsi makanan ringan, sebelum dan setelah berolahraga, di malam hari, dan di pagi hari.

Menurut Mayo Clinic, penderita diabetes tipe 1 juga perlu melakukan cek gula darah lebih sering dari biasanya ketika sedang sakit, beraktivitas lebih intens dari biasanya, dan ketika ada perubahan jadwal dan jenis pengobatan.

Sementara untuk penderita diabetes tipe 2, perihal kapan waktu yang tepat untuk melakukan cek gula darah sendiri bisa dilakukan setiap bangun tidur, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum tidur.

Jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia, baik karena pengobatan insulin atau gangguan metabolisme lainnya, cara tepat cek gula darah sendiri dapat dilakukan sebelum:

  • Mengemudi
  • Melakukan aktivitas berat
  • Menggunakan benda berat

Cara cek gula darah sendiri

cek kadar gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dilakukan dengan alat cek gula darah atau glukometer. Pengambilan sampel darah umumnya dilakukan melalui ujung jari.

Selain karena mudah dijangkau, pada ujung jari juga terdapat banyak pembuluh darah kapiler. Aliran darah juga mengalir lebih baik di bagian ujung jari sehingga dapat menunjukan hasil cek gula darah yang akurat.

Titik pengambilan darah juga bisa diambil di bagian telapak tangan, paha, betis, lengan, dan perut. Namun sebagian besar alat dirancang untuk pengambilan sampel darah melalui ujung jari. 

Untuk mengetahui cara cek gula darah yang benar, sebelumnya Anda perlu mengetahui apa saja bahan dan alat yang dibutuhkan.

  • Lanset (jarum kecil)
  • Perangkat lancing (untuk menahan jarum)
  • Alkohol dan kapas
  • Strip uji
  • Meteran glukosa
  • Kotak portabel
  • Kabel untuk mengunduh data (jika diperlukan)

Setelah mengetahui berbagai alat yang terdapat di dalam perangkat pengecek gula darah, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Cucilah tangan hingga bersih dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
  2. Letakkan jarum lancet ke dalam perangkat lancing.
  3. Masukkan strip tes ke meteran glukosa.
  4. Usap ujung jari Anda dengan kapas yang diberi alkohol.
  5. Tusuk ujung jari Anda dengan lancet agar darah dapat keluar dan diambil.
  6. Letakkan setetes darah pada strip tetes dan tunggu hasilnya. Biasanya, angka yang menunjukkan kadar gula darah Anda akan muncul dalam beberapa detik pada layar meteran.

Jika alat cek gula darah yang digunakan ternyata memiliki cara kerja yang berbeda, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan.

Data dari hasil pengukuran gula darah juga sebaiknya dicatat. Riwayat kadar gula darah Anda berguna untuk dokter mengetahui kondisi Anda dari waktu ke waktu. Anda biasanya bisa langsung menyimpan hasil pengecekan langsung pada alat cek gula darah yang digunakan.

Kesalahan umum saat cek gula darah

Untuk mendukung keakuratan hasil tes darah, ada beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari saat menerapkan cara cek gula darah di rumah. Apa saja itu?

  • Darah yang diambil terlalu sedikit
    Tes gula darah yang dilakukan dengan cara mengambil darah di tepi ujung jari akan membuat sebagian orang takut saat jarum ditusukkan ke tangan. Tak jarang, hal ini membuat darah yang diambil hanya sedikit dan tidak cukup banyak. Oleh karena itu, hasil tes gula darah bisa jadi tidak akurat.
  • Menekan atau memencet jari terlalu keras
    Dalam pengambilan darah, biasanya Anda perlu menekan ujung agar darah lebih mengalir. Namun, sebaiknya jangan ditekan terlalu keras. Dikhawatirkan jaringan atau cairan lain dalam pembuluh darah juga ikut terambil sehingga hasil pengukuran tidak akurat.
  • Terlalu banyak atau sedikit menempelkan sampel darah
    Pastikan sampel darah Anda yang menempel pada strip gula darah berada pada jumlah yang tepat, tapi juga tidak terlalu sedikit. Jumlah sampel darah yang terlalu banyak atau sedikit dapat membuat hasil tes gula darah tidak akurat.

Jangan menambahkan sampel darah ke strip setelah tetesan pertama menempel di strip. Cara ini juga bisa menyebabkan hasil cek gula darah tidak akurat. Sebaiknya, kumpulkan sampel darah dalam jumlah cukup terlebih dahulu di ujung jari, baru pindahkan ke strip.

Hindari juga menggunakan strip tes yang sudah terlalu lama, terlebih jika strip tes sudah kedaluwarsa.

Bolehkah saya melakukan cek di rumah saja tanpa tes medis?

glukosa darah adalah gula darah adalah

Melakukan tes gula secara mandiri memang penting dilakukan, tapi ini tidak berarti bahwa cek gula darah di rumah bisa menggantikan tes gula darah di klinik atau rumah sakit. Apalagi penderita diabetes yang memerlukan cek medis secara berkala melalui tes HbA1C.

Tes HbA1C dilakukan untuk mengukur berapa glukosa darah rata-rata selama dua sampai tiga bulan terakhir. Melakukan tes laboratorium secara rutin juga dapat membantu Anda untuk menentukan seberapa baik Anda mengendalikan diabetes Anda. 

Dengan melakukan tes gula darah mandiri secara rutin, Anda dapat terus memantau kondisi kesehatan Anda. Pengecekan rutin juga membantu dokter membuat perencanaan pengobatan yang  lebih baik sehingga mengantisipasi berbagai komplikasi diabetes yang berbahaya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
bisul atau abses

Bisul

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit