Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu cara yang direkomendasikan agar risiko penularan COVID-19 rendah adalah mengurangi kebiasaan menyentuh wajah. Akan tetapi, kebiasaan ini ternyata sulit dihentikan bahkan dikurangi karena sering dilakukan tanpa sadar. 

Lantas, mengapa begitu banyak orang sering ‘gatal’ ingin menyentuh wajah dan bagaimana cara mengatasinya?

Kenapa kebiasaan menyentuh wajah harus dikurangi?

eksfoliasi wajah

Kesadaran untuk mencuci tangan dengan cara yang benar terus ditingkatkan agar tidak terpapar virus SARS-CoV-2. Bahkan, hal tersebut juga diikuti dengan meningkatnya pembelian hand sanitizer hingga menghabiskan stok di sebagian besar supermarket. 

Padahal, upaya mencegah penularan infeksi virus tidak sekadar tangan bersih saja, melainkan juga mengurangi kebiasaan menyentuh wajah. 

Begini, ketika setelah memegang pegangan di transportasi umum mungkin tanpa sadar Anda menyentuh wajah sendiri. Entah itu karena ada yang gatal atau sekadar menyandarkan tangan di pipi. 

Padahal, tidak ada yang tahu di pegangan atau benda yang disentuh terdapat bakteri atau virus berbahaya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

121,226

Terkonfirmasi

77,557

Sembuh

5,593

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Menurut APCI (Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology) kebiasaan menyentuh wajah perlu dikurangi.

Hal ini dikarenakan wajah yang disentuh oleh tangan yang kotor dapat membuat kuman menempel pada selaput lendir. Akibatnya, risiko infeksi pernapasan meningkat.

Sebagai contoh, infeksi pernapasan seperti pneumonia atau flu dapat tersebar melalui percikan air dari orang lain ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara di dekat Anda. Selain itu, percikan air yang berisi virus dan bakteri tersebut juga dapat menempel di permukaan benda yang tanpa sadar mungkin Anda sentuh.

Anda mungkin rutin mencuci tangan dengan bersih. Namun, tantangan sebenarnya adalah tangan Anda tidak akan selalu bersih karena harus memegang sesuatu yang mungkin kotor.

 Agar risiko penularan infeksi virus dan bakteri berkurang, mengurangi kebiasaan menyentuh wajah sangat perlu dilakukan. 

Mengapa kebiasaan menyentuh wajah sulit dihentikan?

Bahaya memencet jerawat di area segitiga wajah

Tahukah Anda bahwa diperkirakan manusia rata-rata terbiasa memegang wajah mereka 23 kali dalam satu jam?

Angka yang cukup banyak dalam satu jam itu menandakan kebiasaan ini akan sulit dihentikan karena dinilai sebagai hal yang sangat wajar dan manusiawi. 

Pada saat Anda menyentuh wajah tanpa sadar, hal tersebut menandakan bahwa Anda sadar terhadap kehadiran orang lain di sekitar.

Umumnya, orang memeriksa wajah orang lain dengan menyentuh wajah mereka sendiri yang menandakan bahwa Anda peka terhadap ekspresi dan wajah sendiri. 

Selain itu, kebanyakan orang menganggap bahwa sering memegang wajah tidak berbahaya bagi kesehatan dan jarang mengaitkannya dengan infeksi bakteri serta virus seperti COVID-19

Maka itu, kebiasaan menyentuh wajah mungkin akan sulit untuk dihentikan, terutama dengan tangan kotor. 

cemas covid-19

Tips mengurangi kebiasaan memegang wajah 

cara membersihkan kulit berminyak

Setelah mengetahui bahaya dari terbiasa memegang wajah dengan tangan yang kotor, tentu Anda ingin mengurangi kebiasaan tersebut, bukan?

Sebenarnya, mencoba memberitahu diri sendiri bahwa Anda perlu mengurangi kebiasaan menyentuh wajah mungkin adalah langkah yang tidak tepat. Hal ini mungkin dikarenakan ketika Anda dilarang ternyata semakin besar untuk memegang wajah sendiri. 

Maka itu, bersikap keras pada diri sendiri mungkin tidak akan membantu sama sekali karena pikiran tertekan justru tidak berhasil mengekang perilaku Anda. 

Berikut beberapa cara mengurangi kebiasaan ini dengan cara yang lebih fleksibel dan sederhana.

1. Buat tangan tetap sibuk

Salah satu cara agar kebiasaan menyentuh wajah berkurang dengan tangan yang kotor adalah membuatnya tetap sibuk. 

Maksudnya, Anda bisa melawan keinginan untuk memegang wajah dengan bantuan dari stress ball agar tangan tidak ada kesempatan untuk mendarat di bagian mata, hidung, dan mulut.

Stess ball adalah mainan lentur kecil dengan bentuk beragam tapi kebanyakan seperti bola yang bisa dipencet dan ditekan.

Selain stress ball, Anda juga bisa mencoba memainkan karet gelang yang dikaitkan di pergelangan tangan. 

Apabila kurang efektif, cobalah untuk menyelipkan tangan di bawah paha ketika duduk. Dengan begitu, Anda akan berpikir dua kali ketika ingin memegang wajah sendiri.

2. Minta tolong kepada teman

Kebiasaan menyentuh wajah ternyata juga bisa dikurangi dengan bantuan teman Anda. Cobalah untuk meminta teman, pasangan, atau anggota keluarga yang memperingatkan Anda ketika menyentuh wajah sendiri. 

Selain bantuan dari teman, ternyata mengatur reminder dari ponsel yang membantu mengingatkan Anda juga cukup efektif.

Bosan Saat Social Distancing dan Karantina di Rumah? Coba 6 Kegiatan Ini, Yuk!

3. Memperhatikan pemicu kebiasaan

Sebenarnya, salah satu hal yang membuat Anda mungkin sulit menghentikan kebiasaan menyentuh wajah adalah kebiasaan lainnya. Misalnya, menggigit kuku

Pada saat menggigit kuku, terutama dengan tangan yang kotor, ternyata kesempatan untuk memegang wajah menjadi lebih besar dan sering. Bahkan, ketika ada jerawat di wajah pun menjadi salah satu alasan keinginan untuk memegang muka lebih besar. 

Maka itu, memperhatikan pemicu yang dapat membuat Anda terbiasa menyentuh wajah juga diperlukan, seperti menggosok mata, menggigit kuku, atau memencet jerawat

Intinya, Anda perlu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan hingga bersih dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah agar risiko infeksi virus dan bakteri pun mengecil.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Kebiasaan Sehat Agar Anak Tak Mudah Terkena Infeksi

Menerapkan kebiasaan untuk sehat merupakan tanggungjawab orang tua. Jika diajarkan sejak dini, kebiasaan hidup sehat akan terbawa hingga mereka dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebiasaan sehat untuk anak
Kesehatan Anak, Parenting 11/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana COVID-19 Menyerang Organ Vital di Tubuh Manusia?

Wabah covid-19 telah menelan ribuan korban jiwa karena menyerang berbagai organ di tubuh manusia. Apa saja organ yang terdampak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Infeksi virus tertentu memang cukup berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Lantas, bagaimana dengan efek coronavirus pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/01/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit
dokter melawan COVID-19

Melawan COVID-19: Jangan Ada Lagi Tenaga Medis yang Gugur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit
meningitis COVID-19

Kaitan Kasus Positif COVID-19 dengan Gejala Meningitis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . Waktu baca 4 menit