HALO SAYA MENGALAMI GONDONGAN APAKAH BOLEH MAKAN MIE PANGSIT TOLONG DI JAWAB YA
penyakit kulit
izin bertanya dok
tiba tiba muncul bintik bintik apakah itu panu coklat dok atau penyakit yang lainnya
1 komentar
Terbaru
🔥 Diskusi Menarik
izin bertanya dok
tiba tiba muncul bintik bintik apakah itu panu coklat dok atau penyakit yang lainnya
1 komentar
Terbaru
Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Halo Martin, terima kasih atas pertanyaan anda.
Bercak coklat di kulit seperti panu bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari tahilalat, tanda lahir, bekas luka, sampai kondisi medis tertentu, seperti mastositosis atau melanoma. Untuk mengetahui penyebabnya dengan lebih jelas, baca artikel ini sampai habis, ya. Normalnya, sel-sel kulit memproduksi zat yang memberi warna pada kulit (melanin). Ketika sel-sel kulit rusak atau tidak sehat, produksi melanin bisa jadi berlebihan. Pada akhirnya, melanin akan menggumpal secara tidak merata di kulit, sehingga area tersebut tampak lebih gelap (hiperpigmentasi).
Penyebab munculnya bercak coklat di kulit seperti panu cukup beragam. Supaya tidak menduga-duga penyebab pastinya, silakan baca penjelasan berikut ini:
1. Tanda lahir
Bercak coklat di kulit seperti panu bisa disebabkan oleh tanda lahir. Seperti namanya, tanda ini dapat muncul di kulit saat lahir atau sesaat setelahnya. Tanda ini bisa memiliki ukuran, warna, dan bentuk yang bervariasi. Sebagian tanda lahir bisa membesar dan warnanya menjadi pekat seiring bertambahnya usia. Namun, ada juga yang memudar dan menghilang sepenuhnya seiring waktu.
Penyebab tanda lahir belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan bahwa tanda ini muncul karena faktor genetik dari orang tua.
2. Paparan sinar matahari
Bercak coklat di kulit seperti panu juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Soalnya, sinar ulltraviolet pada sinar matahari akan memicu produksi melanin yang lebih banyak untuk melindungi kulit dari kerusakan.
Sebenarnya, produksi melanin yang melimpah pada kondisi ini bertujuan baik. Namun, dampaknya warna kulit jadi tidak merata dan menimbulkan bercak coklat seperti flek pada kulit.
3. Hiperpigmentasi pascainflamasi (peradangan)
Jerawat, bekas gigitan serangga, luka akibat jatuh atau terkena panci panas, serta goresan yang terjadi pada kulit bisa memicu terjadinya peradangan. Peradangan yang timbul tersebut menyebabkan sel-sel kulit menghasilkan melanin dalam jumlah banyak. Akibatnya, area kulit tersebut berubah warna jadi coklat akibat hiperpigmentasi pascainflamasi.
4. Tahilalat
Tahilalat terjadi ketika sel-sel penghasil pigmen kulit (melanosit) tumbuh berkelompok dan berdekatan. Tahilalat yang terbentuk ini bisa berwarna hitam atau coklat.
Tahilalat bukanlah kondisi yang serius. Namun, waspadai jika tahilalat memiliki bentuk yang tidak beraturan, memiliki tepi yang tidak jelas, warnanya tidak konsisten, berukuran besar, jumlahnya sangat banyak, terasa gatal serta nyeri. Segera konsultasikan dengan dokter bila memiliki tahilalat yang seperti ini, ya.
5. Melasma
Bercak coklat di kulit seperti panu bisa disebabkan oleh melasma. Kondisi ini lebih sering dialami oleh ibu hamil. Sebab, saat hamil jumlah hormon estrogen dan progesteron berubah, sehingga memicu pertumbuhan sel-sel melanosit untuk menghasilkan melanin melimpah dan menimbulkan bercak coklat di kulit.
6. Mastositosis kulit
Penyebab bercak di kulit seperti panu selanjutnya adalah mastositosis kulit. Ini adalah kondisi di mana sel-sel mast (salah satu jenis sel darah putih) berkumpul di jaringan kulit. Perkumpulan sel-sel mast ini memicu kemunculan lesi merah atau kecoklatan yang gatal. Kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak.
Pada sebagian penderita, mastositosis berlanjut dan menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis) yang bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, penderita mastositosis kulit perlu segera ke dokter, khususnya bila mengalami gejala ruam kulit yang memerah dan menonjol, pusing, terjadi pembengkakan di beberapa area kulit, sakit perut, keringat dingin, sesak napas, hingga pingsan.
7. Penyakit Addison
Penyakit Addison adalah penyakit saat kelenjar adrenal tidak mampu memproduksi hormon kortisol dan aldosterone dalam jumlah yang cukup. Penyakit Addison biasanya disebabkan oleh penyakit autoimun.
Kondisi ini bisa memicu beragam gejala, seperti kekurangan energi, sering merasa lelah, otot lemah, nafsu makan menghilang, berat badan menurun, dan sering merasa haus.
Seiring waktu, kondisi ini bisa menjadi lebih parah dan membuat penderita mengalami pusing, pingsan, kram, dan kelelahan. Selain itu, penyakit Addison juga bisa menyebabkan timbulnya bercak coklat atau hitam di kulit, bibir, atau gusi.
8. Infeksi virus
Infeksi virus seperti herpes zoster bisa menyebabkan timbulnya ruam kulit dengan beragam bentuk, mulai dari benjolan kecil berisi air hingga kulit melepuh.
Lepuhan kulit yang pecah bisa memicu kemunculan bercak coklat di kulit seperti panu yang sebenarnya adalah bekas luka. Pada beberapa orang, bekas luka bisa membentuk scar yang terasa nyeri dan nyerinya bisa bertahan lama.
9. Melanoma
Penyebab bercak coklat di kulit seperti panu yang terakhir dan membahayakan adalah melanoma. Melanoma adalah kanker kulit yang paling jarang terjadi, tetapi sangat berbahaya.
Penyebab melanoma tidak diketahui secara pasti. Namun, paparan sinar ultraviolet dari sinar matahari bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.
Melanoma sering kali berawal dari tahilalat yang berkembang dan berubah sifatnya dari jinak ke ganas, sehingga bentuk, warna, dan ukuran juga mengalami perubahan.
Tahilalat yang berpotensi menjadi melanoma juga cenderung terasa sangat gatal, sakit, dan mudah berdarah. Ini adalah kondisi yang serius dan membutuhkan pengobatan secepatnya. Sebab, sel-sel kanker pada melanoma bisa tumbuh dengan cepat dan menyebabkan kematian.
Apabila gejala semakin memburuk, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.
Sekian dan terima kasih