Stres karena cara mertua mengatur anak angkat saya

Saya mengadopsi anak dari adik istri saya 3 tahun yang lalu saat masuk smp, karena saat itu keuangan kami cukup baik, beliau tidak ada suami (broken home) dan mertua saya menanggung 4 orang cucu dan 1 orang anak di dalam rumahnya.


Seiring waktu, anak adopsi kami telah terbentuk bonding emosi bapak dan anak. Sementara dengan istri saya tidak. Saat akan masuk sma (5 bulan yang lalu), saya mengutarakan pertanyaan ke mertua saya, akan disekolahkan kemana, biaya akan seperti apa, namun tidak ada respon karena dianggap terlalu dini.

Hal ini karena keuangan kami mengalami kemerosotan. Hingga setelah wisuda dan tidak lulus PPDB mertua saya bingung, karena tidak ada biaya sekolah dan tidak menemukan sekolah.

Dengan seketika, anak angkat saya dipindahkan ke kota lain, diasuh oleh saudaranya, tanpa etika membincangkannya dahulu dengan saya.

Dengan kejadian ini, saya selaku kepala keluarga merasa dilangkahi, tidak didengarkan pendapatnya dan dijauhkan dari anak adopsi. Bahkan dikatakan oleh mertua kami bahwa keponakan tidak boleh dianggap anak saya sendiri. Perdebatan hebat dengan istri hampir setiap hari terjadi untuk membahas hal ini, namun istri saya tetap berpendapat itu hal biasa, sementara saya merasa harga diri seorang suami tidak lagi diindahkan.

Apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini, mengingat anak adopsi saya sudah dipindahkan dan keluarga saya diambang kehancuran? Mohon petunjuknya

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja.


Tentu saja diperlukan kepala dingin semua pihak saat membahas permasalahan ini. Anda perlu membuat kesepakatan bersama dengan istri mengenai kondisi anak angkat. Jika keduanya sudah sepakat, maka didiskusikan lagi dengan mertua. Jika diperlukan libatkan anak bersangkutan agar dapat mengambil keputusan sendiri untuk dirinya.


Jangan ragu untuk melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika diperlukan.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya memahami bahwa Anda sedang menghadapi situasi yang sulit dengan mertua Anda dan anak angkat Anda. Saya akan mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin dapat membantu Anda dalam menghadapi masalah ini.:
  1. Komunikasi terbuka: Cobalah untuk berbicara dengan istri Anda secara terbuka dan jujur tentang perasaan Anda terhadap situasi ini. Jelaskan bagaimana Anda merasa dilangkahi dan tidak didengarkan dalam keputusan yang berkaitan dengan anak angkat Anda. Diskusikan perasaan Anda dan dengarkan juga pendapat dan perasaan istri Anda. Upayakan untuk mencapai pemahaman bersama dan mencari solusi yang saling menguntungkan.

  2. Bicarakan dengan mertua: Cobalah untuk berbicara dengan mertua Anda secara tenang dan terbuka. Sampaikan kekhawatiran Anda tentang bagaimana keputusan mereka memindahkan anak angkat Anda tanpa berkonsultasi dengan Anda telah mempengaruhi Anda dan keluarga Anda. Jelaskan bahwa Anda merasa diabaikan dan tidak dihargai sebagai kepala keluarga. Bicarakan tentang pentingnya komunikasi dan kerjasama dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan anak angkat Anda.

  3. Cari bantuan profesional: Jika perdebatan dan ketegangan terus berlanjut, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis keluarga. Mereka dapat membantu Anda dan istri Anda dalam mengatasi konflik dan menemukan cara untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk anak angkat Anda.

  4. Fokus pada kepentingan anak: Ingatlah bahwa yang terpenting dalam situasi ini adalah kepentingan dan kesejahteraan anak angkat Anda. Cobalah untuk menjaga hubungan yang baik dengan anak angkat Anda dan tetap terlibat dalam kehidupannya sebisa mungkin. Bicarakan dengan saudara Anda yang merawat anak angkat Anda dan cari cara untuk tetap terhubung dan terlibat dalam kehidupan anak tersebut.

  5. Pertimbangkan hukum dan hak-hak Anda: Jika situasi ini terus memburuk dan Anda merasa bahwa hak-hak Anda sebagai kepala keluarga dan ayah angkat tidak dihormati, Anda mungkin ingin mencari nasihat hukum. Konsultasikan dengan pengacara keluarga untuk memahami hak-hak Anda dan opsi yang tersedia dalam situasi ini.

Ingatlah bahwa setiap situasi keluarga memiliki dinamika dan kompleksitasnya sendiri, dan saran di atas hanya merupakan panduan umum. Jika Anda merasa kesulitan menghadapi situasi ini, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari profesional yang dapat memberikan saran yang lebih spesifik dan sesuai dengan situasi Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan