Masturbasi

Hallo Dok, begini saya punya ponakan laki-laki, usianya 5 tahun. Tetapi setelah saya perhatikan, dia senang memainkan alat kelaminnya, bahkan sampai, keenakan begitu. Dia melakukannya tiap hari, bahkan tidak terhitung dalam sehari dia melakukannya berapa kali, tapi sangat sering. Dia bahkan menyuruh saya memegangnya, dia mengatakan itu enak. Aku kaget dia belajar darimana, kenapa bisa. Perhatian dari orangnya full, selalu diperhatikan, tapi soal yang anaknya masturbasi, ngak diperhatikan. Bagaimana cara menangani dok? Terim kasih🙏

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
19
2

2 komentar

Halo sobat sehat,


Terdapat beberapa fase perkembangan pada anak sesuai usia, diantaranya fase oral (0-1 tahun), fase anak (1-3 tahun), fase falik (3-6 tahun)


usia 5 tahun itu masuk di fase falik dimana anak mulai mengenal alat kelamin dan akan sering memainkannya, itu wajar karena masih proses perkembangannya.


hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua diantaranya mengalihkan perhatian anak secara lembut tanpa memaksa agar anak tidak terus menerus memainkan kelaminnya, lalu memberikan pemahaman karena usia 5 tahun sudah bisa diajak bicara, jadi bisa diberikan pemahaman bahwa memainkan teelalu sering apalagi menyuruh orang lain memainkan itu sebaiknya tidak dilakukan.


apabila orang tua tetap kesulitan maka sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis anak terdekat.


terima kasih

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya memahami kekhawatiran Anda terkait perilaku masturbasi yang dialami oleh ponakan Anda yang berusia 5 tahun. Sebagai informasi, masturbasi pada anak usia tersebut sebenarnya merupakan hal yang normal dalam perkembangan seksual mereka. Namun, penting bagi Anda sebagai orang dewasa untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak tentang batasan-batasan privasi dan perilaku yang sesuai.:

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menangani situasi ini:

  1. Berbicara dengan anak secara lembut dan jelas tentang perilaku yang tidak pantas dilakukan di depan orang lain, termasuk memainkan alat kelaminnya.
  2. Jelaskan bahwa kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan secara pribadi dan tidak boleh dilakukan di depan orang lain.
  3. Berikan alternatif kegiatan yang dapat mengalihkan perhatiannya dari perilaku tersebut, seperti bermain dengan mainan atau melakukan kegiatan lain yang disukai.
  4. Berikan dukungan dan perhatian yang cukup kepada anak untuk memastikan bahwa mereka merasa dicintai dan diperhatikan.
  5. Jika perilaku tersebut terus berlanjut atau mengkhawatirkan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak untuk mendapatkan saran lebih lanjut.

Selalu penting untuk tetap tenang dan sabar dalam menangani situasi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan tambahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan anak. Semoga informasi ini membantu. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain?

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan