Batuk pada anak

Halo dok, anak saya batuk sudah 3 hari. Awalnya demam. Tapi sekarang sudah tidak demam. Tidak mengeluarkan ingus di hidung. Yang jadi pertanyaan, batuknya anak saya itu dok, yang tidak berhenti-berhenti. Dari bangun pagi sampai dia tidur. Artinya anak saya hanya istirahat (tidak batuk) dalam keadaan tidur. Ketika anak saya terjaga, batuknya terus menerus. Itu kenapa ya dok. Saya sudah berobat. Diberikan obat batuk, obat radang, obat demam, dan antibiotik. Oia dok, anak saya ada riwayat pnoumonia.

Terima kasih dok..

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
2

2 komentar

Halo sobat sehat, terima kasih atas pertanyaannya,


Batuk yang terus menerus meski sudah berobat perlu dicaritahu sebabnya : apakah anak ada alergi makanan, udara atau sejenisnya, apakah ada paparan asap rokok, apakah trpapar udara polusi. karena batuk itu tanda tubuh anak merespon dengan sesuatu. coba perhatikan lagi debu di rumah, ventilasi rumah, asap rokok, polusi hingga makanan yang bisa memicu alergi karena pada beberapa kasus alergi bergejala batuk juga.



Tidak semua batuk itu berbahaya kecuali disertai sesak napas, demam tinggi dan dehidrasi.


Pada bayi dan anak, batuk itu cara tubuhnya merespon terhadap sesuatu (terkena bakteri, virus, alergi, atau perubahan suhu, polusi dan sebagainya) dan tidak selalu perlu obat kecuali ada tanda bahaya seperti sesak napas atau demam tinggi, harus dicari tau sebab atau pemicu lain dan batuk itu tanda tubuhnya sedang bekerja. Ingat, yang penting tidak ada tanda bahaya tadi (demam, sesak napas sampai dehidrasi), kalau ada tanda bahaya segera ke IGD RS.


Berikut sedikit penjelasan:


Batuk adalah respon normal tubuh terhadap segala sesuatu yang masuk dan mengiritasi saluran napas baik itu debu, alergi atau bakteri, virus dan sebagainya.


Pada anak, pemicu tersering yaitu kontak dengan orang lain yang sedang sakit atau alergi.


perhatikan dulu hal lain seperti suhu lingkungan, paparan polusi, asap rokok, kontak sama orang sakit dan gejala lainnya seperti demam, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar dan sebagainya.


Batuk bisa berdahak ataupun tidak tergantung dari paparan apa dan respon tubuh terhadap paparan tersebut.


Batuk juga bisa berbahaya jika disertai infeksi bakteri atau virus. Daya tahan tubuh memegang peranan penting dalam upaya penyembuhan ini.


Perhatikan hal berikut ini:

- apakah ada orang merokok di rumah atau tidak, karena hal ini bisa mempengaruhi kondisi anak, jauhkan dari asap rokok

- Hindari kontak dengan orang sakit lainnya

- Ventilasi rumah dan ruangan yang ditempati harus baik dan perhatikan kebersihannya, debu dapat memicu individu yang memiliki potensi alergi, apabila terus terpapar maka akan sulit sembuh


- adakah riwayat alergi di keluarga, jika ada, alergi terhadap apa dan berusahalah untuk menghindari alergen tersebut.


- makan dan minum bergizi setiap harinya


-mandi air hangat, makan sup hangat atau makanan lain yang menyamankan dan bergizi


Hindari Pemberian obat bebas tanpa konsultasi dahulu dengan dokter mengingat dosis obat pada anak harus dihitung berdasarkan berat badan.


Yang terpenting coba evaluasi kondisi diatas yang telah disebutkan. apabila tidak kunjung membaik,

Konsultasikan kembali ke dokter spesialis anak (SpA) terdekat untuk penanganan yang lebih komprehensif.


Semoga membantu, terimakasih

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Batuk yang berlangsung terus-menerus pada anak Anda bisa memiliki beberapa penyebab yang mungkin perlu dipertimbangkan. Beberapa kemungkinan penyebab batuk yang berkepanjangan pada anak termasuk:
  1. Infeksi saluran pernapasan: Meskipun demam sudah hilang, batuk yang berlanjut bisa menjadi tanda bahwa infeksi masih ada. Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis atau pneumonia bisa menyebabkan batuk yang berkepanjangan. Riwayat pneumonia pada anak Anda juga perlu diperhatikan.

  2. Alergi: Batuk yang berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh alergi, seperti alergi debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. Jika anak Anda memiliki riwayat alergi, ini bisa menjadi penyebab batuk yang berlangsung lama.

  3. Asma: Batuk yang berkepanjangan juga bisa menjadi gejala asma. Jika anak Anda memiliki riwayat asma atau ada riwayat asma dalam keluarga, ini perlu dipertimbangkan.

  4. Refluks asam: Refluks asam dari lambung ke kerongkongan juga bisa menyebabkan batuk yang berkepanjangan pada anak. Ini terutama terjadi setelah makan atau saat berbaring.

  5. Iritasi atau alergi lingkungan: Paparan asap rokok, polusi udara, atau bahan kimia tertentu juga bisa menyebabkan batuk yang berkepanjangan pada anak.

Pemberian obat batuk, obat radang, obat demam, dan antibiotik yang telah Anda berikan mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan karena penyebab batuk yang berkepanjangan mungkin bukan karena infeksi bakteri. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengevaluasi kondisi anak Anda secara menyeluruh dan menentukan penyebab batuk yang berkepanjangan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mungkin memerlukan tes tambahan, dan memberikan pengobatan yang sesuai berdasarkan penyebab yang mendasari.

Selain itu, pastikan anak Anda cukup istirahat, minum banyak cairan, dan menjaga kebersihan lingkungan untuk membantu mempercepat pemulihan. Jika batuk anak Anda semakin parah atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Semoga anak Anda segera pulih! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan