Anak tak pegi sekolah n tak mau fokus belajar
Anak umur 6 thn tiap kali pegi sekolah ia nangis n disekolah kata guru dia tak mau bicara n tak mau mengerjakan apa guru suru
Anak umur 6 thn tiap kali pegi sekolah ia nangis n disekolah kata guru dia tak mau bicara n tak mau mengerjakan apa guru suru
2 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Halo Lewin Kaur, terima kasih untuk pertanyaannya.
Perlu diketahui bahwa membaca dan menulis merupakan tugas perkembangan pada usia sekolah (usia 6 tahun ke atas), sehingga dalam proses mengajarkan anak kemampuan tersebut bisa saja mengalami kebosanan akademik, menurunnya semangat belajar di sekolah, apalagi proses belajar sebelum usia tersebut adalah hal yang dipaksakan orang tua terhadap anak. Dengan demikian dapat dimulai dengan mencari tahu penyebab anak berperilaku demikian.
Untuk memastikan perkembangan anak sesuai dengan usianya diperlukan asesmen/ pemeriksaan yang mendalam oleh profesional sehingga dapat mengetahui kondisi anak yang sebenarnya. Dengan dilakukan pemeriksaan lebih dini, maka dapat segera ditentukan pula langkah yang tepat untuk selanjutnya.
Anda dapat mendampingi anak di rumah dengan melakukan aktivitas bersama, seperti bermain tebak huruf/ angka, dengan buku cerita bergambar yang hurufnya cukup besar, atau bisa menggunakan kartu-kartu huruf/ angka, dan lain sebagainya. Dengan demikian, anak tidak merasa terbebani akan tugas tersebut. Sebaiknya anda tetap menghargai proses perkembangan anak tanpa membandingkan dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing, sehingga perlu dikenali potensi yang hadir pada diri anak. Sebaiknya menghindari untuk memukul, memarahi, atau memberika label negaitf pada anak karena hanya akan memperburuk kondisinya, seperti menganggap baca dan tulis semakin tidak menyenangkan, dan lainnya. Berikan pula apresiasi atas perilaku baik yang ditampilkan anak (misalnya pujian, pelukan, dan sebagainya) agar anak termotivasi mempertahankan dan mengulang kembali perilaku baiknya.
Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda ke psikolog anak jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Anak yang menunjukkan perilaku seperti ini mungkin mengalami kesulitan dalam beradaptasi di lingkungan sekolah. Ada beberapa kemungkinan penyebab dari perilaku tersebut, seperti kecemasan terhadap lingkungan baru, masalah sosial, atau masalah kesehatan mental.:Sebagai langkah pertama, penting untuk berbicara dengan anak dan mencoba memahami apa yang membuatnya merasa tidak nyaman atau tidak senang di sekolah. Bisa juga berkonsultasi dengan guru atau konselor sekolah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang perilaku anak tersebut.
Selain itu, penting juga untuk memberikan dukungan dan perhatian ekstra kepada anak, serta mencoba mencari cara untuk membuatnya merasa lebih nyaman dan aman di lingkungan sekolah. Bisa juga melibatkan ahli psikologi atau terapis anak untuk membantu menangani masalah ini.
Jika perilaku anak terus berlanjut dan mengganggu perkembangannya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kesehatan mental untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Apakah Anda memiliki pertanyaan lain terkait masalah ini?
Related content