Anak suka memukul kepalanya sendiri

Halo dok mau tanya anak saya usia 14 bulan dia suka mukul. Kepalanya sendiri akhir" Ini dok knpa ya? Kalo dibilangin jangan dia malah mukul lg ga mau berhenti dok

Kadang malah dia lg pegang apa ditangganya pukul ke kepalanya dok

Semoga dijawab. Makasi dok

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
2

2 komentar

Halo Agit Lia, terima kasih atas pertanyaan anda


Pada usia 14 bulan, anak masih berada dalam tahap perkembangan yang sangat awal, baik dari sisi emosi, bahasa, maupun kemampuan regulasi diri. Mereka belum bisa mengekspresikan rasa frustasi, marah, tidak nyaman, atau kebingungan lewat kata-kata, sehingga kadang menyalurkannya lewat gerakan fisik, seperti memukul kepala, membentur diri, atau melempar benda. Ini bisa menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang menunjukkan, "Aku tidak nyaman" atau "Aku tidak suka".


Perilaku ini juga bisa muncul saat anak merasa tidak dipahami, atau ketika aturan yang diberikan belum bisa ia mengerti sepenuhnya. Jadi, ketika dibilang ‘jangan’, anak bisa merespons dengan mengulang perilaku itu karena belum tahu cara lain untuk merespon larangan atau frustrasi.


Yang bisa Anda lakukan saat ini adalah membantu anak mengenali emosi dan memberi alternatif cara menyalurkan perasaannya. Misalnya, ketika ia mulai memukul, peluk dengan lembut sambil katakan dengan suara tenang: "Kamu kesal ya? Tapi kita nggak pukul. Yuk kita tepuk bantal aja". Dengan begitu, anak belajar bahwa perasaannya dimengerti dan diberikan cara lain yang lebih aman.


Namun, jika perilaku ini terjadi sangat sering, sulit dialihkan, disertai tantrum ekstrem, atau ada tanda-tanda keterlambatan komunikasi lainnya, maka penting untuk berkonsultasi lebih lanjut. Bisa dengan psikolog anak atau dokter tumbuh kembang, untuk memastikan apakah ada hal lain yang mendasari perilaku ini.

3 minggu yang lalu
Suka
Balas
Kebiasaan memukul kepala sendiri pada anak usia 14 bulan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mencari kenyamanan, meredakan rasa sakit, mengatasi frustrasi, mencari perhatian, atau bahkan sebagai tanda adanya gangguan perkembangan:

Pada usia ini, anak mungkin belum memiliki kemampuan komunikasi yang cukup untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan, sehingga memukul kepala menjadi cara mereka mengekspresikan diri. Penting untuk mengenali pemicu dari perilaku ini. Yang bisa Anda lakukan:

  • Tetapkan batasan tegas: Jelaskan dengan tenang namun tegas bahwa memukul kepala itu tidak baik dan menyakiti diri sendiri.
  • Alihkan perhatian: Saat anak mulai memukul kepala, coba alihkan perhatiannya dengan mainan, aktivitas, atau pelukan.
  • Komunikasi: Cobalah untuk berkomunikasi dengan anak, meskipun ia belum bisa berbicara dengan jelas. Perhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya untuk memahami apa yang sedang ia rasakan.
  • Tetap tenang: Hindari marah atau panik saat anak memukul kepala. Tetaplah tenang agar anak merasa aman dan nyaman. Jika perilaku ini sering terjadi tanpa alasan yang jelas, atau disertai dengan gejala lain seperti keterlambatan perkembangan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan perkembangan atau masalah kesehatan lainnya.
3 minggu yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan