12 Ribu Anak di Bawah Usia 14 Tahun Terinfeksi HIV, Bagaimana Penularannya?
Kementerian Kesehatan melaporkan, ada 12.533 anak di bawah usia 14 tahun terinfeksi HIV.
Dalam sebuah konferensi pers daring Selasa (29/11/2022), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi mengatakan belum semua anak dengan HIV mendapatkan pengobatan.
Dari total 12.533 kasus infeksi usia anak, hanya 7.800 yang sudah mendapatkan pengobatan. Sisanya belum mendapatkan pengobatan karena tidak memiliki akses untuk berobat.
Bagaimana penularan HIV ke anak?
Penyebab penyakit HIV adalah infeksi human immunodeficiency virus. Virus ini menghancurkan sel CD4 (sel T), jenis sel darah putih dalam bagian sistem imun yang khusus bertugas melawan infeksi.
Penularan HIV hanya bisa terjadi lewat perantara cairan tubuh tertentu. Cairan tubuh tersebut antara lain darah, air mani, cairan pra-ejakulasi, cairan anus, cairan vagina, dan ASI.
Namun, agar virus penyebab HIV dapat berpindah dari orang yang terinfeksi, cairan tersebut haruslah masuk ke dalam tubuh orang yang sehat melalui jalur berikut.
1. Hubungan seks
Jalur penularan virus umumnya terjadi dari hubungan seks tanpa kondom (penetrasi vaginal, seks oral, dan anal).
2. Jarum suntik bekas atau bergantian
3. Transfusi darah dan cangkok organ
4. Penularan ibu ke bayi
Jalur penularan HIV yang paling banyak terjadi pada anak kecil dan bayi adalah lewat ibunya (mother-to-child transmission). Menurut yayasan nonprofit Pediatric AIDS Foundation, lebih dari 90% kasus penularan HIV pada anak kecil dan bayi terjadi saat masa kehamilan.
Namun, jika ibu dengan HIV/AIDS rajin melakukan terapi obat sebelum dan selama merencanakan kehamilan, maka risiko penularan HIV secara vertikal hanya 0,2%.
Jangan salah sangka. Anda TIDAK dapat tertular virus HIV melalui kontak sehari-hari seperti bersentuhan, berjabat tangan, bergandengan, berpelukan, cipika-cipiki, batuk dan bersin, mendonorkan darah ke orang yang terinfeksi lewat jalur yang aman, menggunakan kolam renang atau dudukan toilet yang sama, berbagi sprei, berbagi peralatan makan atau makanan yang sama
Dari hewan, nyamuk, atau serangga lainnya.
Baca pengalaman ibu dengan HIV hamil dan melahirkan anak sehat di artikel berikut: https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/cerita-ibu/pengalaman-hiv-aids-melahirkan/

























