Sejak kecil aku terlahir sakit-sakitan.Tentu saja ini menjadi beban saat aku sudah beranjak dewasa. Aku mengerti biaya pengobatan tidaklah murah. Dengan begitu aku mulai menyembunyikan penyakitku agar tidak merepotkan orang tuaku. Walau aku tahu itu salah sih…


Kejadian ini adalah kejadian tiga tahun yang lalu. Pagi itu aku hendak berangkat sekolah. Tapi aku merasa ada yang aneh di gusi belakangku. Awalnya aku mengira itu sisa makanan yang terlewat saat aku sikat gigi. Tapi setelah mengeceknya di cermin aku menemukan ada gigi yang mencuat dari gusiku. Aku panik. Mengingat cerita temanku gigi geraham kalau tumbuh sakit sekali. Aku merenung sejenak di depan cermin sambil mengelus gigi baruku dengan lidah. Apakah aku harus sekolah? Ya, aku sangat takut sekolah dalam keadaan sakit. Ibuku sering marah kalau aku memaksakan sekolah saat sakit, karena itu akan memperburuk kondisi tubuhku. Tapi kalau aku dirumah saja itu berarti Ibu akan tahu gigi gerahamku tumbuh dan akan membawaku ke rumah sakit untuk pengecekan. Akhirnya aku memilih untuk sekolah.


Disekolah aku sangat gelisah. Sesekali aku memegang jidatku untuk memastikan aku tidak demam. Aku juga minum dengan air yang jauh lebih banyak dari yang aku konsumsi biasanya. ‘Pokoknya aku tidak boleh sakit.’ batinku dalam hati.


Saat itu adalah hari ke-3 sejak aku menyadari ada penghuni baru di mulutku. Dari segala masalah yang ada aku sangat bersyukur karena tidak sama sekali merasakan demam. Tapi aku mulai merasa khawatir karena sering merasakan pergeseran yang kuat saat graham itu bertambah besar. Akhirnya aku memilih untuk browsing di internet cara menangani sakit gigi geraham yang tumbuh. Itulah pertemuan pertamaku dengan web hellosehat.com. Mungkin selama ini hellosehat.com sudah sering nongol di browsingan ku tapi baru kali ini aku me-notice-nya. Aku membaca beberapa solusi yang ada di web dan mencari yang paling tidak dicurigai oleh Ibu ku saat akan meramunya. Dan di web itu aku menemukan beberapa solusi yang sangat mudah untuk ku lakukan, seperti kumur air garam dan kompres es. Setelah melakukan tips tersebut rasa sakit pun mulai mereda. Tapi aku harus tetap berjuang. Aku sadar makan dengan cara di bubur akan sangat efektif, tapi itu berarti Ibu akan mengetahui kalau aku sedang sakit. Jadilah aku selalu makan dikamar dengan alasan sambil menyelesaikan tugasku. Setengah sendok untuk satu suap, jujur itulah saat tersabar dalam hidupku. Tapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Setelah beberapa minggu seperti ini akhirnya gigi geraham belakangku tumbuh sempurna. Dengan segala perjuangan yang aku rasakan aku berjanji akan menjaga penghuni baru di mulutku.