Kehamilan disekitarku merupakan hal yang lumrah, menikah, hamil, seperti tiada tantangan. Berbeda denganku. Itu ujian yang berat untukku.
1.5 tahun berlalu, 2 garis biru itu tak kunjung muncul. Ku coba lagi dan lagi, tapi seperti tak ada titik terang.
Sapaan, gurauan, dan harapan dalam sepenggal kalimat, "kapan punya anak?" tak jarang mengalir dari telinga menembus hingga ke hati.
Bagi orang yang tak kuat, mungkin itu adalah cara memadamkan jiwa.
Beruntungnya, aku punya suamiku yang mendampingiku melalui semua itu. Aku menyibukkan diriku dengan ujian CPNS yang ada di depan mata.
Belajar, stress menghadapi ujian, bergojek ria kesana kemari untuk melengkapi berkas, semua hal itu membantuku melupakan kegundahan akan kehamilan untuk sementara.
Hari pengumuman kelulusan tiba, dan ternyata aku lulus. Rasanya senang sekali. Dengan penuh semangat kuputuskan untuk segera melak