Sekarang hubungan kami sedang dalam fase break dan itu adalah keputusan dari pasangan saya, dikarenakan saya selalu bertanya hal" Yang memancing untuk berargumen seperti: kenapa tidak balas chat aku dengan cepat, kenapa kamu seperti udah males pacaran sama aku, kenapa berbeda sekarang, dan sekarang puncaknya dia sedang ada masalah berupa kesedihan dan sejak aku tanya baik" Dia menjawab "ya sedih aja", disitu akupun merasa bahwa dia menjadi tertutup pada saya, disitulah mulai pikiran" Negatif muncul, apakah dia sudah bosan curhat dengan saya, apakah dia punya cowok lain disana, dan apakah aku tidak pantas untuknya, dan akhirnya dia bilang "ga semuanya melulu tentang pacaran", dia bilang wajar kalo kamu bertanya tentang kabar pasanganmu tapi jangan terlalu overthinking hingga mikir yang tidak", jujur saya punya trauma tentang perselingkuhan, dulu orang tua saya selalu bertengkar karena masalah perselingkuhan dan juga saya otomatis masuk ke dalam perselisihan tersebut, aku selalu mencu