Novel Coronavirus Sudah Mencapai AS, Dipastikan Menular Antarmanusia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Wabah novel coronavirus yang menyerang China serta beberapa negara lainnya sejak akhir 2019 lalu kian merebak. Setelah menginfeksi dua orang di Thailand, satu di Jepang, dan satu di Korea Selatan, kasus pertama penularan novel coronavirus China kini ditemukan di Amerika Serikat.

Menyusul kabar tersebut, sejumlah ilmuwan dan pemerintah China pada Selasa (21/1) turut mengonfirmasi bahwa virus yang dinamai 2019-nCoV ini menular antarmanusia. Hal ini menambah kewaspadaan berbagai pihak, mengingat banyak orang telah bepergian ke China dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.

Penularan novel coronavirus dari China ke Amerika Serikat

Infeksi virus penyebab hepatitis C

Amerika Serikat pada Selasa (21/1) melaporkan kasus pertama novel coronavirus di wilayahnya. Kasus ini berawal ketika seorang pria asal Washington, Amerika Serikat, memeriksakan dirinya ke rumah sakit setelah sebelumnya bertandang ke Wuhan, China.

Pria tersebut pulang ke Amerika Serikat pada tanggal 15 Januari. Ia kemudian memeriksakan dirinya pada tanggal 19 Januari usai mengalami beberapa gejala mirip pneumonia. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisinya baik, bahkan termasuk sehat.

Akan tetapi, hasil pemeriksaan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tanggal 20 Januari mengonfirmasi bahwa pria tersebut memang terinfeksi novel coronavirus. Penularan novel coronavirus kemungkinan besar terjadi selama ia berada di Wuhan.

Pria tersebut memeriksakan kondisinya beberapa hari sebelum Amerika Serikat mulai menerapkan screening di sejumlah bandara domestik. Menyusul konfirmasi dari CDC, ia kini masih dikarantina di Pusat Kesehatan kota Providence di Washington.

Amerika Serikat bukan negara pertama yang mengalami kasus ini. Sebelumnya, Korea Selatan juga melaporkan kasus perdana infeksi 2019-nCoV setelah seorang wanita asal China menunjukkan gejala demam tinggi begitu tiba di Bandara Internasional Incheon, Seoul.

Penularan novel coronavirus terjadi antarmanusia

virus ebv

Novel coronavirus diduga muncul pertama kali di Pasar Huanan, Wuhan. Seorang pria berusia 61 tahun yang sebelumnya sering mengunjungi pasar makanan laut tersebut disebut mengalami gejala mirip pneumonia, lalu meninggal beberapa hari setelahnya.

Pemerintah kota setempat meyakini novel coronavirus hanya menular dari kontak dengan hewan terinfeksi. Namun, dugaan ini terbantahkan begitu muncul beberapa kasus orang yang terinfeksi tanpa pernah berkunjung ke pasar tersebut.

Dilansir dari National Public Radio, ilmuwan epidemiologi dari pihak pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa penularan novel coronavirus bisa terjadi antarmanusia. Sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit juga dilaporkan telah terinfeksi penyakit yang mirip dengan SARS ini.

World Health Organization (WHO) turut menyatakan, penularan pertama kemungkinan besar terjadi melalui kontak dengan hewan hidup di kota Wuhan. Orang yang terinfeksi kemudian melakukan kontak dekat dengan orang yang sehat hingga terjadi penularan.

Setelah menutup Pasar Huanan pada 1 Januari lalu, pemerintah China menggalakkan upaya pencegahan dengan memasang alat pengukur suhu penumpang. Pemasangan alat dilakukan di bandara, stasiun kereta, dan dermaga yang menjadi tempat datangnya jutaan pengunjung dari seluruh dunia.

Langkah tersebut telah diikuti oleh negara-negara yang telah terjangkit infeksi virus ini. Kendati masih aman dari penularan novel coronavirus, pemerintah Indonesia telah melakukan pemeriksaan serupa di bandara yang ada di Palembang, Batam, dan Manado.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 22, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 3, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca