home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Anda Makanan Tertentu yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?

Apakah Anda Makanan Tertentu yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?

Kista ovarium merupakan penyakit yang bisa diderita oleh setiap wanita. Tidak hanya pada kaum ibu atau wanita yang baru saja menikah, kista ovarium juga dapat dialami oleh para remaja wanita yang sudah menstruasi. Bahkan kista ovarium bisa dialami oleh wanita yang sudah menopause. Ini berbahaya karena kista ovarium pada wanita menopause mempunyai kemungkinan lebih besar untuk berkembang menjadi kanker ovarium.

Untuk itu, Anda perlu mencegah terbentuknya kista pada ovarium Anda. Bagaimana caranya? Ada yang bilang dengan cara menghindari makanan tertentu karena beberapa makanan dapat menyebabkan kista. Tapi, apakah ini benar?

Apakah benar makanan dapat menyebabkan kista ovarium?

Jika ditanya, apakah makanan dapat menyebabkan kista ovarium? Sebenarnya tidak ada makanan yang dapat menyebabkan kista ovarium. Makanan tidak berperan langsung terhadap pertumbuhan kista pada ovarium atau indung telur Anda.

Kista ovarium (kantung kecil berisi cairan pada ovarium) tumbuh begitu saja, yang biasanya terjadi pada saat Anda menstruasi. Kista ovarium ini pun bisa hilang dengan sendirinya tanpa Anda sadari. Biasanya, kista ovarium yang bisa hilang dengan sendirinya adalah kista ovarium dalam jenis fungsional.

Selain kista fungsional, jenis kista ovarium lainnya adalah kista dermoid, kistadenoma, endometrioma, dan kista yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kista nonfungsional ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi Anda. Buruknya, kista jenis ini dapat membesar, menunjukkan gejala, menyakitkan, dan membuat Anda lebih sulit hamil. Sehingga, perlu penanganan khusus untuk menyembuhkan kista jenis ini.

Lalu, apa hubungan makanan dengan kista ovarium?

Kembali lagi ke hubungan antara makanan dan kista. Walaupun makanan tidak langsung dapat menyebabkan kista, tapi bagaimanapun nutrisi dalam makanan dapat memengaruhi fungsi ovarium dan hormon yang mengatur sistem reproduksi. Penelitian dalam International Journal of Community Based Nursing and Midwifery tahun 2016 pun menunjukkan bahwa wanita yang mempunyai kista memiliki jumlah asupan lemak yang lebih banyak daripada wanita yang tidak mempunyai kista.

Lemak dapat memengaruhi metabolisme hormon yang mempunyai dampak pada fungsi ovarium. Sehingga, sebagian besar wanita yang mempunyai kista ovarium mungkin juga mempunyai tubuh gemuk. Tubuh gemuk (obesitas) juga berhubungan dengan sindrom ovarium polikistik, di mana sindrom polikistik dapat menyebabkan kista ovarium.

Selain obesitas, sindrom ovarium polikistik juga berhubungan dengan diabetes. Wanita yang mempunyai diabetes mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menderita sindrom ovarium polikistik, di mana juga meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kista ovarium. Perlu Anda ketahui bahwa insulin (yang berhubungan dengan diabetes) juga memiliki peran penting dalam fungsi ovarium.

Mencegah kista ovarium dengan pola hidup sehat

Jadi, bagi Anda yang tidak ingin mempunyai kista ovarium, sebaiknya jaga berat badan Anda dan kadar gula darah Anda. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Konsumsi banyak sayuran dan buah. Sayuran dan buah mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh. Juga, mengandung serat yang dapat membantu Anda mempertahankan berat badan dan menjaga kadar gula darah.
  • Konsumsi lemak sehat dan batasi konsumsi lemak jahat. Contoh makanan yang mengandung lemak sehat adalah alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak kanola, dan lainnya. Lemak sehat ini dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan, lemak jahat hanya akan berdampak buruk bagi tubuh.
  • Pilih karbohidrat kompleks untuk dikonsumsi. Karbohidrat kompleks mengandung lebih banyak serat, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama dan lebih bisa menjaga kadar gula darah Anda. Sedangkan, karbohidrat sederhana, seperti gula, permen, kue, kukis, dan minuman manis dapat membuat kadar gula darah Anda meningkat dan membuat Anda cepat lapar lagi. Sehingga, Anda perlu membatasi konsumsi karbohidrat sederhana.
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat membuat tubuh Anda lebih sehat secara keseluruhan dan juga dapat membantu mempertahankan berat badan Anda.
Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tafazoli, M., Fazeli, E., Dadgar, S., & Nematy, M. (2016). The Association of the Dietary Fat and Functional Ovarian Cysts in Women of Reproductive Age Referring to Three Hospitals in Mashhad, Iran, 2014. International Journal of Community Based Nursing and Midwifery, 4(2), 148–156. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4876783/ [Accessed 27 Apr. 2017].

Akamine, E., Marcal, A., Camporez, J., Hoshida, M., Caperuto, L., Bevilacqua, E. and Carvalho, C. (2010). Obesity induced by high-fat diet promotes insulin resistance in the ovary. Journal of Endocrinology, 206(1), pp.65-74. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20453076 [Accessed 27 Apr. 2017].

Web MD. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)-What Increases Your Risk. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/women/tc/polycystic-ovary-syndrome-pcos-what-increases-your-risk [Accessed 27 Apr. 2017].

Kim, S., and Higuera, V. (2015). Ovarian Cysts. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/ovarian-cysts?m=0#types2 [Accessed 27 Apr. 2017].

McLaughlin, A. (2011). Are There Foods to Avoid With Ovarian Cysts?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/486206-foods-to-avoid-with-ovarian-cysts/ [Accessed 27 Apr. 2017].

Sam, S. (2007). Obesity and Polycystic Ovary Syndrome. Obesity Management, 3(2), pp.69-73. [online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2861983/ [Accessed 27 Apr. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 23/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x