Seperti Apa Prosedur Operasi Hernia?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Operasi hernia adalah tindakan medis yang dilakukan untuk mengobati penyakit hernia kronis yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. Penyakit hernia sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol keluar dari dinding-dinding otot yang melindungi.

Pada keadaan yang normal, organ-organ tubuh – khususnya organ bagian perut – terlindungi oleh jaringan otot yang kuat. Namun pada seseorang yang mengalami hernia, jaringan otot tersebut melemah akibat berbagai hal, kemudian menyebabkan penyakit hernia.

Lalu bagaimana sebenarnya proses operasi hernia yang dilakukan? Bagaimana tahapan prosedurnya?

Operasi hernia dengan metode terbuka atau konvensional

Operasi hernia dengan cara operasi terbuka adalah metode yang paling sering dilakukan di Indonesia. Secara umum operasi terbuka untuk mengobati hernia dilakukan dengan cara menyayat bagian perut yang diperkirakan mengalami hernia kemudian mengembalikan posisi jaringan atau organ yang mencuat dari dinding otot. Dalam prosesnya, operasi terbuka ini terbagi menjadi dua jenis tahapan yaitu:

  • Herniorafi adalah operasi hernia yang dilakukan dengan cara mendorong jaringan atau organ yang mencuat ke posisi semula kemudian menjahit jaringan yang masih sehat dan kuat untuk menopang organ yang mengalami hernia tersebut.
  • Hernioplasti adalah operasi hernia yang juga bertujuan untuk mengembalikan posisi organ yang mencuat namun menutupnya dengan bahan sintetis – yang dapat menyatu dengan jaringan tubuh – yang kemudian dijahit bersama dengan jaringan tubuh yang masih sehat. Biasanya tindakan ini dilakukan jika hernia yang terjadi cukup parah.

Kebanyakan orang yang melakukan operasi terbuka biasanya bisa langsung pulang ke rumah di hari yang sama dan harus melewati waktu pemulihan sekitar 3 minggu. Untuk melakukan aktivitas fisik yang berat, Anda harus menunggu waktu pemulihan selama 6 minggu.

Operasi hernia dengan metode laparaskopi

Berbeda dengan proses operasi hernia terbuka, operasi dengan menggunakan metode laparaskopi hanya membutuhkan sayatan operasi yang kecil. Sayatan yang dilakukan dalam proses operasi ini bertujuan untuk memasukan udara ke dalam organ perut dan pipa kecil – disebut dengan laraskop. Namun sama seperti operasi terbuka, pasien akan dibius total agar tidak merasakan sakit saat dioperasi.

Pipa kecil atau laraskop disertai dengan kamera dan berfungsi untuk memperlihatkan kondisi jaringan yang mengalami hernia. Ketika dokter sudah menemukan bagian tubuh yang mengalami hernia, maka alat bedah kecil akan dimasukkn ke dalam sayatan lalu operasi untuk memperbaiki hernia pun dilakukan. Setelah operasi selesai maka sayatan akan ditutup dengan jahitan kecil.

Masa penyembuhan pasien yang melakukan operasi dengan laraskopi lebih cepat dibandingkan masa penyembuhan pada operasi terbuka. Dalam hal ini, masa pemulihan yang dibutuhkan hanya sekitar 1-2 minggu. Beberapa studi juga menyatakan bahwa prosedur operasi hernia dengan laraskopi menimbulkan rasa nyeri yang lebih sedikit daripada proses operasi terbuka.

Operasi hernia mana yang lebih efektif?

Dalam menentukan operasi mana yang akan dilakukan, maka hal ini tergantung dengan kondisi dan kebutuhan dari pasien yang menderita hernia. Masing-masing pasien yang mengalami hernia, mempunyai pengalaman serta ciri khas yang berbeda, karena itu penanganannya akan berbeda.

Penyakit hernia yang berjenis strangulata – kondisi organ terjepit suatu jaringan – akan menimbulkan gejala nyeri dan sakit yang parah, sehingga dianjurkan untuk melakukan operasi hernia terbuka. Selain itu, operasi terbuka juga disarankan bagi orang yang mengalami hernia inguinalis.

Sedangkan operasi hernia menggunakan laraskopi sebaiknya tidak dilakukan oleh pasien yang mengalami hernia strangulata, mempunyai penyakit kelainan darah, alergi dengan obat anestesi, sedang meminum obat anti penggumpalan darah, memiliki riwayat operasi di bagian perut atau panggul, wanita yang sedang hamil, atau pasien dengan hernia yang parah. Oleh karena itu, pasien harus melakukan pemeriksaan medis yang lengkap serta berdiskusi dengan dokter ahli untuk menentukan operasi hernia mana yang cocok dilakukan pada dirinya.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit