Penting untuk mencari dan mendapatkan dokter anak yang cocok sesuai kebutuhan, bahkan sebelum anak Anda lahir. Mengapa demikian? Setelah bayi lahir, Anda mungkin akan melakukan kontrol rutin, vaksin, imunisasi, dan segala kondisi kesehatan anak yang wajib diperiksa oleh dokter spesialis anak.

Dokter anak umumnya menangani masalah khusus kesehatan dan penyakit anak sejak lahir hingga usia 17 tahun. Maka Anda tidak bisa sembarang memilih dokter yang akan menangani dokter untuk anak hingga ia remaja nantinya. Nah, bagaimana memilih dokter anak yang tepat? Simak beberapa tipsnya di bawah ini.

Tips memilih dokter anak yang tepat

1. Minta saran atau rekomendasi dari orang sekitar, termasuk dokter sewaktu hamil

Anda tidak bisa asal memilih dokter untuk buah hati tercinta. Mintalah rekomendasi dan saran dari dokter kandungan atau bidan yang bisa mengarahkan dokter mana yang baik untuk anak Anda nantinya. Tanyakan juga pada pihak rumah sakit tempat Anda konsultasi, mana dokter favorit di rumah sakit tersebut dan pilih sesuai kebutuhan Anda.

Anda juga bisa meminta saran dari teman atau keluarga yang memiliki nilai, pendapat, dan gaya parenting yang sama dengan Anda guna menemukan dokter spesialis anak yang tepat. Idealnya, Anda sudah mulai mencari dan mendapatkan dokter spesialis anak 3 bulan sebelum anak Anda lahir.

2. Pilih yang sepemikiran dan lakukan wawancara singkat

Setelah membuat daftar dan beberapa pilihan, ini saatnya Anda mulai menyeleksi dokter mana yang akan dipilih. Disarankan memilih dokter yang punya tujuan dan pemikiran yang sama dengan Anda. Misalnya, Anda mencari dokter yang gaya pengasuhan anaknya sama dengan keinginan Anda. Jika tidak sepemikiran, pastinya Anda akan kewalahan dan setengah hati untuk menerapkan anjuran yang dokter tersebut sarankan.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menanyakan hal-hal yang akan Anda konsultasikan dengan dokter buah hati nantinya. Tanyakan kesediaan dokter tersebut untuk dihubungi dan berkonsultasi lewat telepon ataupun pesan singkat. Diskusikan juga mengenai isu seputar masalah anak, seperti masalah ASI, vaksin atau imunisasi, dan masalah obat-obatan yang ia gunakan. Anda pun bisa menilai dan memilih dari cara bagaimana dokter berkomunikasi dan memberi penjelasan pada Anda.

3. Pilih lokasi dan jadwal praktik sesuai waktu Anda

Selain kecocokan dan masalah visi misi yang sama, lokasi serta jadwal praktik dokter anak nantinya penting untuk dipertimbangkan. Terlebih lagi, ketika Anda dan pasangan merupakan orangtua pekerja yang sama-sama sibuk. Lokasi dan praktik dokter, pastinya harus berada dalam jangkauan Anda berdua. Tanyakan juga, tempat dan kapan saja dokter tersebut praktik, lalu adakah relasi dokter lain yang bisa menangani anak Anda ketika dokter utama berhalangan.

4. Kunjungi rumah sakit atau tempat dokter praktik

Penting tidak penting, tapi tidak ada salahnya mengunjungi tempat praktik dokter anak yang akan Anda pilih. Lihat suasana ruang praktik, apakah termasuk ramah dan menyenangkan untuk anak Anda nantinya. Perhatikan pula prosedur konsultasi, jumlah pasien yang dokter tersebut tangani, serta bagaimana staf rumah sakit membantu dokter yang akan menangani anak Anda.

5. Cari tahu masalah biaya

Masalah biaya juga merupakan unsur penting yang harus Anda putuskan. Catat dan bandingkan biaya konsultasi dari dokter ke dokter. Pilih juga dokter atau rumah sakit mana yang mencakup biaya rawat inap atau sekadar vaksin dengan menggunakan asuransi yang Anda punya. Jangan lupa, biaya administrasi dan konsultasi dokter tingkat spesialis harus Anda masukan ke dalam anggaran mencari dokter anak yang tepat.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca