backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Tenggorokan Sakit Setelah Makan Pedas, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

Tenggorokan Sakit Setelah Makan Pedas, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Sakit tenggorokan menjadi keluhan kesehatan yang cukup umum dialami sebagian besar orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya yang sering dialami sebagian orang adalah kondisi tenggorokan sakit setelah makan pedas dan berminyak. Bagaimana bisa terjadi? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa tenggorokan sakit setelah makan pedas?

Munculnya luka di tenggorokan bisa menjadi penyebab sakit tenggorokan saat menelan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman tertentu, beberapa di antaranya seperti makanan pedas dan berminyak.

Makanan pedas dan berminyak dapat memicu produksi lendir lebih meningkat dan menyebabkan peradangan di area tenggorokan.

Melansir laman mayo clinic, makanan pedas dapat memicu iritasi atau luka dalam tenggorokan, sehingga terasa tidak nyaman.

Di sisi lain, makanan berminyak dapat memicu peningkatan asam lambung dan pencernaan yang tidak lancar, sehingga menambah rasa tidak nyaman.

Makanan ini juga secara tidak langsung memicu refluks asam yang akhirnya membuat sakit tenggorokan menjadi lebih parah.

Oleh karena itu, wajar jika Anda rentan mengalami sakit tenggorokan setelah mengonsumsi makanan pedas dan berminyak.

Tips mengatasi tenggorokan sakit setelah makan pedas

Berikut ini terdapat sejumlah cara mengatasi sakit tenggorokan yang mudah dan dapat Anda lakukan sendiri di rumah.

1. Kumur dengan air garam

Guna mengatasi sakit tenggorokan setelah makan makanan pedas, Anda bisa coba berkumur dengan air garam yang hangat.

Pasalnya, garam yang dilarutkan dapat menarik air sehingga kuman yang ada pada tenggorokan akan tersapu oleh air tersebut.

Selain itu, air garam juga dapat membantu melapisi dan melembapkan selaput tenggorokan, sehingga nyeri saat menelan pun bisa berkurang.

Anda bisa mencoba untuk berkumur dengan air garam 2-3 kali sehari hingga keluhan sakit tenggorokan berkurang.

2. Istirahat

Istirahat menjadi salah satu cara yang mudah untuk mengobati rasa sakit pada tenggorokan Anda. Tidur yang cukup akan membantu memulihkan peradangan atau iritasi yang Anda alami.

Tidak hanya istirahat bagi tubuh, Anda juga perlu mengistirahatkan area tenggorokan dengan tidak terlalu banyak berbicara dan berdeham.

Sebab, hal ini akan membuat radang semakin memberat karena terlalu banyak bersuara dapat menambahkan beban pada pita suara Anda. Dengan begitu, rasa sakit pada tenggorokan bisa semakin parah.

Oleh karena itu, jangan lupa istirahatkan tenggorokan Anda dengan menghemat bicara untuk membantu mempercepat pemulihan.

3. Perhatikan asupan cairan

Kebutuhan asupan cairan yang terpenuhi secara maksimal dapat membantu tubuh agar lebih bugar dan terhindar dari dehidrasi yang dapat memperparah keluhan kesehatan.

Oleh karena itu, selalu utamakan asupan cairan Anda berupa air putih setidaknya 1,5 liter setiap hari. Selain itu, minumlah asupan cairan lain yang menenangkan tenggorokan.

Contohnya minuman yang mengandung larutan dengan kandungan mineral alami juga baik untuk memperbaiki kondisi tenggorokan Anda.

Cap Kaki Tiga hadir sebagai minuman larutan pencegah panas dalam dengan kandungan batu mineral alami berupa gypsum fibrosum dan calcitum yang dapat mencegah dan mengobati sakit tenggorokan, panas dalam, sariawan, dan untuk menyegarkan badan.

Dengan mengonsumsi Cap Kaki Tiga setiap hari, tak perlu lagi khawatir mengonsumsi makanan pedas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan