Papiloma Laring, Tumor Jinak yang Terletak di Saluran Napas

    Papiloma Laring, Tumor Jinak yang Terletak di Saluran Napas

    Papiloma laring termasuk tumor jinak yang tumbuh di saluran napas. Meski jinak, pada kondisi gawat bisa menyebabkan kematian karena sering menimbulkan sumbatan pada jalan napas. Lebih jelasnya, berikut ulasan lengkap tentang papiloma laring.

    Apa itu papiloma laring?

    papilloma comparasion (center for voice and swallowing)
    Sumber: Center for Voice and Swallowing

    Mengutip dari University of Michigan Health, papiloma laring adalah kondisi tumbuhnya tumor seperti kutil di permukaan kotak suara.

    Pertumbuhan sel tumor jinak (non-kanker) ini bisa menyebabkan kerusakan pada pita suara, bahkan sampai masalah saluran napas.

    Virus ini tumbuh dalam jaringan sehingga membuat papiloma di salura napas masih bisa kambuh lagi walau sudah menjalani prosedur pengangkatan tumor jinak.

    Penelitian terbitan Jurnal Kesehatan Andalas meneliti wanita usia 26 tahun yang pernah mengalami papiloma laring dan menjalani ekstirpasi papiloma dengan laser pada 5 tahun lalu.

    Responden tidak pernah kontrol ke dokter sehingga perlu menjalani trakeostomi karena menyumbat jalan napas.

    Hasilnya, papiloma yang menginfeksi jalur pernapasan bisa tumbuh lagi dengan cepat kalau membiarkannya sehingga kutil tersebut menyumbat jalan napas.

    Kondisi munculnya kutil di jalur napas yang berulang yaitu papilomatosis laring berulang. Sebagian kasus ini terjadi pada anak-anak dengan gejala terlihat saat ia berusia 3-4 tahun.

    Pada orang dewasa, biasanya kemungkinan mengalami tumor jinak dalam saluran napas ini saat usia 40 tahun ke atas.

    Apa gejala papiloma laring?

    Tanda dan gejala yang paling umum adalah suara serak yang sangat mengganggu. Tidak hanya suara serak, ada serangkaian gejala papiloma laring yang perlu Anda waspadai, seperti:

    • batuk kering,
    • suara serak dan hampir hilang,
    • masalah pernapasan bila benjolan tumbuh cukup besar dan mengganggu jalan napas,
    • terasa ada yang mengganjal di tenggorokan, dan
    • sakit telinga.

    Bila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera konsultasi atau periksa ke dokter Telinga Hidung Tenggorokan (THT) untuk mendapat penanganan sesuai kondisi.

    Apa penyebab papiloma laring?

    Mengutip dari buku berjudul Laryngeal Papillomas terbitan NCBI, penyebab utama papiloma laring adalah infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV).

    Penularan virus HPV pada kasus papiloma laring masih belum pasti. Namun, ibu hamil dan orang yang memiliki kutil kelamin berisiko mengalami kondisi ini.

    Ibu yang melahirkan untuk pertama kali biasanya mengalami proses persalinan yang lebih lama. Kondisi tersebut menyebabkan bayi terpapar virus lebih lama.

    Pada orang dewasa, penularan tumor jinak pada saluran napas bisa terjadi karena seks oral, terutama bila pasangan memiliki kutil kelamin.

    Mengutip dari Center for Voice and Swallowing, meski bisa menular lewat seks oral, papiloma laring bukan termasuk penyakit menular seksual.

    Bagaimana cara mendiagnosis papiloma laring?

    Bila Anda merasakan gejala tumbuhnya tumor jinak saluran napas dan konsultasi ke dokter, pihak petugas kesehatan anak menanyakan lebih jauh seputar ciri dan riwayat kesehatan.

    Setelah itu, perawat dan dokter akan melakukan pemeriksaan kepala dan leher secara menyeluruh.

    Selama proses pemeriksaan ini, dokter dan perawat akan menilai teknik bicara dan kualitas suara Anda.

    Setelah pemeriksaan teknik bicara, kemungkinan dokter akan melakukan salah satu dari dua prosedur berikut ini.

    Videostroboscopy laring

    Pada dasarnya, videostroboscopy adalah endoskopi yang menggunakan monitor dan cahaya dalam selang.

    Nantinya, selang tersebut masuk ke dalam mulut untuk menilai dan mengevaluasi fungsi dan getaran laring.

    Mikrolaringoskopi

    Prosedur yang satu ini memungkinkan dokter memeriksa pita suara secara utuh. Untuk melakukan mikrolaringoskopi, Anda akan menerima suntikan anestesi umum.

    Selama prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan, kemudian melakukan biopsi atau mengangkat tumor.

    Biopsi adalah tes untuk memeriksa peradangan atau sel kanker dan non-kanker.

    Bagaimana perawatan papiloma laring?

    Saat ini, belum ada obat untuk kondisi tumor jinak di jalur napas. Umumnya, dokter akan melakukan pengangkatan papiloma yang tumbuh di jalur napas menggunakan laser.

    Dokter akan sangat berhati-hati dalam melakukan prosedur ini karena rentan merusak jaringan normal pada laring.

    Mengingat tumor ini bisa kambuh dan muncul kembali setelah operasi, akan lebih baik bila Anda rutin kontrol dan konsultasi ke dokter untuk melihat kondisi laring pascaoperasi.

    Pengecekan rutin akan membantu Anda dalam mencegah tumor tumbuh kembali.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

     

    Rivera, G., & Morell, F. (2021). Laryngeal Papillomas. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562327/

    Laryngeal Papilloma – UC Davis Center for Voice and Swallowing. (2021). Retrieved 28 December 2021, from http://www.ucdvoice.org/laryngeal-papilloma-2/

    Respiratory Papilloma | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 28 December 2021, from https://www.uofmhealth.org/conditions-treatments/ear-nose-throat/respiratory-papilloma

    Saswita, E., Asyari, A., Novialdi, N., & Fitri, F. (2018). Diagnosis dan Penatalaksanaan Papiloma Laring Berulang pada Dewasa. Jurnal Kesehatan Andalas, 7, 85. doi: 10.25077/jka.v7i0.856

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Jan 03
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto