home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Rekomendasi Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Telinga

Rekomendasi Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Telinga

Anda mungkin sudah tidak asing dengan minyak esensial (essential oil) atau yang disebut juga dengan minyak atsiri. Minyak yang diekstrak dari tanaman ini telah dikenal membawa beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Minyak esensial dipercaya dapat membantu mengobati gangguan pada telinga, seperti infeksi.

Apa benar demikian? Jika iya, bagaimana efek essential oil terhadap kesehatan telinga? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Rekomendasi minyak esensial untuk gangguan telinga

Minyak esensial adalah minyak terkonsentrat yang diambil dari ekstrak tanaman. Biasanya, minyak ini digunakan sebagai aromaterapi untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan.

Kegunaan minyak esensial sendiri cukup beragam, mulai dari meringankan stres, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, hingga mengurangi rasa mual. Beberapa jenis minyak esensial telah diteliti oleh para ahli untuk mengobati gangguan telinga, seperti infeksi telinga tengah atau otitis media.

Otitis media sendiri merupakan infeksi yang ditemukan di bagian telinga tengah, tepatnya di rongga belakang gendang telinga. Kondisi ini menyebabkan telinga mengalami gejala-gejala seperti sakit, keluar cairan, serta membengkak.

Nah, usut punya usut, kandungan yang terdapat di minyak jenis tertentu berpotensi membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi telinga.

Yuk, baca di bawah untuk tahu apa saja rekomendasi minyak esensial yang baik untuk kesehatan telinga.

1. Tea tree oil

Tea tree oil, atau yang dikenal juga dengan minyak melaleuca, diambil dari ekstrak daun Melaleuca alternifolia.

Sejak dulu, daun tersebut telah diketahui memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan berkat kandungan antibakteri di dalamnya.

Sebuah studi di Journal of Food and Drug Analysis menyebutkan manfaat tersebut di dalam kandungan utama tea tree oil, yaitu terpinen-4-ol. Senyawa terpinen-4-ol diketahui memiliki kemampuan untuk melawan infeksi bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus.

Ditambah lagi, senyawa tersebut tak hanya mempunyai sifat antibakteri, namun juga berpotensi mengurangi peradangan dan infeksi parasit.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak mengkaji secara khusus efek minyak esensial melaleuca untuk infeksi telinga. Oleh karena itu, penggunaan minyak tersebut untuk pengobatan alami telinga masih memerlukan studi lebih lanjut.

2. Bawang putih

Varian minyak esensial selanjutnya yang dianjurkan untuk mengatasi masalah telinga adalah minyak bawang putih.

Sejak ribuan tahun, bawang putih dikenal dengan khasiatnya dalam mengendalikan gejala-gejala infeksi parasit, gangguan pencernaan, penyakit jantung, serta masalah pernapasan.

Nah, studi terbaru yang terbit di jurnal Turkish Archives of Otorhinolaryngology menyebutkan bahwa minyak ekstrak bawang putih dapat membantu mengurangi keparahan infeksi telinga.

Hal ini diduga berkat kandungan allicin dan s-allyl cysteine (SAC) di dalam bawang putih yang dinilai efektif melawan mikroorganisme penyebab infeksi telinga.

3. Basil

Basil adalah tanaman rempah yang masih tergolong satu keluarga dengan daun mint dan kemangi. Minyak esensial yang diambil dari daun basil ternyata berpotensi membantu mengatasi masalah telinga, lho.

Tanaman ini mengandung 38 jenis senyawa, dan 2 di antaranya diduga kuat mampu melawan infeksi bakteri. Kedua senyawa tersebut adalah methyl eugenol dan methyl chavicol.

Kendati demikian, senyawa di dalam daun basil belum terbukti secara pasti dapat mengendalikan masalah telinga. Masih diperlukan studi lebih mendalam mengenai kemungkinan tersebut.

Tips aman menggunakan minyak esensial untuk telinga

minyak esensial untuk telinga

Sebelum menggunakan essential oil atau minyak esensial, Anda harus melarutkan minyak terlebih dahulu dengan minyak pembawa (carrier oil). Pasalnya, minyak esensial yang tidak dilarutkan berisiko menyebabkan iritasi kulit jika diaplikasikan secara langsung.

Anda juga sebaiknya melakukan tes terlebih dahulu untuk tahu apakah kulit akan mengalami reaksi alergi terhadap minyak esensial jenis tertentu. Untuk mengobati masalah telinga, berikut tips pemakaian minyak esensial yang bisa Anda coba.

  • Celupkan kapas bola ke larutan minyak esensial dan carrier oil, kemudian letakkan secara perlahan pada daun telinga. Secara perlahan, minyak esensial dari kapas akan menetes menuju kanal telinga.
  • Anda juga bisa menggunakan cotton bud atau kapas biasa untuk mengobati area sekitar telinga yang sakit atau meradang. Ingat, cara ini hanya dilakukan pada bagian luar telinga yang terdampak. Hindari memasukkan cotton bud langsung ke dalam lubang telinga.

Saat memilih minyak esensial, pastikan Anda membeli dari distributor atau merek yang terpercaya agar mendapatkan minyak esensial berkualitas tinggi.

Meski demikian, pengobatan dengan cara alami dinilai masih cukup berisiko karena jumlah studinya yang masih tergolong sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memakai bahan alami apa pun sebagai obat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Aromatherapy: Do Essential Oils Really Work? – Johns Hopkins Medicine. (2021). Retrieved August 3, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/aromatherapy-do-essential-oils-really-work 

Essential oils – Health warning – Department of Health, Government of Western Australia. (n.d.). Retrieved August 3, 2021, from https://www.healthywa.wa.gov.au/Articles/A_E/Essential-oils 

Posadzki, P., Alotaibi, A., & Ernst, E. (2012). Adverse effects of aromatherapy: A systematic review of case reports and case series. International Journal Of Risk & Safety In Medicine, 24(3), 147-161. https://doi.org/10.3233/jrs-2012-0568

Brochot, A., Guilbot, A., Haddioui, L., & Roques, C. (2017). Antibacterial, antifungal, and antiviral effects of three essential oil blends. Microbiologyopen, 6(4), e00459. https://doi.org/10.1002/mbo3.459

Li, H., Ge, Y., Luo, Z., Zhou, Y., Zhang, X., Zhang, J., & Fu, Q. (2017). Evaluation of the chemical composition, antioxidant and anti-inflammatory activities of distillate and residue fractions of sweet basil essential oil. Journal Of Food Science And Technology, 54(7), 1882-1890. https://doi.org/10.1007/s13197-017-2620-x

Ciuman, R. (2011). Phytotherapeutic and naturopathic adjuvant therapies in otorhinolaryngology. European Archives Of Oto-Rhino-Laryngology, 269(2), 389-397. https://doi.org/10.1007/s00405-011-1755-z

Panahi, Y., Akhavan, A., Sahebkar, A., Hosseini, S., Taghizadeh, M., & Akbari, H. et al. (2014). Investigation of the effectiveness of Syzygium aromaticum, Lavandula angustifolia and Geranium robertianum essential oils in the treatment of acute external otitis: A comparative trial with ciprofloxacin. Journal Of Microbiology, Immunology And Infection, 47(3), 211-216. https://doi.org/10.1016/j.jmii.2012.10.002

Lee, C., Chen, L., Chen, L., Chang, T., Huang, C., Huang, M., & Wang, C. (2013). Correlations of the components of tea tree oil with its antibacterial effects and skin irritation. Journal Of Food And Drug Analysis, 21(2), 169-176. https://doi.org/10.1016/j.jfda.2013.05.007

Joshi R. K. (2014). Chemical composition and antimicrobial activity of the essential oil of Ocimum basilicum L. (sweet basil) from Western Ghats of North West Karnataka, India. Ancient science of life, 33(3), 151–156. https://doi.org/10.4103/0257-7941.144618

Bayan, L., Koulivand, P. H., & Gorji, A. (2014). Garlic: a review of potential therapeutic effects. Avicenna journal of phytomedicine, 4(1), 1–14.

Uzun, L., Dal, T., Kalcioglu, M., Yurek, M., Cibali Acikgoz, Z., & Durmaz, R. (2019). Antimicrobial Activity of Garlic Derivatives on Common Causative Microorganisms of the External Ear Canal and Chronic Middle Ear Infections. Turkish Archives Of Otorhinolaryngology, 57(4), 161-165. https://doi.org/10.5152/tao.2019.4413

https://www.medicalnewstoday.com/articles/323083#are-essential-oils-safe

https://www.verywellhealth.com/essential-oils-for-ear-infection-5184023

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 19/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri