home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yang Perlu Anda Pahami Seputar Operasi Pengangkatan Polip Hidung

Yang Perlu Anda Pahami Seputar Operasi Pengangkatan Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan jinak yang muncul di lapisan saluran hidung atau rongga sinus. Kemunculannya di saluran hidung sering kali menghalangi udara untuk keluar masuk, sehingga pernapasan pun berpotensi terganggu. Untuk itu, polip hidung dapat ditangani dengan berbagai metode pengobatan, dan salah satunya adalah dengan operasi.

Apa itu operasi polip hidung?

Operasi polip hidung atau nasal polypectomy adalah salah satu prosedur yang bertujuan untuk mengangkat polip dari lapisan saluran hidung. Prosedur ini dilakukan melalui lubang hidung, sehingga tidak perlu ada bagian hidung atau wajah yang harus dibedah untuk mengangkat polip.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, polip hidung sendiri merupakan suatu gangguan pada hidung, di mana terdapat pertumbuhan jaringan dalam saluran hidung. Jaringan tersebut biasanya menyerupai bentuk anggur kecil.

Penyebab kemunculan polip di dalam hidung adalah peradangan atau iritasi, sehingga memicu pembengkakan di selaput lendir saluran hidung. Beberapa kondisi kesehatan yang memicu peradangan tersebut adalah alergi, rhinitis, sensitif terhadap obat tertentu, serta penyakit saluran pernapasan seperti asma.

Gejala-gejala polip hidung biasanya meliputi:

  • hidung berair
  • hidung mampet terus-menerus
  • lendir hidung mengalir ke tenggorokan
  • kemampuan mencium menurun
  • sakit di wajah atau kepala
  • sakit di gigi bagian atas
  • mendengkur saat tidur
  • sering mimisan

Dengan diangkatnya polip dari hidung, gejala-gejala di atas dapat teratasi dan pernapasan pun menjadi lebih lancar.

Kapan saya perlu menjalani operasi polip hidung?

Penting untuk Anda ketahui bahwa prosedur operasi biasanya bukan langkah pertama yang dianjurkan dokter dalam upaya pengobatan polip hidung.

Pengobatan biasanya diawali dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, misalnya obat kortikosteroid hidung. Jika polip tidak kunjung mengecil setelah ditangani dengan obat-obatan resep, saat itulah Anda memerlukan tindakan operasi polip hidung.

Ukuran polip juga menentukan apakah operasi perlu dilakukan atau tidak. Biasanya, polip dengan ukuran yang besar diutamakan untuk segera diangkat melalui operasi.

Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum operasi dimulai?

Berikut adalah beberapa hal yang wajib Anda perhatikan dalam persiapan operasi pengangkatan polip hidung:

  • Konsultasikan pada dokter secara menyeluruh tentang apa saja manfaat dan risiko dari operasi yang akan Anda jalani.
  • Apabila Anda merokok, Anda akan diminta untuk berhenti merokok setidaknya 24 jam sebelum operasi dilaksanakan.
  • Anda juga perlu memastikan ada orang lain yang mengantar dan menjemput Anda di hari operasi. Kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan membawa kendaraan atau menyetir selama pemulihan pascaoperasi.

Bagaimana proses operasi ini berlangsung?

Sebelum operasi polip hidung dimulai, Anda akan diberikan anestesi atau bius total. Jadi, Anda akan tertidur dan tidak merasakan apa pun selama proses operasi. Berapa lama operasi polip hidung berlangsung mungkin akan bervariasi, tapi umumnya prosedur ini hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Operasi dilakukan dengan memasukkan endoskop melalui lubang hidung. Endoskop adalah tabung berukuran kecil yang dilengkapi dengan kamera di dalamnya, sehingga dokter dapat melihat dengan jelas bagian dalam hidung dan rongga sinus Anda.

Setelah itu, dokter menggunakan alat atau instrumen kecil ke dalam hidung untuk mengangkat polip dan jaringan lainnya yang menyumbat saluran hidung. Prosedur ini tidak membuat luka atau sayatan apa pun di hidung dan wajah Anda.

Untuk mencegah perdarahan, dokter akan memasang nasal pack di dalam saluran hidung setelah polip diangkat. Nasal pack ini bisa Anda lepas keesokan harinya. Selama memakai nasal pack, Anda mungkin harus bernapas melalui mulut untuk sementara waktu.

Setelah operasi polip hidung

Operasi pengangkatan polip tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit. Setelah operasi berakhir, Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama dan dapat makan atau minum seperti biasa 1-2 jam kemudian.

Sebelum pulang, dokter harus memastikan tidak ada perdarahan dari hidung Anda. Anda juga perlu mengatur jadwal kunjungan ke dokter untuk memantau kondisi hidung Anda.

Dokter mungkin akan memberikan obat semprot hidung kortikosteroid untuk mencegah polip muncul kembali. Anda juga dianjurkan memakai semprotan air saline untuk memulihkan luka pascaoperasi.

Anda perlu beristirahat selama beberapa minggu setelah operasi. Selama waktu pemulihan, hidung Anda mungkin akan terasa tersumbat atau mampet. Gejala tersebut akan hilang dalam 2-3 minggu.

Hindari lingkungan yang terlalu lembap, basah, atau dingin selama masa pemulihan. Anda juga sebaiknya menjauhi area yang berdebu atau tempat penuh asap. Pastikan Anda juga berusaha mengeluarkan ingus terlalu keras selama 1 minggu ke depan.

Ingat, prosedur operasi polip hidung hanya membantu menghilangkan polip dari hidung, bukan menyembuhkan kondisi kesehatan yang menjadi penyebab kemunculannya. Maka itu, tidak menutup kemungkinan polip dapat muncul kembali sewaktu-waktu, terutama jika penyebab peradangannya tidak ditangani dengan tepat.

Menurut situs Dorset County Hospital, kemungkinan polip muncul kembali adalah beberapa bulan setelah operasi apabila peradangannya cukup parah, atau 10-20 tahun kemudian jika kondisi yang dialami tergolong ringan.

Apa efek samping operasi polip hidung?

Operasi pengangkatan polip dari hidung adalah prosedur yang relatif aman. Anda mungkin akan kehilangan daya penciuman dan perasa untuk sementara waktu. Namun, tidak menutup kemungkinan beberapa orang mengalami efek samping serta komplikasi serius setelah operasi dilakukan.

Dalam beberapa kasus, mimisan atau perdarahan dari hidung dapat terjadi. Perdarahan bisa muncul beberapa jam atau 10 hari seusai operasi. Jika perdarahan cukup parah dan tak kunjung berhenti, Anda harus kembali ke dokter untuk menerima tindakan medis tertentu.

Infeksi hidung akibat operasi sangat jarang terjadi. Akan tetapi, jika memang terjadi, kasusnya bisa berakibat serius dan memperparah kondisi hidung Anda. Jika Anda merasakan gejala sakit hidung dan sensasi tersumbat yang parah, segera periksakan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nasal Polypectomy – Dorset County Hospital. (2013). Retrieved October 20, 2020, from https://www.dchft.nhs.uk/patients/patient-information-leaflets/Documents/ENT,%20Nasal%20Polypectomy%200113.pdf 

Nasal polyps – Mayo Clinic. (2019). Retrieved October 20, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasal-polyps/diagnosis-treatment/drc-20351894 

Nasal Polyps: Management and Treatment – Cleveland Clinic. (2017). Retrieved October 20, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15250-nasal-polyps/management-and-treatment 

Nasal polypectomy – Benenden Hospital. (n.d.). Retrieved October 20, 2020, from https://www.benendenhospital.org.uk/treatments-services/ent/nasal-polypectomy/ 

Rajguru R. (2014). Nasal polyposis: current trends. Indian journal of otolaryngology and head and neck surgery : official publication of the Association of Otolaryngologists of India, 66(Suppl 1), 16–21. https://doi.org/10.1007/s12070-011-0427-z 

Hopkins, C., Browne, J. P., Slack, R., Lund, V. J., Topham, J., Reeves, B. C., Copley, L. P., Brown, P., & van der Meulen, J. H. (2006). Complications of surgery for nasal polyposis and chronic rhinosinusitis: the results of a national audit in England and Wales. The Laryngoscope, 116(8), 1494–1499. https://doi.org/10.1097/01.mlg.0000230399.24306.50

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 28/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x