Fungsi Bulu Hidung dan Bahayanya Jika Dicabut Sembarangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda sedang melihat lubang hidung Anda, mungkin Anda menyadari adanya bulu-bulu hidung yang tumbuh, bahkan mencuat keluar dari lubang hidung. Tentunya, hal ini terkadang cukup mengganggu dan merusak penampilan Anda. Maka itu, beberapa orang merasa bahwa mencabut rambut di hidung adalah solusi terbaik untuk mengatasinya. Namun, sebenarnya apa fungsi bulu-bulu di hidung Anda? Apakah boleh kita mencabutnya sesuka hati? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa fungsi bulu-bulu di hidung manusia?

Bulu hidung, yang juga dikenal dengan istilah vibrissae dan silia dalam dunia medis, sudah pasti dimiliki oleh semua manusia. Seiring dengan bertambahnya usia, rambut di hidung akan bertambah panjang, bahkan mungkin tumbuh hingga terlihat keluar dari lubang hidung.

Faktor luar dapat mempengaruhi pertumbuhan bulu hidung, sehingga jumlah atau volume bulu dapat meningkat atau mengalami penurunan. Contoh dari faktor luar tersebut adalah bahan kimia dan kosmetik, karena mereka dapat merusak folikel bulu. Selain itu, kesehatan dan faktor genetik memungkinkan untuk mengubah pola pertumbuhan rambut di hidung.

Meski terkadang mengganggu penampilan, ternyata rambut-rambut di hidung juga menyimpan peran penting dalam kesehatan tubuh Anda. Apa saja?

1. Bulu hidung berperan sebagai perisai tubuh Anda

Bulu hidung merupakan bagian dari anatomi hidung yang menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan Anda. Salah satu caranya adalah dengan menangkal partikel-partikel asing di udara, seperti kuman, jamur, dan spora.

Sebagian besar partikel di dalam udara yang Anda hirup tidak akan mencapai saluran pernapasan karena mereka terhalang oleh bulu hidung. Bulu-bulu tersebut juga dibantu oleh lendir untuk menjebak partikel dan kuman.

Kotoran dan partikel lainnya yang berbahaya pada umumnya akan diarahkan ke arah belakang tenggorokan dan kerongkongan untuk menelan. Sementara itu, udara yang telah disaring akan dilanjutkan menuju laring dan paru-paru.

Jika partikel-partikel tersebut berhasil masuk ke dalam saluran pernapasan, tubuh Anda biasanya akan bereaksi secara alami untuk mengeluarkannya, yaitu dengan bersin.

3. Bulu hidung mempermudah penguapan keringat

Serat bulu hidung memiliki tujuan tambahan, yaitu dapat menambahkan luas permukaan kulit yang dapat membantu keringat untuk menguap.

Jaringan saraf yang mengelilingi folikel rambut-rambut di hidung dapat memberikan informasi kepada tubuh Anda mengenai keadaan lingkungan Anda.

4. Bulu hidung memberikan kelembapan pada udara yang dihirup

Fungsi lain dari rambut di hidung Anda adalah untuk memberikan kelembapan tambahan pada udara yang dihirup. Ketika udara masuk melalui hidung, lendir dan rambut di hidung akan menyediakan panas dan kelembapan.

Kelembapan itu sendiri sangat penting untuk sistem pernapasan lainnya, seperti laring dan paru-paru. Jika bagian dalam hidung dan sistem pernapasan terlalu kering, Anda bisa mengalami berbagai masalah hidung, seperti iritasi dan mudah mimisan.

Apakah bulu hidung boleh dicabut?

Bulu hidung merupakan bagian terpenting dari hidung Anda, karena mereka adalah penyaring udara alami yang selalu melekat pada tubuh.

Namun, sering kali orang-orang merasa bahwa keberadaan rambut-rambut halus tersebut merupakan hal yang mengganggu dan memalukan. Oleh karena itu, mencabut rambut-rambut di hidung diyakini merupakan satu-satunya cara untuk mengatasinya. Tetapi, apakah tindakan tersebut aman dilakukan?

Ternyata, mencabut rambut-rambut di hidung secara sembarangan sangat tidak dianjurkan dan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, lho. Apa saja bahaya mencabut bulu hidung?

1. Bulu hidung tumbuh ke dalam

Terkadang, tindakan mencabut bulu atau rambut di tubuh dengan cara yang salah justru menyebabkan rambut tumbuh ke arah dalam kulit. Kondisi ini disebut dengan ingrown hair.

Tak hanya di hidung, ingrown hair bisa muncul di area mana saja yang sering mengalami pencabutan atau pencukuran rambut, seperti wajah, ketiak, serta selangkangan.

Ingrown hair biasanya berupa tonjolan atau benjolan kecil seperti jerawat yang terasa sakit dan gatal. Kondisi ini umumnya akan menghilang sendiri, namun Anda bisa memeriksakan diri ke dokter jika benjolan tidak kunjung hilang atau sering muncul.

2. Risiko terkena asma

Mencabut rambut-rambut halus di hidung juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena asma, meskipun Anda belum pernah menderita asma sebelumnya. Hal ini diungkap melalui sebuah studi dari jurnal International Archives of Allergy and Immunology.

Studi tersebut melibatkan 233 partisipan yang dibagi dalam 3 kategori, yaitu yang memiliki sedikit, banyak, dan sama sekali tidak punya bulu hidung.

Hasilnya, partisipan yang memiliki sedikit rambut di hidungnya lebih berisiko menderita asma dibanding partisipan lainnya dengan rambut hidung yang lebih lebat.

Hal ini diduga karena rambut-rambut halus di hidung yang terlalu sedikit akan membiarkan lebih banyak partikel asing masuk ke dalam paru-paru. Pada beberapa orang, kondisi inilah yang bisa memicu asma.

3. Furunkulosis

Furunkulosis adalah infeksi pada folikel rambut yang terdapat di hidung Anda. Ya, kesalahan dalam mencabut bulu hidung juga berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi dalam hidung.

Kondisi ini lebih umum ditemukan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk. Dalam kasus yang jarang terjadi, furunkulosis berisiko memicu komplikasi lain jika infeksinya menyebar ke bagian tubuh lain, seperti meningitis, selulitis, serta trombosis sinus.

Tips menghilangkan bulu hidung dengan aman

Setelah mengetahui bahaya mencabut bulu hidung di atas, bukan berarti Anda jadi tidak boleh mencabutnya sama sekali. Tidak perlu khawatir, karena masih ada beberapa cara lain yang bisa Anda coba untuk merapikan rambut-rambut di hidung tanpa harus mencabutnya secara paksa.

1. Menggunakan gunting khusus

Menarik rambut hidung dengan gerakan yang kasar dan tiba-tiba dapat melukai hidung dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, gunakan gunting dengan bentuk dan ukuran khusus, sehingga Anda tidak perlu mencabut bulu hidung Anda.

Guntinglah bagian rambut hidung yang panjang dan mencuat ke luar lubang hidung. Bahkan, saat ini sudah tersedia alat pencukur elektrik yang bisa digunakan khusus untuk hidung Anda.

2. Terapi laser penghilang rambut

Selain dengan menggunting, Anda juga bisa mencoba terapi laser penghilang rambut untuk hidung Anda. Terapi ini biasanya dilakukan dengan ahli dermatologi, yang akan menyorot sinar laser untuk merusak folikel rambut hidung. Dengan demikian, rambut tidak akan lagi tumbuh dari hidung Anda.

Tentunya, Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk melakukan terapi ini. Ditambah lagi, terapi ini memiliki beberapa efek samping, seperti iritasi kulit serta perubahan warna kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit