home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Berhubungan Seks Saat Mabuk Bikin Susah Orgasme?

Benarkah Berhubungan Seks Saat Mabuk Bikin Susah Orgasme?

Konsumsi alkohol disebut dapat menyebabkan pengaruh yang berbeda-beda pada kehidupan seksual masing-masing orang. Ada yang menganggap alkohol bisa meningkatkan gairah seksual, sedangkan ada pula yang menyebut mabuk alkohol justru bikin susah orgasme. Apakah hal itu mitos atau fakta? Simak ulasan berikut ini.

Pengaruh mabuk alkohol terhadap kehidupan seksual

Kata orang, mabuk membuat Anda lebih mudah bersosialisasi. Hal itu pun terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan di sebuah kelompok peminum alkohol.

Studi yang dipublikasikan di Clinical Psychological Science itu menyebutkan bahwa orang-orang yang minum alkohol lebih mampu berinteraksi sosial.

Orang-orang tersebut juga lebih mudah tersenyum tulus yang menular ke seisi ruangan. Ini karena alkohol meningkatkan kadar dopamin dalam otak yang bertanggung jawab menggenjot suasana hati.

Konsumsi alkohol dalam batas normal memang dapat menghasilkan gairah seksual dan pengalaman orgasme yang lebih menyenangkan.

Namun, dalam praktiknya, pengaruh alkohol berlebihan terhadap performa seks ternyata tidak seindah yang diharapkan.

Efek mabuk alkohol pada kehidupan seks pria

Penis dan kepuasan seksual

Banyak orang percaya bahwa efek teler dari mabuk alkohol adalah meningkatkan gairah seksual. Padahal, konsumsi alkohol berlebih adalah penyebab umum dari disfungsi ereksi.

Berikut berbagai efek buruk mabuk alkohol terhadap kehidupan seks pria.

1. Meningkatkan risiko ejakulasi tertunda

Mayo Clinic menyebutkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan hingga mabuk bisa bikin susah orgasme dan ejakulasi. Terlebih pada mereka yang telah mengonsumsi minuman keras sejak lama.

Alkohol memengaruhi kemampuan penis ereksi dengan memblokir kerja sistem saraf pusat dalam otak. Saraf tersebut bertanggung jawab dalam

  • memproduksi gairah dan orgasme,
  • mengatur pernapasan,
  • dan peredaran darah.

Semakin banyak gelas minuman keras yang Anda tenggak, semakin banyak pula kandungan alkohol dalam darah yang berakhir mengendap di otak.

2. Menurunkan kadar testosteron

Testosteron rendah sering dikaitkan dengan kurangnya hasrat seks karena otak kesulitan menanggapi rangsangan seksual.

Artinya, ketika Anda minum alkohol hingga mabuk, bukannya bergairah, alkohol justru bisa bikin susah menerima rangsangan dan orgasme.

3. Melebarkan pembuluh darah

Satu lagi efek alkohol pada tubuh adalah vasodilatasi, alias melebarkan pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah ini seharusnya membuat penis ereksi.

Ironisnya, di saat yang bersamaan, alkohol justru merusak pembuluh darah di penis sehingga menurunkan volume darah yang dipompa.

Hal tersebut justru dapat meningkatkan produksi hormon pemicu disfungsi ereksi — angiotensin.

4. Alkohol juga menguras cairan tubuh

Ketika cairan tubuh terkuras, tubuh akan berjuang keras untuk bisa memamerkan kinerja seksualnya yang paling optimal.

Singkatnya, penis Anda akan tetap lembek tak peduli seberapa intens rangsangan seksual yang Anda terimanya.

Jika Anda cukup beruntung mendapatkan ereksi, tak menutup kemungkinan Anda bisa mengalami kesulitan orgasme.

Ini berarti penis membutuhkan setidaknya 30 menit atau lebih untuk bisa berejakulasi, tidak peduli seberapa terangsangnya Anda.

Jadi, apakah mabuk alkohol bisa bikin susah orgasme adalah mitos atau fakta? Jawabannya adalah fakta.

Efek mabuk alkohol pada kehidupan seks wanita

Pasangan mengalami masalah disfungsi seksual

Dampak pengaruh mabuk alkohol terhadap kehidupan seks wanita tampak serupa dengan yang terjadi pada kaum pria.

1. Menurunkan gairah seksual

Respon wanita terhadap stimulasi seksual akan semakin turun seiring dengan semakin banyaknya konsumsi minuman keras.

Biasanya ketika klitoris atau labia Anda disentuh, otak akan menerjemahkan sentuhan tersebut menjadi peningkatan gairah.

Namun, alkohol menumpulkan kemampuan otak, sehingga alat kelamin Anda jadi kurang sensitif terhadap rangsangan.

Jadi, hal-hal yang biasanya bisa merangsang atau membuat orgasme, mungkin tidak akan terasa sebagai rangsangan yang menyenangkan saat Anda berada di bawah pengaruh alkohol.

Dapat disimpulkan, mabuk alkohol bisa bikin wanita susah bergairah, apalagi orgasme.

2. Membuat seks terasa menyakitkan

Alkohol dapat merusak pembuluh darah yang membuat aliran darah melesu. Padahal, pembuluh darah seharusnya dapat memasuk lebih banyak volume darah ke vagina supaya bisa menyiapkan penetrasi.

Selain itu, alkohol juga menguras kadar cairan dalam tubuh. Akibatnya, vagina tidak bisa membengkak dan melumasi dirinya agar siap menghadapi penetrasi.

Ini membuat pelumasan vagina menjadi berkurang dan akhirnya dapat menyebabkan seks terasa menyakitkan.

3. Mengurangi kenyamanan saat bercinta

Selain yang telah disebutkan di atas, dehidrasi yang umum terjadi akibat konsumsi alkohol berlebih juga terkait erat dengan kelelahan dan sakit kepala yang membuat sesi bercinta makin tidak nyaman.

Ulasan di atas semakin mendukung anggapan yang menyebut bahwa mabuk alkohol bisa bikin susah orgasme.

Bahkan, beragam studi menunjukkan bahwa orang yang mengontrol atau menghindari alkohol memiliki kehidupan seks yang lebih baik dibandingkan dengan para pemabuk.

Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hilangkan sama sekali kebiasaan minum alkohol Anda. Jangan ragu meminta bantuan dokter atau ahli kesehatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Delayed ejaculation – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 16 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/delayed-ejaculation/symptoms-causes/syc-20371358

Connor, J., Kydd, R., & Dickson, N. (2015). Alcohol Involvement in Sexual Behaviour and Adverse Sexual Health Outcomes from 26 to 38 Years of Age. PLOS ONE, 10(8), e0135660. doi: 10.1371/journal.pone.0135660

Drinking Levels Defined | National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA). (2021). Retrieved 16 June 2021, from https://www.niaaa.nih.gov/alcohol-health/overview-alcohol-consumption/moderate-binge-drinking

Alcohol and Emotional Contagion: An Examination of the Spreading of Smiles in Male and Female Drinking Groups – Catharine E. Fairbairn, Michael A. Sayette, Odd O. Aalen, Arnoldo Frigessi, 2015. (2021). Clinical Psychological Science. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/2167702614548892

George, W., Davis, K., Heiman, J., Norris, J., Stoner, S., & Schacht, R. et al. (2011). Women’s sexual arousal: Effects of high alcohol dosages and self-control instructions. Hormones And Behavior, 59(5), 730-738. doi: 10.1016/j.yhbeh.2011.03.006

Palamar, J., Acosta, P., Ompad, D., & Friedman, S. (2016). A Qualitative Investigation Comparing Psychosocial and Physical Sexual Experiences Related to Alcohol and Marijuana Use among Adults. Archives Of Sexual Behavior, 47(3), 757-770. doi: 10.1007/s10508-016-0782-7

The Pros and Cons of Mixing Sex and Alcohol. (2021). Retrieved 16 June 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/all-about-sex/201907/the-pros-and-cons-mixing-sex-and-alcohol

Alcohol’s Effects on the Body | National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA). (2021). Retrieved 16 June 2021, from https://www.niaaa.nih.gov/alcohols-effects-health/alcohols-effects-body

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x