Pheromone, Zat Kimia yang Bisa Memikat Pasangan: Apakah Manusia Punya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar istilah feromon? Feromon, dalam bahasa Inggris disebut dengan pheromone, adalah sejenis zat kimia yang diproduksi secara alami oleh makhluk hidup. Menurut para ahli, zat unik ini bisa menjadi daya tarik seksual tersendiri. Menarik sekali, bukan? Yuk, pelajari lebih lanjut soal feromon dan fungsinya berikut ini.

Mengenal pheromone dan fungsinya

Zat pheromone pertama kali dikenali pada tahun 1959 oleh para ilmuwan dari Jerman. Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa hewan, khususnya serangga, akan memproduksi pheromone ketika musim kawin. Zat unik ini biasanya keluar melalui kelenjar keringat atau kelenjar minyak pada hewan.

Feromon yang diproduksi dari tubuh hewan ini kemudian lepas ke udara dan ditangkap oleh indra penciuman hewan jantan. Hewan jantan yang menangkap zat ini akan lantas mendatangi hewan betina untuk bereproduksi.

Para peneliti juga menemukan bahwa zat feromon yang diproduksi setiap hewan rupanya akan menghasilkan aroma yang khas. Bahkan antara satu tikus betina dan lainnya punya aromanya sendiri-sendiri. Dari situ, tikus jantan akan memilih betina dengan aroma feromon yang menurutnya paling baik untuk bereproduksi.  

Apakah manusia punya pheromone?

Ide bahwa hewan bisa memproduksi zat khusus saat mencari jodoh memang terdengar begitu hebat. Kalau ternyata hewan punya kemampuan seperti itu, bagaimana dengan manusia sendiri? Apakah manusia juga mampu menghasilkan serta menangkap zat pheromone dari calon pasangannya?

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya zat feromon yang dikeluarkan manusia. Memang ada zat kimia alami yang dilepaskan oleh tubuh manusia, tetapi strukturnya terlalu kompleks untuk bisa disebut sebagai feromon.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah manusia benar-benar punya feromon dan seperti apa persisnya struktur zat tersebut. Namun, ada beberapa hasil penelitian yang cukup menjanjikan.

Salah satunya oleh Florida State University tahun 2011. Penelitian ini menguak bahwa saat wanita memasuki masa ovulasi, tubuhnya akan mengeluarkan aroma khusus yang bisa meningkatkan kadar testosteron pria. Testosteron sendiri dikenal sebagai hormon yang mampu meningkatkan libido atau nafsu seksual, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Penelitian lain tahun 2012 dalam Journal of Advanced Research menyebutkan bahwa ada zat khusus yang diproduksi pria, bernama androstenon, yang berfungsi mirip seperti feromon. Androstenon dilaporkan mampu memperbaiki mood peserta penelitian perempuan yang menerima paparan zat tersebut.

membicarakan menstruasi

Jadi, bisakah manusia mengeluarkan aroma tubuh yang memikat?

Memang belum ada bukti konkret soal zat feromon untuk meningkatkan daya tarik seksual pada manusia. Namun dari berbagai hasil penelitian terbaru, teori bahwa manusia punya zat feromon tampak sangat memungkinkan. Para ahli mungkin hanya butuh metode penelitian baru atau alat yang lebih canggih untuk membuktikan keberadaan zat tersebut.

Di luar feromon itu sendiri, manusia memang punya aroma tubuh yang khas. Aroma ini ditentukan oleh gaya hidup, pola makan, serta kondisi kesehatan setiap orang.

Secara tidak sadar, Anda mungkin sudah “merekam” aroma tubuh orang yang dicintai. Jadi ketika aroma tersebut ditangkap oleh indra penciuman dan otak, Anda pun jadi merasa lebih nyaman. Kasus ini banyak terjadi pada bayi yang belajar mengenali sosok ibunya lewat aroma tubuh ibu yang khas.

Karena otak Anda sudah mengingat bahwa aroma dari tubuh ibu begitu menyenangkan, nantinya ketika mencari pasangan hidup Anda mungkin jadi lebih tertarik dengan orang yang aroma tubuhnya serupa.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit