home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Mitos Squirting yang Ternyata Salah Besar (Plus Tips Orgasme Sampai Bisa Squirting)

5 Mitos Squirting yang Ternyata Salah Besar (Plus Tips Orgasme Sampai Bisa Squirting)

Ternyata wanita juga bisa mengalami ejakulasi layaknya pria yang populer disebut squirting. Namun sayang, tidak semua wanita bisa melakukan dan menyadari dirinya berejakulasi setelah orgasme. Simak berbagai fakta dan mitos squirting lainnya dalam artikel ini.

Apa itu squirting?

tipe orgasme

Squirting adalah proses keluarnya cairan dari uretra wanita sebagai reaksi dari rangsangan saat berhubungan seks. Uretra adalah lubang saluran kemih yang mengeluarkan urin.

Squirting sebetulnya merupakan bentuk lain dari ejakulasi wanita. Cairan ejakulasi wanita pada dasarnya mirip seperti air mani pria, lengket dan kental berwarna putih susu, tapi keluar dari lubang vagina secara meleler perlahan.

Sementara itu, cairan squirting encer berwarna bening transparan yang disemprotkan kencang lewat uretra seperti kencing, langsung keluar banyak dan deras.

Lantas, apakah ini normal? Ya. Cairan ejakulasi yang mana pun itu normal. Menurut International Society for Sexual Medicine, ada 10-50% wanita yang bisa orgasme sampai ejakulasi saat berhubungan seks.

Namun sayang, tidak semuanya sadar kalau sudah ejakulasi.

Kandungan zat dalam cairan squirting

Para ahli mengatakan cairan squirting mengandung enzim prostatic acid phosphatase (PSA) dan gula dalam bentuk fruktosa.

PSA itu sendiri adalah enzim yang ada dalam air mani pria, diproduksi oleh kelenjar prostat untuk membantu kelancaran pergerakan sperma.

Sementara itu, gula fruktosa berfungsi sebagai sumber energi untuk sel sperma.

Menariknya, tubuh wanita ternyata juga memiliki kelenjar khusus mirip kelenjar prostat yang disebut kelenjar Skene atau kelenjar paraurethral. ​​

Kelenjar Skene terletak di dinding depan vagina, dekat G-spot. Kelenjar Skene juga punya nama lain saluran Garter.

Para ahli percaya bahwa kelenjar inilah yang memikul tanggung jawab utama untuk memproduksi PSA dan fruktosa dalam cairan squirting.

Mitos-mitos squirting lainnya yang ternyata tidak benar

squirting adalah; ejakulasi wanita

Berikut beberapa mitos squirt:

1. Semua wanita bisa squirting

Squirting adalah reaksi tubuh yang nyata dan normal. Namun, tidak berarti semua wanita bisa melakukannya.

Sebuah penelitian yang melibatkan 300 wanita melaporkan bahwa hanya tujuh orang saja yang mengalami ejakulasi saat orgasme.

Sementara dalam sebuah penelitian berbeda, 54% wanita dari total 233 orang peserta mengatakan pernah squirting setidaknya sekali.

Berangkat dari berbagai literatur medis seputar orgasme wanita, pakar kesehatan menyimpulkan semua wanita sebetulnya berejakulasi tapi tidak selalu sadar dan tidak selalu keluar cairannya.

Pada kebanyakan kasus, cairan ejakulasi kadang akan ikut keluar bersama urine saat kencing setelah seks.

2. Cairan squirting sama dengan urine

Selama ini peneliti mengira bahwa cairan encer itu sama seperti air urine sebab sama-sama keluar dari saluran kencing. Namun, faktanya tidak demikian. Cairan ini bukan urine.

Cairan squirting diproduksi oleh kelenjar Skene yang berada di dinding depan vagina. Nah, saluran kelenjarnya ditemukan memanjang hingga ke bagian bawah kandung kemih yang menyatu dengan saluran uretra.

Selama orgasme, otot-otot panggul akan merileks sehingga katup kemih akan sulit untuk menahan aliran cairan dari dalam dan sekitar kandung kemih.

Namun, cairan squirting juga mungkin bercampur dengan urine. Ini bisa terjadi ketika otot vagina mengejang setelah orgasme sehingga cairan ejakulasi dari kelenjar Skene berbalik mengalir ke dalam kandung kemih.

Terbukti setelah peneliti memeriksa kandungan urine mereka sebelum dan sehabis seks, hasilnya berbeda. Setelah bercampur dengan urine, cairan ejakulasi akan tampak lebih encer dan cair.

Sampel urine wanita setelah seks ditemukan lebih banyak mengandung enzim PSA daripada sebelumnya.

Jika ditelisik lebih lanjut, urine yang sudah bercampur dengan cairan ejakulasi mengandung lebih sedikit urea, asam urat, serta kreatinin yang biasa ditemukan dalam urine murni. Bahkan mungkin tidak ada sama sekali.

3. Wanita selalu squirting saat orgasme

Seperti halnya orgasme, tidak semua wanita pasti akan selalu squirting saat seks. Tidak semua wanita yang orgasme lantas akan otomatis mengeluarkan squirting juga.

Beberapa wanita hanya mengalaminya satu kali seumur hidup, sementara yang lain cukup sering atau malah rutin.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada persesentasi yang pasti terkait berapa banyak perempuan yang mampu mengalami ejakulasi seperti pria.

Squirting adalah reaksi normal tubuh yang diorkestrai alam bawah sadar. Kita tidak bisa memulai, merencanakan, atau mengira-ngira kapan hal tersebut akan terjadi.

Peneliti mengatakan bahwa pengalaman, teknik berhubungan seks, rangsangan seksual, serta emosi saat berhubungan seks juga ikut memicu terjadinya squirting.

Jadi, jika pasangan Anda tidak bisa squirting, jangan menyakiti hatinya. Setiap pengalaman seksual wanita memiliki keunikan tersendiri, sehingga yang dialami satu orang tentu akan berbeda dengan lainnya.

4. Volume cairan squirting pasti akan banyak

Banyak orang menganggap bahwa sekalinya squirting, wanita akan mengeluarkan sangat banyak cairan layaknya mengompol. Tidak sedikit pula tayangan film porno yang menggambarkan wanita bisa squirting hingga tampak seperti banjir.

Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Meski cairan ejakulasi ini berasal dari kandung kemih, cairan yang dihasilkan tidak akan sebanyak saat buang air kecil.

Beverley Whipple, seorang ahli seks dan penulis The Original G-spot menyatakan bahwa jumlah cairan squirting yang dikeluarkan seorang wanita mungkin sekitar setengah cangkir kopi.

5. Squirting harus dari stimulasi G-spot

Selama ini kita mengira ejakulasi hanya bisa dicapai dengan cara merangsang G-spot, sebab area tersebut berada di depan vagina dan terhubung dengan uretra.

Ketika area tersebut mendapat tekanan berupa rangsangan, maka akan menghasilkan hasrat buang air kecil.

Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa squrting tidak hanya bisa terjadi dengan stimulasi G-spot saja. Padahal faktanya tidak semua ejakulasi wanita harus didapat dengan rangsangan G-spot.

Ada pula beberapa wanita yang mampu squirting dari rangsangan klitoris.

Pada dasarnya stimulasi vagina apa pun bentuknya (G-spot, anal, klitoris, atau bahkan gabungan kesemuanya) dapat membawa wanita pada kenikmatan seksual yang intens.

Bahkan, jika hal tersebut tidak selalu berujung pada ejakulasi.

Tips orgasme sampai bisa squirting

suka masturbasi

Jika Anda penasaran bagaimana rasanya squirting saat seks, beberapa cara di bawah ini mungkin bisa Anda coba lain kali:

1. Orgasme lewat G-spot

G-spot adalah lokasi dalam vagina yang digadang-gadang bisa mewujudkan kenikmatan orgasme sampai wanita berejakulasi. Untuk mencoba, tidak ada salahnya untuk ikuti tips di bawah ini

Tips orgasme G-spot yang enak:

Coba mulai rangsangan dengan memasukkan jari yang lebih panjang agar dapat mencapai area dalam vagina, biasanya pakai jari tengah.

Selanjutnya, posisikan tubuh di tempat tidur dengan kaki ditekuk, dan kedua paha terbuka lebar. Jangan lupa sebelumnya selipkan bantal empuk di bawah pinggul, agar tangan tidak terlalu merogoh ke bawah.

Lalu, perlahan raba area G-spot yang terasa kesat dan kasar seperti permukaan spons kering. Lakukan dengan rileks. Setelah menemukannya, coba gesek atau tekan lembut. Anda juga bisa menggunakan vibrator untuk mencapai titik G-spot sambil merasakan getaran di dalamnya.

Saat berhubungan seks, coba minta pasangan Anda untuk penetrasi dengan posisi doggy style. Posisi ini mengarahkan ujung kepala penis pria agar bisa menekan dan menggesek bagian G-spot hingga Anda mencapai ejakulasi dan squirting.

Menurut sebuah penelitian NeuroQuantology, orgasme G-spot lebih banyak dicapai melalui hubungan seksual daripada cuma merangsang klitoris.

2. Orgasme lewat klitoris

Perlu diketahui, bahwa klitoris wanita memiliki sekitar 8.000 titik saraf yang bisa bantu wanita lebih mudah orgasme.

Namun menurut terapis seks di New York, Sari Cooper, rangsangan yang difokuskan pada klitoris ini sebenarnya bukan orgasme yang nikmat. Orgasme ini malah termasuk tipe orgasme yang bikin sakit.

Pasalnya, rangsangan di saraf klitoris ini hanya berlangsung beberapa detik. Untuk mendapatkan rangsangan terus menerus hingga squirting, Anda harus menekan dan menggosok klitoris lebih kencang.

Tak jarang, akhirnya rangsangan klitoris yang sensitif ini bikin sakit dan capek. Merangsang klitoris terlalu keras juga bisa menurunkan gairah seks wanita secara perlahan.

Tips orgasme klitoris yang enak:

Awalnya, cobalah untuk melakukan masturbasi sendiri. Masturbasi ini gunanya untuk menemukan di mana letak klitoris Anda. Caranya, rebahkan diri Anda di kasur yang empuk.

Buka kedua paha lebar-lebar dan mulai raba bagian paling atas vagina. Untuk menemukan klitoris, Anda harus pelan-pelan saat memasuki lipatan bagian vagina. Bentuk klitoris jika diraba umumnya hampir bulat atau lonjong.

Saat Anda menyentuhnya, umumnya ada sensasi rangsangan menggelitik.

Setelah ditemukan, coba atur gerakan jari pada bagian klitoris. Lakukan perlahan dulu agar bisa beradaptasi dengan seberapa sensitif klitoris Anda.

Setelah itu, arahkan jari sesuai kecepatan dan gerak yang Anda inginkan. Anda juga bisa minta bantuan pada pasangan untuk memainkan klitoris hingga squirting saat bercinta.

3. Orgasme campuran

Orgasme campuran adalah orgasme gabungan dari rangsangan klitoris dan rangsangan G-spot dari dalam vagina. Orgasme ini paling lama, bisa berlangsung sampai 15 menit.

Jenis orgasme ini juga dapat terjadi bila diberikan rangsangan pada klitoris, vagina, dan leher serviks secara bersamaan.

Beberapa wanita mengaku, bahwa stimluasi di leher serviks rasanya menyakitkan. Baiknya tidak distimulasi terlalu kencang atau keras, ya.

Tips melakukannya:

Beberapa wanita merasa bahwa posisi terbaik untuk mendapatkan tipe orgasme campuran ini adalah dengan melakukan posisi misionaris.

Pada saat Anda melakukan seks posisi misionaris, klitoris juga akan tergosok melalui penetrasi. Sementara posisis woman on top (wanita berada di atas) juga dapat memicu orgasme campuran terjadi.

4. Orgasme lewat anal

Tahukah Anda, saat penetrasi anal ada kemungkinan Anda bisa berejakulasi? Ya, nyatanya ada sambungan saraf di antara dinding anus dan vagina.

Dengan adanya penetrasi penis di dalam anus atau rektum, vagina Anda terangsang hingga orgasme.

Tips orgasme anal yang enak:

Cara squirting lewat seks anal bisa dimulai dengan menggunakan tangan yang dibaluri cairna pelumas untuk masuk ke dalam anus.

Setelah anus atau rektum pasangan bisa beradaptasi, mulailah penetrasi penis ke anus. Tetap jangan lupa gunakan pelumas, mengingat anus tidak punya pelumas alami sendiri.

Atur gerakan dan ritme penetrasi maju mundur seperti penetrasi vagina. Dengan begitu, Anda memiliki kemungkinan yang sama untuk merangsang area saraf pusat vagina untuk berejakulasi.

Squirting bukan tolak ukur kepuasan seks wanita

Banyak wanita yang berusaha keras agar bisa ejakulasi saat seks karena berpikiran reaksi tersebut menandakan hasil seks yang memuaskan.

Meski begitu, squirting bukanlah tujuan bercinta maupun tolak ukur kenikmatan seks wanita yang sebenarnya.

Ada juga beberapa wanita yang malah merasa takut dan aneh saat mereka bisa berejakulasi. Mereka mungkin takut juga dianggap mengompol oleh pasangannya.

Perasaan takut inilah yang malahan bisa membuat wanita tidak bisa menikmati seks semaksimal mungkin.

Jadi, apakah squirting itu penting dan wajib tercapai? Jawabannya, tidak juga. Squirting atau tidaknya wanita saat seks tidak menentukan kepuasan seks mereka.

Squirting adalah reaksi alam bawa sadar yang dipicu oleh rangsangan seksual yang intens. Reaksi ini tidak bisa kita kendalikan dan perkirakan kapan munculnya.

Apabila keluar dan merasa puas, bisa dibilang sebagai keberuntungan. Apabila tidak ejakulasi namun tetap merasa seksnya nikmat, tentu masih bisa dibilang beruntung dan terpuaskan juga, bukan?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Science Says Yes to Female Ejaculation – https://www.everydayhealth.com/columns/lauren-streicher-midlife-menopause-and-beyond/female-ejaculation/ diakses pada 2 Februari 2018

Female Ejaculation – http://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sexual-health/a2295/female-ejaculation/ diakses pada 2 Februari 2018

8 Squirting Myth That You Need to Stop Believing – https://www.menshealth.com/sex-women/squirting-myths-female-ejaculation/slide/7 diakses pada 2 Februari 2019

Is Female Ejaculation Real – http://www.iflscience.com/health-and-medicine/what-exactly-female-ejaculation/ diakses pada 2 Februari 2019

Types of orgasm https://www.healthline.com/health/healthy-sex/types-of-orgasms#achieving-orgasms Diakses pada 25 Maret 2019.

What is female ejaculationhttps://www.medicalnewstoday.com/articles/323953.php Diakses pada 25 Maret 2019.

Female ejaculation https://www.bbc.co.uk/bbcthree/article/544c5686-e3bc-4ac2-b4ca-f91eccefe441 Diakses pada 25 Maret 2019.

Types of orgasm https://www.huffpost.com/entry/orgasms_n_8001144 Diakses pada 25 Maret 2019.

Type of female orgasm https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/a19953576/types-of-female-orgasm/ Diakses pada 25 Maret 2019.

6 kind of orgasme https://www.mindbodygreen.com/0-25991/yes-you-can-have-6-kinds-of-orgasms-heres-how-to-experience-each-one.html Diakses pada 25 Maret 2019.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x