home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Hal yang Harus Anda Pikirkan Dulu Sebelum Berhubungan Seks

5 Hal yang Harus Anda Pikirkan Dulu Sebelum Berhubungan Seks

Berhubungan seks bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sangat memuaskan, tetapi bisa jadi menakutkan jika Anda tidak yakin benar untuk melakukannya. Sebelum memutuskan untuk berhubungan seks pertama kalinya, ada sejumlah hal yang harus Anda pertimbangkan masak-masak terlebih dahulu.

Bagaimana Anda tahu kalau Anda siap untuk berhubungan seks pertama kalinya?

Hanya Anda yang bisa mengetahui jawaban atas pertanyaan itu. Memutuskan kapan harus berhubungan seks pertama kalinya adalah masalah besar, dan ini bisa menjadi keputusan yang sulit. Jangan berhubungan seks jika Anda mendapat paksaan dari pasangan Anda atau hanya karena terpengaruh oleh teman sebaya yang sudah lebih dulu berhubungan seks. Hanya Andalah satu-satunya pihak yang bisa dan wajib memutuskan apakah Anda benar siap atau tidak serta kapan waktu berhubungan seks yang paling tepat untuk diri Anda sendiri.

Kita biasanya membuat keputusan yang lebih baik saat menimbang dan menilai semua sisi baik dan buruknya. Pengalaman seks yang hebat adalah hubungan seksual yang sesuai dengan semua prinsip hidup yang Anda pegang teguh, termasuk: nilai dan moral, tujuan akhir pendidikan atau kelangsungan karier, risiko emosional dan fisik yang berani Anda tanggung, seks apa yang benar-benar ingin lakukan, hubungan apa yang ingin Anda miliki dengan pasangan seks Anda (pacar, suami, teman, cinta satu malam, dst) dan sebaliknya, apakah keputusan Anda akan didukung oleh teman dan keluarga serta kerabat dekat, serta apakah Anda merasa nyaman untuk berkomitmen dengan keputusan Anda.

Di sisi lain, berhubungan seks pertama kali bisa berisiko bagi tubuh Anda — penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan bukanlah lelucon. Oleh karena itu, jangan takut untuk mengatakan “tidak” jika memang itu yang Anda rasakan. Dan hanya karena Anda pernah berhubungan seks sebelumnya, bahkan dengan orang yang sama, tidak berarti Anda harus melakukannya lagi.

Apakah alasan Anda untuk berhubungan seks sudah tepat?

Kembali lagi, pikirkan masak-masak apa alasan di balik keinginan Anda untuk berhubungan seks pertama kalinya. Apakah Anda ingin berhubungan seks karena Anda merasa siap secara emosional dan fisik, dan pasangan Anda adalah seseorang yang Anda cintai dan percaya? Atau, alasan Anda lebih didasari pada tekanan teman sebaya, kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan pergaulan, membuat pasangan bahagia, atau keyakinan bahwa seks adalah satu-satunya cara untuk menjalin hubungan dengan pasangan dengan lebih baik atau lebih dekat?

Bahkan jika sepertinya semua teman seumuran Anda sudah pernah berhubungan seks, itu mungkin tidak benar. Jangan biarkan apa yang menurut teman-teman Anda lakukan memengaruhi keputusan penting semacam itu. Perhatikan lagi alasan Anda sendiri. Anda mungkin belum siap jika alasan Anda ingin berhubungan seks adalah salah satu atau lebih dari ini:

  • Saya satu-satunya “perawan” di kelompok pertemanan saya
  • Pacar saya akan mengancam/mencederai/memutuskan saya jika saya menolak untuk berhubungan seks dengannya
  • Berhubungan seks akan membuat saya lebih populer
  • Saya merasa lebih dewasa jika saya berhubungan seks

Akan sangat membantu untuk membicarakan keinginan Anda dengan seseorang yang Anda percaya — orang tua, teman, penyedia layanan kesehatan, atau orang lain yang peduli dengan Anda.

Apakah Anda sanggup untuk berkata jujur dan terbuka soal apa yang benar-benar Anda inginkan?

Cara terbaik untuk mematangkan keputusan berhubungan seks pertama kali adalah merasa nyaman dengan berkomunikasi dengan pasangan mengenai kebutuhan Anda. Jika Anda tidak merasa nyaman tentang sesuatu, katakan demikian! Apakah Anda merasa pasangan Anda akan menghormati keputusan yang Anda buat tentang apakah akan melakukan hubungan seks atau tidak? Tidak ada yang punya hak untuk menekan Anda untuk berhubungan seks. Siapapun yang menantang/mempertanyakan keputusan Anda tentang berhubungan seks tidak menghormati Anda sebagai individu yang merdeka.

Sekali lagi, hanya Anda yang bisa memutuskan apakah Anda sudah siap untuk berhubungan seks. Ingat bahwa Andalah satu-satunya orang yang seharusnya memiliki kendali atas tubuh Anda. Memang sulit rasanya untuk mengatakan “tidak,” bahkan jika Anda mau; Anda mungkin merasa tidak enak karena menyakiti perasaan orang lain, atau merasa ada harapan tentang apa yang seharusnya terjadi. Tapi Anda selalu punya hak untuk mengatakan “tidak”. Amati perasaan Anda, dan jangan biarkan orang lain membuat Anda merasa bersalah karena membuat keputusan yang tepat untuk Anda sendiri.

Apakah Anda tahu cara melindungi diri sendiri dan pasangan dari risiko penyakit dan kehamilan yang tidak diinginkan?

Jika Anda memutuskan siap berhubungan seks pertama kalinya, pastikan Anda dan pasangan sudah paham benar dan siap dengan segala risikonya. Seks vagina, oral, dan anal, serta sentuhan genital, dapat menyebabkan penyakit menular seksual. Seks penetrasi vagina bisa menyebabkan kehamilan, entah itu untuk yang pertama kali atau yang kesekian kalinya.

Untuk melindungi diri sendiri dan pasangan terhadap risiko ini, Bersiaplah untuk melindungi diri dengan menggunakan kondom yang memberikan perlindungan terhadap penyakit menular dan kehamilan. Di sisi lain, bentuk kontrasepsi lainnya (seperti pil KB) dapat melindungi terhadap kehamilan tetapi TIDAK dari penyakit menular seksual. Menjaga kesehatan seksual Anda sangatlah penting.

Sebelum memutuskan untuk berhubungan seks, tanyakan pada diri Anda:

  • Apakah saya tahu bagaimana melindungi diri dari penyakit menular seksual?
  • Apakah saya punya persediaan kondom, dan tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar?
  • Apakah saya tahu bagaimana mencegah kehamilan? atau apakah saya sudah siap hamil?
  • Bagaimana saya menghadapi PMS atau kehamilan yang tidak diinginkan?
  • Apakah saya siap untuk pergi ke dokter untuk melakukan uji penyakit atau kontrol kehamilan?
  • Sudahkah saya membicarakan hal ini dengan pasangan? Jika ya, seperti apa reaksinya dan seperti apa solusi yang ditawarkannya jika Anda hamil atau tertular penyakit?

Akan lebih baik untuk memiliki diskusi hal-hal sensitif seperti ini dari jauh-jauh hari, bahkan sebelum Anda dan pasangan benar siap berhubungan seks. Diskusikan apa yang Anda inginkan dan apa yang tidak ingin Anda lakukan. Seks bukanlah satu-satunya aspek dalam hubungan romantis, dan ada cara lain untuk menghabiskan waktu bersama.

Saya pikir saya sudah siap untuk berhubungan seks pertama kalinya. Lalu, apa yang harus saya lakukan?

Seks adalah satu langkah besar dalam hidup kedua belah pihak; Jadi jangan malu-malu untuk bertanya dan bertukar pikiran dengan pasangan. Mereka mungkin merasakan hal yang sama dan tidak yakin bagaimana cara mendekati Anda. Jika Anda merasa cukup nyaman untuk berhubungan seks dengan pasangan Anda, maka Anda harus siap untuk membicarakannya.

Apakah Anda benar-benar merasa siap dan benar-benar nyaman dengan diri sendiri dan pasangan untuk berhubungan seks, begitu pula sebaliknya dengan pasangan Anda? Jika jawabannya ya, saya merasa benar-benar siap berhubungan seks dengan pasangan saya, maka tak ada salahnya untuk memulai — jika Anda sudah paham benar risiko yang menyertai.

Pastikan pula:

  • Anda berdua sama-sama ingin berhubungan seks tanpa tekanan/paksaan satu sama lain atau dari orang lain
  • Anda jujur tentang perasaan Anda. Pasangan Anda harus jujur juga
  • Anda dan pasangan Anda akan melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit menular seksual, seperti menggunakan kondom dan/atau tes kesehatan
  • Jika Anda akan terlibat dalam aktivitas penetrasi vaginal, gunakan kondom dan/atau alat kontrasepsi lainnya untuk melindungi diri dari kehamilan yang tidak diinginkan
  • Anda berdua merasa nyaman mengatakan “tidak” atau menghentikan aktivitas seksual dalam situasi apa pun jika merasa ada sesuatu yang tidak mengenakkan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Am I Ready? https://www.plannedparenthood.org/teens/sex/am-i-ready accessed May 2 2017

Are you ready for sex? http://www.nhs.uk/Livewell/Sexandyoungpeople/Pages/Readytogoalltheway.aspx accessed May 2 2017

Making the decision: deciding whether or not to have sex http://www.iwannaknow.org/teens/relationships/decision.html accessed May 2 2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 06/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x